The Royal Joglo: Penginapan Bernuansa Jawa Dekat Pantai Krakal Gunungkidul
My Journey Monday, August 10, 2026Gunungkidul punya cara tersendiri untuk memikat hati wisatawan. Salah satunya adalah deretan pantainya yang berpasir putih dan air lautnya yang jernih. Pada perjalanan saya ke Yogyakarta bulan Juli tahun lalu, saya mengajak keluarga untuk menikmati indahnya alam Gunungkidul.
Di sana, kami menginap di sebuah penginapan bernuansa tradisional Jawa bernama The Royal Joglo. Lokasinya di dekat Pantai Krakal, Slili, dan Sarangan. Untuk ke pantai-pantai itu, bisa ditempuh dengan jalan kaki saja dari penginapan.
Bagi teman-teman yang sedang merencanakan perjalanan ke Gunungkidul dan sedang mencari penginapan yang dekat pantai, ikuti cerita lengkap kami bermalam di sana. Siapa tahu, penginapan ini yang kalian cari.
Alasan Memilih The Royal Joglo
Mencari penginapan yang sesuai kebutuhan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Setelah menghubungi sekitar lima penginapan berbeda, akhirnya saya memutuskan untuk memilih The Royal Joglo sebagai tempat bermalam.
Pertimbangan utama saya adalah harga. Di tengah musim liburan, sebagian besar penginapan di sekitar pantai Gunungkidul sudah mematok tarif di atas Rp500.000 per malam. The Royal Joglo menjadi salah satu pilihan yang masih menawarkan harga di bawah itu, tanpa harus mengorbankan lokasi dan fasilitas.
Karena liburan kami saat itu bertajuk “hemat”, tentu saja saya langsung memilih penginapan yang satu ini dan tidak mencari-cari pembanding lagi. Saya merasa pilihan ini sudah paling sesuai dengan budget dan spesifikasi yang saya butuhkan.
Alasan kedua adalah lokasinya yang sangat dekat dengan pantai, hanya sekitar 50 meter, dan aksesnya mudah. Tidak perlu naik turun tangga atau berjalan jauh untuk sampai ke bibir pantai. Beberapa penginapan lain yang sempat menarik perhatian justru berada di atas bukit atau cukup jauh dari pantai. Memang pemandangannya indah, tapi karena kami bepergian bersama lansia dan balita, akses yang ramah menjadi prioritas utama.
![]() |
| Jalan di depan The Royal Joglo dan akses ke pantai (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Selain itu fasilitas penginapan ini juga tergolong cukup lengkap dan sesuai dengan kebutuhan kami selama menginap. Foto-foto serta ulasan dari tamu sebelumnya juga memberikan gambaran yang cukup meyakinkan, meskipun tetap ada beberapa kekurangan.
Nilai tambah lainnya adalah pelayanan admin yang ramah dan informatif. Setiap pertanyaan yang saya ajukan dijawab dengan jelas dan cepat, membuat proses komunikasi hingga pemesanan kamar terasa lebih nyaman.
Area Parkir dan Aula Limasan The Royal Joglo
Kami tiba di The Royal Joglo sekitar pukul tiga sore, setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam dari Krasan Cafe and Resto. Untuk perjalanan menuju Gunungkidul kali ini, kami menyewa mobil sekaligus driver yang mengantar dan menjemput kami dari The Royal Joglo. Buat kalian yang membutuhkan travel di Jogja, bisa menghubungi Best Tour Yogyakarta. Penjelasan tentang sewa mobil di Best Tour Yogyakarta bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya yang berjudul Liburan Hemat 5 Hari 4 Malam di Jogja Part 3.
Begitu masuk area penginapan, nuansa tradisional langsung terasa, berbeda dibandingkan penginapan modern pada umumnya. Bangunan joglo dengan sentuhan kayu dan ornamen khas Jawa mendominasi area ini. Meski tidak menawarkan kemewahan berlebihan, penginapan ini memberikan kesan hangat dan bersahaja.
![]() |
| Suasana begitu masuk penginapan saat terang dan gelap (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Suara deburan ombak dari Pantai Krakal langsung menyambut kami begitu turun dari mobil. Senang sekali rasanya bisa mendengar suara itu. Sudah empat tahun saya tidak berjumpa dengan laut sejak pindah dari Batam. Apalagi setelah menempuh perjalanan cukup panjang dari kota, rasanya tubuh langsung sedikit lebih rileks.
Pepohonan rindang dan tanaman hijau yang tertata rapi di sekitar area parkir membuat suasana semakin syahdu. Hawa panas khas pesisir sedikit teredam dengan teduhnya pepohonan. Area parkirnya pun luas dan relatif rata, sehingga cukup nyaman untuk memarkir kendaraan.
![]() |
| Area parkir (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Setelah mengeluarkan semua barang-barang dari dalam mobil, kami pun masuk ke Aula Limasan (Pendopo) yang berada tepat di depan area parkir. Aula ini berfungsi sebagai area resepsionis sekaligus ruang bersantai bersama. Di sana ibu, adik dan anak sulung saya beristirahat di kursi-kursi yang disediakan sembari menunggu saya menyelesaikan proses check-in. Sementara itu, si bungsu sudah mengajak papanya untuk melihat laut.
![]() |
| Bagian dalam Aula Limasan: Resepsionis, area duduk, dan meja biliar (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Oh ya, di bagian Aula Limasan ini, terdapat meja biliar yang bisa digunakan oleh tamu secara gratis. Lumayan untuk hiburan atau sekadar coba-coba. Tapi sayangnya saat suami saya mencoba di malam harinya, dia bilang bolanya tidak lengkap. Semoga sekarang sudah diperbaiki kekurangan itu.
Taman dan Kolam Renang The Royal Joglo
Di samping kanan Aula Limasan, terdapat taman atau ruang terbuka yang cukup luas dengan rumput dan jalan setapak dari batu alam yang tersusun rapi. Ada gazebo dan ayunan kayu yang bisa digunakan oleh pengunjung. Taman ini menjadi spot favorit anak-anak untuk sekadar duduk di ayunan atau lari-larian menghabiskan energi.
![]() |
| Taman sebelah kanan Aula Limasan (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Di belakang Aula Limasan terdapat kolam renang yang tidak terlalu besar. Kedalamannya tertulis 1 meter. Jadi, bagi anak-anak masih wajib didampingi orang tua jika ingin berenang. Di dekat kolam renang ada keran juga area bilas. Jadi jika ingin berenang setelah dari pantai, sebaiknya bersih-bersih dulu di sana agar kolam renang tidak kotor terkena pasir pantai.
![]() |
| Area kolam renang (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Nah, untuk taman di sebelah kiri aula, saat saya menginap waktu itu hanya berupa pepohonan, tapi sekarang sepertinya dijadikan mini playground dengan beberapa mainan beralas rumput sintetis.
Tipe Kamar The Royal Joglo
Saat saya menginap di sini, The Royal Joglo menyediakan empat tipe kamar, yaitu Standard Room, Cottage Joglo, Superior Room, dan Deluxe Room. Namun, sekarang sepertinya ada satu tipe kamar lagi yang lebih besar, kalau melihat informasi di Instagram-nya.
Standard room dan Cottage Joglo terletak di lantai satu, dekat dengan kolam renang. Sementara tipe kamar lainnya setahu saya berada di lantai dua.
![]() |
| Area Cottage Joglo di sebelah kiri Aula Limasan (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Setiap tipe kamar memiliki karakteristik dan fasilitas yang berbeda. Karena itu, sebelum melakukan pemesanan, sebaiknya sesuaikan pilihan kamar dengan jumlah orang dan kebutuhan selama berlibur.
Dari pilihan tersebut, saya akhirnya memilih tipe Standard Room yang menurut saya paling sesuai dengan kebutuhan dan budget. Saya memesan dua kamar. Satu untuk saya, suami dan anak-anak. Satu lagi untuk ibu dan adik. Harga yang kami dapatkan adalah Rp350.000 per kamar untuk satu malam. Kebetulan kami menginapnya hari Senin sampai Selasa, jadi masuknya harga weekday.
Saya memesan kamar ini via Whatsapp. Setelah mengkonfirmasi tipe kamar yang diinginkan, saya diminta untuk membayar uang muka sebesar 40%. Sisanya dibayarkan saat check-in.
Begitu selesai check-in kami langsung memindahkan barang-barang ke dalam kamar dan beristirahat sejenak sebelum bermain ke pantai.
Fasilitas Kamar Tipe Standard Room di The Royal Joglo
Kamar yang kami tempati sederhana saja. Ukuran bagian dalamnya sekitar 3 x 5 meter, termasuk kamar mandi. Di dalam kamar, terdapat tempat tidur Queen Size dengan sprei putih dan aksen merah. Kamar ini juga dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), TV, lemari, serta bedside table di sisi kanan dan kiri tempat tidur.
![]() |
| Fasilitas di dalam kamar (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Kamar mandinya pun cukup bersih dengan fasilitas shower air hangat, wastafel, dan toilet duduk. Sayangnya, shower-nya berupa wall shower dan tidak dilengkapi hand shower, sehingga agak sulit memandikan si bungsu yang saat itu masih berusia dua tahun. Akhirnya saya menggunakan cangkir kumur sebagai gayung. Walaupun jadi lama karena cangkirnya kecil jadi sedikit-sedikit mengguyurnya.
![]() |
| Area kamar mandi (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Ada pesan menarik yang ditempel di dinding kamar mandi. Sebuah ajakan untuk menghemat air. Pesan ini menjadi pengingat penting, mengingat daerah Gunungkidul memang sering menghadapi tantangan ketersediaan air bersih di musim kemarau.
Di kamar ini juga disediakan teko listrik. Kalau tidak salah ada kopi, teh, dan gula sachet, juga dua botol air mineral. Sejujurnya saya sudah tidak begitu ingat dan ternyata juga tidak saya foto bagian itu.
![]() |
| Teras dan koridor depan kamar tipe standard room (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Satu hal yang saya sukai dari tipe kamar ini adalah adanya teras pribadi di depan setiap kamar. Terdapat sepasang kursi rotan sintetis dan meja kecil di sana. Dari teras ini, saya bisa melihat pengunjung yang sedang berenang, juga taman yang ada di samping Aula Limasan.
Pengalaman Sarapan di The Royal Joglo
Sarapan di penginapan ini disajikan per porsi dan diantar langsung ke teras kamar masing-masing sekitar pukul 07.30 WIB. Menunya sederhana saja. Hanya nasi goreng dan teh hangat. Nasi gorengnya disajikan dengan lauk telur dan tahu, lalu ada potongan timun dan kerupuk udang dalam kemasan.
![]() |
| Sarapan di teras kamar (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Pagi itu, kami baru sarapan sekitar pukul sembilan, setelah kami kembali dari bermain di pantai. Saya dan suami bergantian makan. Sementara saya memandikan si bungsu dan si sulung, suami makan terlebih dahulu di teras. Masih sambil berbasah-basahan. Keburu lapar katanya.
Sayangnya, menurut kami porsinya sedikit kurang banyak. Si sulung pun masih mengeluh lapar setelah sarapan. Mungkin efek sarapan kesiangan dan bermain di pantai sejak pukul enam pagi. Jadi laparnya sedikit lebih banyak. Hahaha…
Oh ya, setiap kamar di sini hanya mendapat jatah sarapan untuk dua orang. Jadi, saya perlu membayar tambahan Rp25.000 untuk sarapan si sulung. Sementara si bungsu tidak saya pesankan sarapan karena dia memang tidak suka nasi goreng.
Kesimpulan: Apakah Worth It Menginap di The Royal Joglo?
Secara keseluruhan, kami puas selama menginap di The Royal Joglo. Harganya relatif terjangkau, lokasinya strategis, fasilitasnya juga sesuai dengan yang kami butuhkan. Meski ada sedikit kekurangan, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi kami.
Menginap di sini menjadi salah satu pengalaman yang menyenangkan dalam perjalanan kami menjelajahi pesisir selatan Yogyakarta. Bagi yang sedang merencanakan liburan keluarga atau sekadar ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk kota, penginapan ini layak dipertimbangkan.
Kalau kalian sedang mencari inspirasi untuk liburan berikutnya, kalian juga bisa berkunjung ke blog RianaDewie.com. Di sana ada berbagai informasi tentang destinasi wisata dan tips perjalanan.
































