5 Kuliner Tradisional yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota Malang
Kuliner Monday, June 29, 2026Salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur adalah Kota Malang. Kota yang dikenal dengan udaranya yang sejuk ini menawarkan beragam pilihan wisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata belanja yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Tak hanya itu, Malang juga memiliki kekayaan kuliner yang mampu memikat siapa saja yang datang.
Tak heran jika banyak food blogger merekomendasikan Kota Malang sebagai destinasi wisata kuliner yang wajib dikunjungi. Selain dipenuhi kafe-kafe modern dengan menu kekinian, Kota Malang tetap mempertahankan cita rasa kuliner tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.
Hidangan-hidangan tersebut bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Bahkan, beberapa di antaranya cukup sulit ditemukan dengan cita rasa yang sama di daerah lain.
Kalau kalian sedang merencanakan liburan ke Kota Malang, jangan lupa menyempatkan diri untuk berburu kuliner. Berikut lima kuliner tradisional yang wajib dicoba agar pengalaman liburan kalian semakin lengkap.
Bakso
Ketika mendengar nama Kota Malang, banyak orang langsung teringat pada bakso. Kuliner satu ini memang sudah menjadi ikon kota tersebut. Hampir di setiap sudut Kota Malang, kalian dapat menemukan warung bakso, mulai dari yang sederhana hingga yang legendaris.
Keistimewaan bakso Malang terletak pada variasi isiannya. Dalam satu mangkuk biasanya terdapat bakso halus, bakso urat, tahu, siomai goreng, pangsit goreng, pangsit rebus, serta mi kuning dan bihun. Semua disajikan dalam kuah kaldu sapi yang gurih dan hangat. Beberapa warung juga menyediakan lontong sebagai pelengkap bagi pengunjung yang ingin menikmati porsi lebih mengenyangkan.
Kalian juga bisa menambahkan sambal, saus, kecap, atau cuka sesuai selera. Tak heran jika banyak wisatawan sengaja berburu bakso saat berkunjung ke Malang, bahkan menjadikannya sebagai menu yang wajib disantap sebelum pulang.
Rawon
Rawon merupakan salah satu makanan khas Jawa Timur yang juga sangat populer di Kota Malang. Ciri khasnya terletak pada kuah berwarna hitam pekat yang berasal dari penggunaan kluwek. Meski tampilannya gelap, kuah rawon justru memiliki cita rasa yang gurih, kaya rempah, dan sedikit manis.
Seporsi rawon biasanya berisi potongan daging sapi yang empuk, disajikan bersama nasi putih hangat, tauge pendek, dan sambal. Sebagai pelengkap, rawon biasanya disajikan bersama tempe, mendol, telur asin, atau kerupuk udang. Perpaduan semua pelengkap tersebut membuat rasa rawon semakin nikmat. Hidangan ini cocok disantap saat makan siang maupun makan malam, terutama ketika cuaca Malang sedang dingin.
Cwie Mie
Berkunjung ke Kota Malang rasanya belum lengkap tanpa mencicipi Cwie Mie. Sekilas tampilannya memang mirip mi ayam, tetapi sebenarnya keduanya memiliki karakter yang berbeda.
Cwie Mie menggunakan mi yang bertekstur lebih halus dan kenyal. Topping utamanya berupa ayam cincang yang dimasak hingga kering sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas. Hidangan ini biasanya disajikan bersama selada, daun bawang, bawang goreng, dan semangkuk kuah kaldu bening di sampingnya. Tak sedikit penjual yang juga menambahkan pangsit goreng atau bakso sebagai pelengkap.
Rasanya yang ringan membuat Cwie Mie cocok dinikmati kapan saja, baik saat sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Orem-Orem
Salah satu kuliner tradisional yang menjadi kebanggaan Kota Malang adalah Orem-Orem. Sekilas tampilannya memang sederhana, tetapi cita rasanya mampu membuat siapa saja ketagihan. Hidangan ini terdiri atas irisan ketupat yang disiram kuah santan berbumbu kuning, kemudian diberi potongan tempe yang dimasak hingga bumbunya meresap. Beberapa warung juga menambahkan suwiran ayam atau telur sebagai pelengkap.
Kuah santannya terasa gurih dengan sentuhan rasa manis yang khas, berpadu sempurna dengan lembutnya ketupat dan tempe yang kaya bumbu. Agar semakin nikmat, Orem-Orem biasanya disajikan bersama tauge segar dan taburan bawang goreng. Makanan ini sangat cocok disantap untuk sarapan maupun makan siang karena cukup mengenyangkan sekaligus menghangatkan tubuh.
Angsle
Setelah puas menikmati aneka kuliner khas Malang, tidak ada salahnya menghangatkan tubuh dengan semangkuk Angsle. Minuman tradisional yang sangat populer di Malang ini cocok dinikmati saat sore atau malam hari ketika udara kota mulai terasa dingin.
Angsle disajikan dengan kuah santan hangat yang manis dan harum karena dipadukan dengan daun pandan. Isiannya pun beragam, mulai dari kacang hijau rebus, roti tawar, sagu mutiara, hingga ketan putih. Perpaduan kuah yang gurih dan manis dengan aneka isian tersebut menghasilkan cita rasa yang lembut sekaligus mengenyangkan.
Tak sedikit warung di Kota Malang yang menjual Angsle berdampingan dengan wedang ronde. Meski sama-sama disajikan hangat, Angsle memiliki karakter rasa yang berbeda karena menggunakan kuah santan yang lebih gurih dan kaya aroma. Jika ingin menikmati suasana malam khas Kota Malang sambil menghangatkan badan, semangkuk Angsle adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Penutup
Menjelajah Kota Malang tidak hanya menikmati keindahan alam dan mengunjungi tempat-tempat wisata populer. Wisata kulinernya juga menyimpan pengalaman yang tak kalah berkesan.
Jadi, saat berlibur ke Kota Malang nanti, jangan hanya membawa pulang oleh-oleh. Luangkan waktu untuk mencicipi makanan-makanan tradisionalnya agar perjalanan kalian terasa semakin lengkap dan penuh kenangan.


.png)














