Review Novel Ganjil Genap: Kisah Pencarian Jodoh Menjelang Usia 30 Tahun
Monday, June 22, 2026![]() |
Kalian pernah membaca novel Ganjil Genap karya Almira Bastari? Saya sendiri sudah membaca novel ini sebanyak dua kali dan buku ini selalu sukses menghibur saya dengan gaya penulisannya yang ringan, mengalir, dan penuh humor.
Selain menghibur, tema yang diangkat dalam novel Ganjil Genap juga terasa sangat relevan di Indonesia. Pertanyaan seperti "Kapan nikah?" sering kali menjadi tekanan tersendiri, terutama bagi para perempuan. Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa cemas karena usianya terus bertambah sementara pasangan hidup belum juga datang.
Ada yang pernah atau sedang mengalami kegalauan karena hampir berusia kepala tiga tapi belum juga bertemu jodoh? Jika iya, novel ini bisa menjadi ajang nostalgia sekaligus penghiburan bagi yang pernah atau sedang mengalami masalah yang sama.
Bagaimana keseruan novel ini? Simak ulasan saya berikut ini.
Sinopsis Singkat Novel Ganjil Genap
Judul: Ganjil Genap
Penulis: Almira Bastari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman: 344 halaman
Novel ini bercerita tentang seorang gadis bernama Gala yang sedang mengalami kegalauan karena diputuskan oleh pacarnya yang sudah menjalin hubungan selama 13 tahun.
Kegalauan itu semakin memuncak karena tidak lama lagi dia akan berusia 30 tahun.
Tentu tidak mudah tinggal di Indonesia dan belum menikah saat berusia kepala tiga. Apalagi jika adik satu-satunya sudah menemukan belahan jiwanya dan memutuskan untuk segera menikah. Lengkap sudah ujian percintaan Gala.
Karena merasa harus segera menemukan pria yang bisa menikah dengannya, Gala melakukan segala cara. Mulai dari mengikuti liburan, mengambil kursus diving, menghubungi biro jodoh, hingga menggunakan aplikasi pencari pasangan. Dia berharap salah satu cara tersebut dapat membawanya bertemu dengan jodoh yang selama ini diimpikan.
Sayangnya, bukannya bertemu jodoh, dia malah bertemu dengan pria-pria yang tidak masuk kriterianya. Ada seorang pangeran dari negeri tetangga, pria yang ternyata sudah beristri, kutu buku yang aneh, dan masih banyak lagi. Pertemuan-pertemuan tersebut justru membuat perjalanan Gala mencari pasangan dipenuhi berbagai kejadian lucu sekaligus menggemaskan.
Lalu, apakah akhirnya Gala berhasil bertemu jodohnya dan menikah sebelum umur 30 tahun seperti keinginannya? Baca sendiri ya novelnya.
Kesan Terhadap Novel Ganjil Genap
Hal yang paling saya sukai dari novel ini adalah gaya penulisan Almira Bastari yang ringan dan mengalir. Ceritanya mudah diikuti sehingga saya tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Bab demi bab terasa mengalir begitu saja tanpa membuat saya merasa bosan.
Di beberapa bagian, saya juga dibuat tertawa karena tingkah laku Gala dan berbagai kejadian yang dialaminya selama mencari pasangan. Humornya terasa natural dan tidak berlebihan sehingga mampu menjadi penyegar di tengah tema cerita yang sebenarnya cukup dekat dengan kegelisahan banyak orang.
Selain menghibur, novel ini juga menggambarkan bagaimana tekanan sosial terhadap perempuan yang belum menikah di usia tertentu dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri.
Gala bukan hanya sedang mencari pasangan, tetapi juga sedang berusaha berdamai dengan ekspektasi keluarga, lingkungan, dan dirinya sendiri. Menurut saya, bagian inilah yang membuat ceritanya terasa realistis karena mungkin pernah dialami oleh banyak orang di dunia nyata.
Saya juga menyukai bagaimana penulis menghadirkan berbagai karakter pria dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda. Setiap pertemuan memberikan pengalaman baru bagi Gala sekaligus membuat alur cerita terasa lebih berwarna. Sebagai pembaca, saya jadi penasaran siapa yang nantinya benar-benar akan menjadi pasangan Gala.
Menariknya, saya sempat membaca ulang novel ini ketika akan diangkat menjadi film. Anehnya, setelah membacanya kembali saya justru menyadari bahwa ada beberapa bagian cerita yang selama ini ternyata saya ingat berasal dari novel lain. Jadi selama ini saya salah mengingat isi ceritanya.
Meski begitu, membaca ulang novel ini tetap terasa menyenangkan. Saya masih bisa menikmati humor-humornya dan tetap penasaran mengikuti perjalanan Gala hingga halaman terakhir.
Hanya saja, berbeda dengan saat pertama kali membacanya, pada pembacaan kedua saya merasa kurang "sreg" dengan ending yang disajikan. Mungkin karena ekspektasi saya sudah berbeda, atau karena saya mengingat cerita ini dengan cara yang berbeda pula. Walaupun demikian, secara keseluruhan novel ini tetap menjadi bacaan yang menghibur dan cocok dijadikan teman bersantai.
Penutup
Menurut saya, Ganjil Genap bukan sekadar novel romantis tentang mencari jodoh. Novel ini juga mengangkat keresahan yang mungkin pernah dirasakan banyak orang ketika memasuki usia dewasa, seperti tekanan untuk segera menikah, rasa takut tertinggal dari teman sebaya, hingga proses belajar menerima bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Dengan gaya penulisan yang santai, humor yang menghibur, serta konflik yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, novel ini cocok dijadikan teman membaca saat akhir pekan atau ketika sedang ingin menikmati bacaan yang ringan.
Buat kalian yang mencari rekomendasi novel fiksi lainnya, kalian bisa berkunjung ke blog Diary Harumpuspita yang sering menulis book review.
Sekian ulasan novel Ganjil Genap dari saya. Siapa tahu bisa menjadi masukan bagi kalian yang sedang mencari novel romantis yang ringan. Selamat membaca!
Bandung, 4 Juli 2026
Pukul 06.24 WIB


21 komentar
Aku juga sudah baca mbaa tapi belum pernah kubaca ulang lagi sie...aku ada beberpa buku almyra bastari karena aku suka cerita yang disajikan berasa ringan saja ngalir baca nya gak perlu mikir dan ada selipan humor nya juga jadi lumayan bisa bikin tersenyum yaaa...
ReplyDeleteSepertinya aku juga perlu baca ulang bbrp novel karena ku juga sempat lupa juga ending2 ato jalan ceritanya kayak apa,,lumayan buat refreshing in this economy yg harga buku melambung tinggi :(
Asli bikin saya ikut penasaran deh buku ini. Semoga bisa baca...
ReplyDeleteUdah judulnya unik, eh ceritanya juga bikin penasaran karena banyak bocoran yang pengen baca sendiri langsung biar terasa gitu bagaimana kisah sebenarnya...
Btw terimakasih banyak nih informasinya. Saya belum pernah baca buku karangan penulis ini
Ini ganjil genapnya di mana sih? Apa aku ada yg kelewat baca ya...
ReplyDeletePasti banyak yang relate sih ya urusan pencarian jodoh usia 30++ ini. But, bertemu dengan macam-macam lelaki ini yang jadinya lucu sekaligus menjengkelkan karena niat kita pasti udah serius cari jodoh kan lah malah ketemunya ama yang gitu-gitu.
Sumpah ya mbak, diantara sekian banyak buku-bukunya Almira Bastari. ini doang malahan yang ampe sekarang masih ke-skip, belum dibaca sama sekali, heuheu. Padahal buku-buku dia yang lain macem Resign, Agensi Rumah Tangga dan Home Sweet Loan, itu udah kubaca semua.
ReplyDeleteKu memang paling suka sama gaya nulisnya Almira Bastari tuh, ngalirrrr banget si. Terus konflik yang tersaji juga, mostly relate sama kehidupan orang disini.
Kurangnya cuma satu : Dia kalo ngasih ending, seringnya suka ngambang gituuuu. Makanya ku sebagai pembaca juga jadi agak gemess ya kadang. Berharap lebih, hahahaha
Saya juga suka buku-bukunya Almira Bastari,,,ceritanya tuh serasa nyata gak ada yang dibuat lebay dan berlebihan. Termasuk di buku ganjil genap ini,,,,tentang kisah Gala mencari pendamping hidup asli seruuu. Keren memang Almira Bastari ini kalau bikin novel,,,pantesan pada naik ke layar lebar.
ReplyDeleteAlmira Bastari jaminan produk novel yg segaarrr, renyah dan relatable dgn kaum "quarter life crisis" yak. 😅 dan memang persoalan cari jodoh tuh sesuatu yg wadidaw bangettt.
ReplyDeleteApalagi klo.umur dah kepala 3, beughh syusyaahhh
Sepakat banget kalau novel Ganjil Genap karya Almira Bastari ini bagus dan bukan novel romantis menye-menye. Banyak jokes dan gurauan segar serta ngebalnd sama bahasan.
ReplyDeleteKalau nggak salah, bakalan di filmkan ya? Kayaknya akan menarik sekali nih.
Novel Ganjil Genap karya Almira Bastari, 344 halaman yang worth it buat dibaca.
Waktu baca bagian Gala diputusin setelah 13 tahun pacaran pas mau umur 30, langsung kepikiran gimana rasanya jadi dia. Tekanan sosial di kita emang kadang bikin stres sendiri ya, apalagi kalau adik mau melangkah duluan. Jadi penasaran juga sama versi filmnya, apakah bisa se-menghibur novelnya atau enggak.
ReplyDeleteaku sudah baca novel ini dan nonton filmnya juga. bagiku novel almira bastari itu selalu seru buat diikuti karena relate banget dengan permasalahan yang terjadi di gen z dan pastinya gaya berceritanya juga asyik banget nggak heran sih akhirnya novel-novelnya difilmkan
ReplyDeleteKebayang dalam pikiranku tuh si Gala bakal galau setengah mati. wkwk.. mana kenal sama pria beristri, pria kutu buku dan bikin Gala jadi kesel nggak karuan.
ReplyDeleteTapi itu hanya imajinasiku mbak. Karena aku belum baca bukunya. Almira Bastari nih banyak bukunya yang menarik. Kalau nggak salah Home.Sweet Loan juga karyanya Almira juga kan ya.. Itu pun belum aku baca.
Pengen pinjem dari Ipusnas, ceki² dulu, semoga nanti nggak antri pas pinjem. Kalau buku populer kadang suka antri lama.. 🥲
Gala yang galau soal jodoh.
ReplyDeleteSesuatu dah kalau udah mengangkat kisah yang mungkin dianggap klasik tapi memang menarik.
Daku belum baca novelnya, tapi ini mah related deh sama dunia nyata. Soalnya kerap kali daku lihat update utas orang-orang yang juga merasakan kegalauan itu juga.
Rangkaian kalimat dari Almira Bastari perlu nih daku ketahui secara langsung.
Kok aku lupa ya ending cerita iniii hahahaha. Tp aku ga baca bukunya mba, cuma nonton filmnya. Nah waktu itu nonton Ama temen2 Malaysia, dan mereka bingung maksud ganjil genap Ini apa 😂😂. Aku KSH tahu aja ttg aturan berkendara di jakarta. Baru paham
ReplyDeleteNyesek sih yaa liat awalnya, dah lama jadian malah pasangan mutusin. Kebayang sakitnya...
Tp kocak pas gala ketemu banyak pria2 lainnya itu 🤭🤣.
sebenar orang yang bersangkutan baik-baik saja kalau belum menemukan jodoh. Yang jadi biang keroknya adalah lingkungan sekitar. Orang-orang yang terlalu sibuk ngurusin urusan orang. Yang mau nikah siapa, yang pusing siapa. Inilah menjadi tekanan, yang akhirnya orang yang bersangkutan memaksa diri mencari jodoh yang kadang tak sesuai, demi menutup mulut orang lain.
ReplyDeleteTema novelnya lagi sesuai ama kehidupanku nih, mencari jodoh. Meski bukan perempuan, mencari jodoh juga kewajiban laki2. Aku jd pgn tahu perspektif mencari jodoh bagi perempuan ini. Apalagi di usia yang sdh tdk muda lagi, khususnya perspektif di Indonesia yak. Kalo di luar negeri mah kyknya ya wajar2 aja tuh menikah di usia cukup matang.
ReplyDeletePenasaran juga sih ending novelnya. Mbak Gala akhirnya memilih kriteria pasangan spt apa. Ini bs jadi pedoman bagiku saat perempuan memandang laki2 sbg jodohnya, meski tak munafik harus sesuai selera.
Hmm... keren ya kalau ada cerita yang begitu fun soal jodoh di usia 30
ReplyDeleteAh, usia 30 masih begitu belia menurutku
Hanya saja masih ada yang suka cerita aneh aneh soal menikah dan usia yang sudah kepala 3 hehe
Makin penasaran baca sendiri
Wah saya jadi penasaran dengan bukunya. Setelah baca reviewnya memang related sekali dengan kondisi di tengah masyarakat kita saat ini. Mendekati usia kepala 3 dan belum menikah itu sepertinya "sesuatu" banget. Karena akan banyak suara sumbang yang muncul dari kanan-kiri. Saya jadi tidak sabar untuk berburu buku ini, supaya ada tambahan koleksi di rumah baca Cahaya Ilmu. Terima kasih sharingnya Mba.
ReplyDeletebelajar dari sinopsis novel ini menjadi referensi agar kita harus matang dalam menentukan pendamping masa depan. lika-liku pencarian jodoh dengan gaya humoris menjadi daya tarik tersendiri untuk segera memiliki buku novel ini.
ReplyDeleteAh iya, memang ya menjelang umur 30 klo masih single pasti galau banget soal jodoh
ReplyDeleteNovel ini menyajikan cerita yang memang real dalam kehidupan sehari-hari ya
Kalo drakor sering banget re-watch..
ReplyDeleteTapi bener niih.. buat novel, aku jarraang banget membaca ulang. Pasti ada yaa, insight insight baru yang mungkin terlewat ketika membaca pertama kali.
Almira selalu asik untuk dinikmati novelnya yaah..
Pantes kalo diangkat ke layar lebar..
Dulu saat masih muda *eaaaa ngrasa usia 30 tu dah ketuaan. Begitu udah jadi kepala 4 kalau mendengar usia seseorang 30 tu aku selalu bilang masih mudaaaaa wkwk :D
ReplyDeleteBegitulah ya pengalaman hidup selalu membawa ke perubahan2 mindset *eaaa :D
Ooo jadi pernah difilmkan ya Ganjil Genap ini?
Belum pernah baca novelnya dan belum pernah nonton filmnya.
Kirain tadi Gala tu cowok, ternyata cewek ya :D
Menarik juga dalam pencarian jodoh menemukan banyak pribadi2 lain yang mungkin beda jauh dari mantannya ya.
Penasaran juga sama endingnya akhirnya gimana, kok bikin nggak sreg mbak? hehe :D
ini salah satu novel yang kubaca berulang mbak. Suka dengan diksi, tema, alur cerita yang dibuat Almira Bastari. Lebih suka novelnya daripada filmnya. Secara perjalanan mencari cinta lebih seru di novelnya. Walaupun ga hepi ending tapi suka dengan plot twistnya akhirnya Gala tidak emmaksakan diri untuk menikah.
ReplyDeleteKisah Gala ini mirip kisah pribadiku wkwkwkwk