Semakin Banyak Belajar, Semakin Ringan Menjalani Peran sebagai Orang Tua

Monday, June 15, 2026


Hai semua…

Membaca artikel-artikel di Blog Bunda Belajar, terutama pada kategori Jadi Ibu, membuat saya bernostalgia tentang masa-masa saat pertama kali menjadi orang tua.

Ternyata, menjadi orang tua adalah pengalaman yang luar biasa bagi saya dan suami. Banyak hal tidak terduga yang kami alami selama prosesnya. Mulai dari masa kehamilan, melahirkan, hingga saat anak kami akhirnya hadir di dunia.

Apakah kami siap saat pertama menjadi orang tua? 

Bisa saya katakan tidak. 

Pengetahuan saya dan suami masih sangat sedikit terkait ilmu parenting karena memang kami belum mempersiapkan diri untuk masuk ke fase ini. Kami tidak tahu bahwa menjadi orang tua pun membutuhkan ilmu.

Saya pikir semua akan berjalan begitu saja. Namun, ketidaktahuan kami membuat masa kehamilan, melahirkan, dan masa awal memiliki bayi menjadi periode yang berat, melelahkan, sekaligus penuh perselisihan.


Ketika Kehamilan Mengubah Segalanya

Pada awal masa kehamilan, perubahan fisik dan psikis yang saya alami sempat membuat hubungan kami kacau. 

Mual, muntah, susah makan, dan mudah lelah membuat saya menghabiskan banyak waktu untuk beristirahat, bahkan tidur hampir sepanjang hari.

Suami yang belum paham tentang kondisi ini, dan tentu saja tidak bisa merasakan apa yang saya rasakan, belum bisa menerima kebiasaan baru saya. Dia jadi sering kesal, mungkin karena semua terjadi di luar ekspektasinya. 

Sementara itu, saya sendiri sedang berjuang menghadapi kondisi yang baru pertama kali saya alami. Siapa yang menyangka bahwa hamil akan seperti itu rasanya?

Seiring berjalannya waktu, kami sama-sama belajar. Membeli buku tentang kehamilan, bertanya kepada dokter dan tenaga kesehatan terkait, membaca artikel, berbagi pengalaman dengan teman dan keluarga yang telah lebih dulu mengalami, dan masih banyak lagi. Semua kami lakukan untuk menambah pengetahuan.

Seiring bertambahnya pengetahuan dan komunikasi yang kami bangun, semuanya menjadi lebih baik. Kami mulai saling memahami hingga semuanya berjalan lancar.


Belajar Menjadi Orang Tua Setelah Melahirkan

Hal serupa terjadi pada bulan-bulan awal setelah melahirkan. Perselisihan kecil sering terjadi karena kami belum memiliki banyak ilmu dan masih beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua. 

Apalagi saat itu saya harus bedrest selama 40 hari karena terjadi hal di luar kendali, yaitu jahitan pascamelahirkan yang lepas dan harus dijahit ulang. Setelah dijahit kembali, waktu yang dibutuhkan untuk pulih pun tidak sebentar.

Saya harus membatasi aktivitas agar jahitan tidak kembali terbuka. Rasa tidak berdaya membuat mental saya pun sedikit terganggu. Belum lagi kelelahan fisik dan minimnya pengetahuan dalam menangani bayi baru lahir.

Kombinasi hal-hal negatif itu membuat masa awal melahirkan itu menjadi salah satu momen terberat dalam hidup saya.

Akhirnya, dengan belajar, menambah pengetahuan, serta berbagi kisah dan pengalaman dengan teman-teman menjadi obat yang sangat mujarab untuk memulihkan keadaan. 

Memang terasa terlambat. Seharusnya kami belajar sejak sebelum masa kehamilan, atau bahkan sebelum menikah. Namun menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya. Siapa yang tahu apa saja yang harus dipelajari jika belum pernah mengalaminya?


Semakin Banyak Belajar, Semakin Ringan Menjalani

Berbekal pengalaman masa kehamilan, proses melahirkan, dan masa awal mempunyai bayi yang sangat minim ilmu, saya merasa tidak boleh lagi tertinggal informasi.

Saya mulai banyak membaca dan mencari tahu apa yang harus saya pelajari sebagai bekal untuk membersamai anak saya nantinya. Dari sana, pintu-pintu pembelajaran mulai terbuka lebih lebar. Semakin banyak membaca, semakin banyak berbagi pengalaman, dan semakin banyak informasi yang saya kumpulkan bersama suami, semakin ringan pula beban yang kami rasakan.

Sebagai orang tua, kita memang harus terus belajar. Semakin anak tumbuh besar, semakin banyak ilmu yang dibutuhkan. Informasi yang beragam akan melengkapi perjalanan kita sebagai orang tua.

Apalagi di era digital seperti sekarang, sangat mudah mendapatkan informasi dan ilmu yang kita butuhkan. Baik melalui seminar, pelatihan, buku, artikel, maupun berbagai sumber lainnya. Ilmu tersebut tidak hanya bisa didapatkan secara offline, tetapi juga melalui berbagai platform online yang mudah diakses.

"Mau menjadi dokter ada sekolahnya, mau menjadi pilot juga ada sekolahnya. Kita adalah orang tua yang tidak pernah sekolah orang tua. Jadi lebih baik segera belajar menjadi orang tua yang baik ketimbang hanya bisa memarahi dan menghukum anak setiap hari."

— Ayah Edy

Dari kutipan Ayah Edy di atas, kita diingatkan untuk terus belajar menjadi orang tua yang lebih baik.

Menjadi orang tua sesungguhnya adalah proses yang tidak pernah selesai. Seiring perkembangan anak, tantangan yang kita hadapi akan berubah, dan ilmu yang kita miliki pun harus terus berkembang. Sebagai orang tua, kita tidak boleh kekurangan ilmu karena dasar pendidikan anak ada di tangan kita.


You Might Also Like

0 komentar