Drini Park Gunung Kidul: Wisata Keluarga dengan View Laut

January 09, 2026


Saat liburan ke Yogyakarta pertengahan tahun lalu, saya dan keluarga mengunjungi Drini Park Gunung Kidul, salah satu destinasi wisata keluarga yang sedang populer di kawasan pantai selatan Jogja. Tempat ini saya ketahui dari rekomendasi teman, lalu saya cari informasinya melalui media sosial. Ternyata, selain menarik, harga tiket masuk Drini Park juga cukup terjangkau sehingga cocok untuk konsep liburan hemat yang kami rencanakan.

Baca juga: Liburan Hemat 5 Hari 4 Malam di Jogja (Part 2)

Drini Park berlokasi di kawasan Pantai Drini, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini memang dikenal memiliki deretan pantai indah, dan kehadiran Drini Park melengkapi pesona tersebut dengan konsep taman rekreasi modern. Tidak hanya menawarkan pemandangan laut, Drini Park juga menyediakan berbagai wahana permainan, spot foto estetik, serta fasilitas yang ramah untuk liburan keluarga.

Berikut pengalaman lengkap kunjungan kami ke Drini Park Gunung Kidul.

Lokasi dan Akses Menuju Drini Park

Kami menuju Drini Park setelah check-out dari The Royal Joglo Pantai Krakal. Jarak tempuh dari Pantai Krakal ke Drini Park sekitar 4 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 15 menit. Saat itu, meskipun sedang musim liburan, kondisi jalan cukup lengang tanpa kemacetan.

Situasi jalan menuju Drini Park
(Sumber: Google Maps)

Akses menuju Drini Park sudah baik dan mudah diikuti, terutama dengan bantuan Google Maps. Sepanjang perjalanan, pemandangan didominasi pepohonan hijau, ladang warga, serta kontur perbukitan khas Gunung Kidul. Beberapa tebing kapur terlihat di sisi jalan, menambah kesan alami dan tenang sebelum tiba di area wisata.

Harga Tiket Masuk Drini Park dan Jam Operasional

Sesampainya di lokasi, kami disambut area parkir yang luas dan tertata rapi. Dari kejauhan terlihat bangunan utama dengan desain atap melengkung organik dan kubah bertingkat yang cukup ikonik.

Area drop-off
(Sumber: Google Maps)

Harga tiket masuk Drini Park Gunung Kidul saat kami berkunjung adalah Rp25.000 per orang. Beberapa wahana dikenakan biaya tambahan, namun tersedia juga paket wahana dengan harga tertentu. Kami memilih tiket masuk saja karena tidak berencana mencoba banyak wahana.

Jam operasional Drini Park:

  • Weekday: 09.00–18.00 WIB
  • Weekend: 08.00–18.00 WIB

Tiket masuk sudah termasuk kupon potongan harga untuk pembelian es krim, es teh, dan sosis (masing-masing satu kali transaksi).

Area Lobi dan Kesan Pertama di Drini Park

Meski jalanan menuju lokasi sepi, area parkir ternyata sudah cukup ramai. Kami diturunkan di area drop-off, lalu driver membawa mobil untuk mencari tempat parkir.

Area lobi
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Saat memasuki area lobi Drini Park, kesan pertama yang muncul adalah tempat ini luas, bersih, dan tertata rapi. Area lobi memiliki atap tinggi dengan rangka besi hitam yang dipadukan panel kayu berwarna hangat. Pencahayaan alami dan lampu gantung bernuansa kuning membuat suasana terasa nyaman dan ramah.

Kanan: Penitipan barang dan Drini Shop. Kiri: Loket pembelian tiket
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Di sisi kiri lobi terdapat loket pembelian tiket, sementara di sisi kanan tersedia area penitipan barang dan kursi untuk pengunjung. Di tempat ini saya melihat beberapa kursi roda. Entah untuk dipinjamkan atau disewakan. Juga terdapat Drini Shop yang menjual berbagai suvenir dan oleh-oleh khas.

Wahana, Spot Foto dan Tempat Makan di Drini Park

Begitu masuk ke dalam, kami langsung disambut taman yang tertata rapi, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta berbagai wahana permainan. Dari beberapa titik, pemandangan laut biru terlihat jelas dan langsung memberi efek menenangkan.

Suasana di dalam kawasan
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebelum mencoba wahana, kami memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu. Kami melewati wahana Sky Ride, Magic Carpet, dan Waterplay. Jalur menuju area ini sedikit menanjak. Saya yang menggendong si bungsu mulai merasa lelah, lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di D’Cafe. Kami membeli es krim seharga Rp10.000 setelah menggunakan kupon potongan.

Di kafe ini, kami bisa menikmati es krim sambil memandang laut lepas yang memukau. Terdapat live music, meskipun tidak dimainkan terus-menerus. Lokasi kafe ini juga berdekatan dengan wahana Drini Slide, sejenis perosotan pelangi yang meluncur dengan ban itu lho. Tahu, kan? Tapi di sini warna perosotannya gradasi biru bukan pelangi.

Susana di D'cafe dan Drini Slide
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Saya sempat menawarkan si sulung untuk mencoba wahana tersebut, tetapi ia menolak. Padahal sebelumnya ia pernah mencoba wahana serupa di Florawisata Santerra De Laponte, Kabupaten Malang. Entah dia kapok atau sedang tidak ingin saja.

Baca juga: Liburan Sekolah ke Malang Raya (Bagian 1)

Setelah menikmati es krim, kami lanjut jalan kaki menuju area spot foto yang lokasinya berdekatan dengan restoran. Tersedia banyak spot foto dengan latar belakang laut lepas yang membuat hasil foto tampak estetik. Meskipun sempat mengantre, kami tetap mencoba beberapa spot.

Spot foto dengan latar laut
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Untung saja siang itu, meski matahari terik, tapi tidak terasa panas karena angin yang bertiup kencang. Saya malah lebih takut masuk angin saking kencangnya. Hahahaha…

Puas berfoto, kami menuju restoran. Rencananya kami akan makan siang di sana. Pemandangannya memang indah, tetapi karena restoran ini semi-outdoor dan angin berhembus cukup kencang, kami akhirnya membatalkan niat tersebut.

Di area restoran ini juga terdapat wahana Threesixty, berupa anjungan melingkar 360 derajat mengelilingi bangunan yang memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut biru, Pulau Drini, dan perbukitan hijau dari berbagai sudut. Spot ini sangat menarik untuk bersantai maupun berfoto.

Bangunan restoran dan interiornya, yang melingkar di dekat atap adalah wahana Threesixty.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Turun dari restoran, perut kami sudah semakin lapar. Saya pun teringat di dekat lobi ada area makan yang menjual sosis bakar. Saya pun memberi masukan untuk mengganjal perut dengan sosis bakar dulu, dan nanti makan siang setelah keluar dari Drini Park saja.

Ternyata, setelah sampai di bawah, sosis bakarnya masih antri. Akhirnya kami mencoba wahana dulu.

Si bungsu yang sudah bangun, ingin naik wahana kereta-keretaan bernama Mini Whoosh, dan si sulung ikut serta. Saya membeli tiket untuk bertiga dengan harga Rp15.000 per orang.

Naik Mini Whoosh. Tetap jalan walau cuma bertiga.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Usai naik Mini Whoosh kami kembali ke tempat penjualan sosis karena perut sudah semakin lapar. Ternyata area ini cukup luas, menyerupai foodcourt meskipun jumlah gerainya tidak banyak. Selain penjual sosis, ada satu gerai yang menjual makanan dan satu gerai minuman.

Suasana foodcourt.
Kanan: gerai minuman. Kiri: gerai makanan.
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kami pun memutuskan makan siang di situ. Angin kencang tidak terasa di area ini karena terhalang bangunan-bangunan yang lebih tinggi. Awalnya saya ingin memesan ayam krispi, tetapi sudah habis. Akhirnya kami memesan dua nasi goreng, satu siomay, dan satu soto ayam. Sementara itu, Ibu masih mengantre membeli sosis dan es teh.

Menu makanan dan nasi goreng yang sudah dimakan 😁
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Porsi siomay dan sotonya ternyata sedikit, sementara nasi goreng porsinya cukup normal. Soal rasa, semuanya standar. Dari segi harga, masih tergolong terjangkau dan lebih murah dibandingkan restoran di atas.

Baca juga: Keliling Dunia dalam Sehari di The Great Asia Africa

Setelah makan, kami bergantian melaksanakan salat Zuhur. Ternyata di dekat musala juga terdapat beberapa gerai yang menjual makanan, serta akses menuju proyek Drini Park Resort yang sedang dalam tahap pembangunan.

Sebelum pulang, kami mencoba wahana Sky Ride, sepeda gantung dengan lintasan di ketinggian. Saat itu sedang ada promo buy 1 get 1 free. Si sulung naik bersama papanya, sementara saya naik bersama ibu. 

Wahana Sky Ride
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Sebagai orang yang takut ketinggian, saya sempat ragu, tetapi rasa penasaran menang. Sepanjang perjalanan rasanya gemetar, apalagi ditambah angin yang cukup kencang. Meski begitu, pemandangan dari atas benar-benar menakjubkan. Kami bisa menikmati pemandangan laut biru, Pulau Drini, serta perbukitan hijau Gunung Kidul dari sudut pandang yang berbeda.

Karena hari sudah menjelang sore dan kami masih ingin melanjutkan perjalanan menuju Wonosari, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dari Drini Park. Tidak terasa, kami sudah menghabiskan waktu sekitar tiga jam di sana. Kami keluar melalui Drini Shop, sempat melihat-lihat beberapa suvenir, tetapi tidak membeli apa pun.

Setelah keluar dari Drini Shop, saya menghubungi driver dan meminta dijemput kembali di area lobi. Tidak lama kemudian, driver datang dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju Wonosari.

Hari itu, kami memang hanya mencoba dua wahana, tapi di sana masih banyak wahana lain yang bisa dinikmati berbagai usia.

Wahana lain yang bisa dicoba
(Sumber: Intagram Drini Park)

Fasilitas Umum yang Nyaman di Drini Park

Drini Park dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti toilet yang bersih, musala, ruang laktasi, dan first aid. Jalurnya juga relatif ramah bagi anak-anak dan orang tua. Meskipun ada yang sedikit menanjak, namun masih nyaman untuk dilalui dengan berjalan santai, termasuk bagi pengguna stroller atau kursi roda. Kebersihan area juga cukup terjaga, dengan tempat sampah yang tersedia di berbagai sudut.

Mushola dan akses ke Drini Park Resort
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Menurut saya, pengelolaan tempat wisata seperti ini patut diapresiasi karena memperhatikan kenyamanan pengunjung.

Tips Berkunjung ke Drini Park

Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut beberapa tips sebelum berkunjung ke Drini Park:

  • Datang di pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang aman untuk berjalan.
  • Jangan lupa sunblock, topi, atau kacamata hitam.
  • Siapkan ponsel dengan baterai penuh, karena banyak spot foto menarik.
  • Jika membawa anak-anak, pastikan selalu dalam pengawasan terutama di area bermain air.

Penutup: Drini Park, Wisata Keluarga Menarik di Gunung Kidul

Drini Park Gunung Kidul merupakan destinasi wisata yang cocok untuk liburan keluarga di Yogyakarta. Perpaduan taman wisata modern, pemandangan laut selatan yang indah, serta fasilitas yang memadai menjadikan tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan saat berlibur ke Gunung Kidul.

Meski tidak terlalu luas dan wahananya tergolong standar, Drini Park tetap menawarkan pengalaman liburan yang menyenangkan dan berkesan, baik untuk keluarga, pasangan, maupun solo traveler yang ingin menikmati suasana pantai dengan cara yang berbeda.


Bandung, 9 Januari 2026

Pukul 06.45 WIB

You Might Also Like

16 komentar

  1. Wahhhh ternyata luas sekali ya mba Drini Park ini..saya sendiri bwlum pernah berkunjung ke kawasan drini baik ke pantainya ataupun taman nya...apalagi sekarang ada wahana baru juga ya disana yaitu drini on the rock kalo gak salah namanya..yg semacam GWk itu jadi lorong di antara bebatuan yg tinggi..kapan2 mo maen ke gunung kidul deh biar bisa puas keliling drini 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak begitu luas kok mbak. Apalagi kalau dibanding wisata kaya Jatim Park gitu.

      Iya, On The Rock lagi hits. Kayanya liburan kemarin antriannya lumayan tuh. Sempat lihat di medsos.

      Delete
  2. ah aku catet dulu deh Drini Park untuk wishlist jika lain waktu kembali ke Jogja. Banyakan kami tinggal di hotel karena kalau lagi masa liburan, Jogja rame banget ya sama turis (termasuk sayah). Buat ibu saya yang menggunakan kursi roda, melewati area padat pengunjung bisa bikin gak nyaman.
    Tapi sebaiknya nginep di hotel yang dekat lokasi ini ya kalau mau ke Drini Park? Saya lihat jarak tempuh dari pusat kota lebih dari 1 jam dengan mobil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Drini Park jauh dari kota. Kurang lebih 2 jam perjalanan. Itu Drini Park mau buka resortnya kayanya. Di IG-nya sudah mulai diiklankan. Di kawasan ini ada pantai dan resto-resto juga. Yang terbaru dan lagi hits On The Rock, tapi masih rame banget. Saya ke sananwaktu liburan sekolah minggu kedua dan weekday. Sudah tidak begitu ramai.

      Delete
  3. Aku belum pernah ke Gunung Kidul mbak. Cuma memang kata teman yang ada di Jogja gunung kidul tuh punya tempat yang menarik seputar alam dan landmarknya. Aku lihat kok Drini Park ini cakep banget buat pepotoan, apalagi bisa lihat area pepohonan dan hijau-hijau di sekitarnya. Hehehe.. :D

    Sayangnya, kurang teduh ya mbak, kurang banyak pepohonan rimbun. Pasti anakku bakal seneng kalau diajak ke sini. Ada bongbong-nya tayo. Huhahaha.. :D

    ReplyDelete
  4. Saya baru tahu asa Drini Park ini Mbak. Mungkin karena kalau main ke Yogyakarta ya. Di seputar kotanya saja hehehe. Makanya wajib sesekali main jauh ya. Termasuk ke daerah Gunung Kidul. Dari view pantainya, ini mirip dengan pantai-pantai di Kebumen. Secara memang satu jalur pantai laut selatan. Drini Park rekomendasi tempat liburan keluarga. Walau tidak terlalu luas. Tapi sudah beragam wahana dan fasilitas yang lengkap.

    ReplyDelete
  5. Ihh kok bagus dan ciamik sekali kak tempatnya... Kemarin pas Mudik aku juga sempat mampir Jogja tapi nggak tahu kalau ada Drini Park. Tahu gitu daripada jalan-jalan di malioboro better kesini saja. huhu..

    aku mupeng banget kak mau niak SkyRidenya.. Mini Whoosh juga. Udah itu tiket tambahannya juga cukup murce.. Ahhh nyesel banget nggak tahu ini duluan. Tpi nggak apa. Soon kalau ke Jogja lagi aku mau ajak kesana.. hihi.

    Terimakasih Kak....

    ReplyDelete
  6. sampai sekkrng aku masihh kontekan sama bapa pengemudi yang dijogja, dan masih nanyain emba gimana gunung kidul nya , belum disilahturahmiin sama aku hehe , padahal dulu nurut aja ya sama bapa guide , ,bissa cerita aku soal paantai gunung kidul , dan pantai drini salah satu rekomendasi nya ( nangis T_T)

    ReplyDelete
  7. Eh, kukira ini tuh Obelix Sea view, ternyata bukan yaaa. Soalnya liat beberapa sudut sama arsitekturnya, kok ada kemiripaaaan.. hehehe. Tapi kalo liat-liat dari penapakannya, memang lebih luas dan keren ya mbak.
    Jadi kepingin melipir ke Gunungkidul lagi euy. Secara wisata disana memang juara banget... murah, tapi bagus-bagus viewnya.

    ReplyDelete
  8. Ini unik banget konsepnya karena posisinya taman bermainnya ada di samping pantai, ya. Jadi selain seru dengan segala wahana permainan dan spot foto yang instagamable, juga semakin dimanjakan dengan pemandangan indahnya laut biru. Keren sih, harus jadi wishlist ini Drini Park kalau traveling ke Yogya

    ReplyDelete
  9. Sayang sekali, aku pas ke Jogja cuma beberapa hari dan belum sempat mampir ke Drini Park Gunung Kidul. Padahal kalau ditelaah sangat banyak tempat ciamik ya. Secara fasilitas dan view nya pun cakep banget ini sih. Sebuah tempat wisata yang cukup rekomen buat dikunjungi. Semoga next bisa kesana juga, tertarik sama beberapa wahana nya.

    ReplyDelete
  10. Seperti terlambat membaca tulisan ini, karena baru saja pamit dari kota ini. Seandainya saja dibaca dua hari yang lalu, bisa jadi akan datang ke tempat ini.

    Penasaran dengan sky ridenya, sepertinya seru banget. Begitu juga kafenya. Menikmati es cream dan melihat laut, kalau kataku nikmat bumi banget.

    ReplyDelete
  11. duhhhh rasanya legaaaaa sepertinya memandang laut hehehe, saya jadi terbayang serunya makan es krim di D’Cafe sambil memandang laut lepas. Drini Park ini sepertinya paket lengkap ya, ramah di kantong tapi fasilitasnya tetap modern dan tertata rapi.
    Terima kasih tipsnya tentang angin kencang itu, penting sekali buat yang bawa anak kecil atau lansia. Jadi penasaran ingin coba Sky Ride-nya juga, meski sepertinya bakal sama gemetarnya dengan Mbak! Sukses terus blognya ya.

    ReplyDelete
  12. baca tulisan ini jadi ingat sama tempat wisata pitris yang ada di kebumen yang alhamdulillah aku pernah ke sana. Cuma kalau drini ini lebih banyak ya wahananya dan jadi penasaran nih sama sky drive nya apakah bakal bikin aku uji nyali kalau nyobain itu?

    ReplyDelete
  13. Kayanya kalau saya ke Yogyakarta pengen deh mengunjungi Drini Park bareng keluarga. HTMnya sangat terjangkau untuk ukuran tempat wisata. Luas banget ya dilihat dari luar tempatnya. Anak- anak patsi happy main ke sini. Naik wahana pun tiketnya sangat terjangkau dan untuk makanan pun juga terhitung murmer.

    ReplyDelete
  14. Estetik ya ternyata bangunan restonya pas dilihat dari agak jauh, bisa melengkung begitu.
    Masih terhitung terjangkau ya Ka untuk masuk ke sana dan bisa mencoba wahana yang ada. Cuma sepertinya nganter ya, karena banyak spot wahana yang ramai pengunjung, dan wajar sih, karena view nya ini indah

    ReplyDelete