Keliling Dunia dalam Sehari

Bandung selalu mendapat hati dari para wisatawan. Semakin banyaknya tempat wisata baru, khususnya di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi magnet yang tak bisa dielakkan. Terutama bagi warga Jawa Barat, Banten, Jakarta dan sekitarnya. Hampir setiap akhir pekan jalanan menuju lembang padat dengan kendaraan berplat dalam dan luar kota.


The Great Asia Africa

Salah satu wahana wisata terbaru di Lembang adalah The Great Asia Africa. Tempat ini baru beroperasi pada bulan Desember 2019 namun sudah begitu "hits" di media sosial. Lokasinya tepat berada di seberang Farmhouse Susu Lembang dan sepertinya juga satu manajemen, karena ketika berada di The Great Asia Afrika, saya menemukan beberapa petugas berseragam Farmhouse Susu Lembang.


Kamis, 23 Januari 2020 adalah tanggal yang kami tentukan untuk berkunjung kesana. Kami berencana berangkat dengan 6 orang personil, saya, suami, Yoshi, mama, papa dan keponakan. Sehari sebelum keberangkatan, tiba-tiba Yoshi batuk pilek. Sakitnya ini membuat kami sempat ragu untuk berangkat. Ditambah cuaca yang mendung sejak pagi hari membuat saya berpikir ulang untuk pergi. Namun suami dan papa meyakinkan untuk pergi. Keponakan yang sudah berangkat sekolah pun kami jemput di jam istirahat. Sekitar pukul 10.00 WIB kami pun berangkat ke lokasi dengan mengendarai taxi online.

Jarak dari rumah ke The Great Asia Africa sekitar 20 km dan perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 1 jam. Kami sampai berbarengan dengan rombongan wisatawan yang berjumlah puluhan orang. Kami pun minggir sejenak sebelum membeli tiket karena pintu masuk masih sangat ramai. Begitu kerumunan mulai berkurang, kami pun menuju loket pembelian tiket. Tiket masuk area wisata ini sebesar Rp. 50.000,00/orang (Harga sewaktu-waktu bisa berubah), tidak dibedakan antara pengunjung dewasa dan anak-anak. Untuk anak-anak wajib membayar tiket jika sudah berusia di atas 3 tahun. Tiket tersebut bisa ditukar dengan sosis, bandrek atau snow ice. Sebagian besar wisata di Lembang memang seperti itu. Tiket masuk bisa ditukar dengan makanan atau minuman.


Area Parkir dan Mushola

Begitu melewati pintu masuk, disebelah kanan terdapat bangunan mushola dan area parkir. Lalu kami melewati jalanan berhiaskan lampion berwarna merah, sebelum akhirnya disambut pusat informasi dan gerai penukaran tiket. Disamping gerai tersebut terdapat toko souvenir. Di seberang toko souvenir, ada Chocolate Factory yang bangunannya cukup unik untuk dijadikan tempat berfoto.


Lampion Merah

Area kedatangan. Dari kiri ke kanan : Pusat informasi, gerai penukaran tiket, toko souvernir

Area kedatangan (Chocolate Factory)

Di gerai penukaran tiket kami menukarkan tiket dengan 4 gelas bandrek dan 2 tusuk sosis. Lalu beristirahat sejenak menghilangkan rasa mual akibat melewati jalan yang berkelok-kelok. Ternyata tiket tidak hanya bisa ditukar di area pintu masuk, namun juga di area restoran bagian dalam yang dekat dengan lift.


Chocolate Factory
Sosis dan bandrek

Wisata di Dasar Lembah


Wisata di dasar lembah

Memasuki area wisata, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan perbukitan hijau yang begitu indah. The Great Asia Africa ini memang dibangun di wilayah perbukitan dan sebagian besar wisatanya terletak di dasar lembah. Untuk menuju ke bawah, pengunjung bisa memilih menaiki lift atau berjalan melewati ramp/jembatan berliku. Tertulis di sana bahwa lift di prioritaskan untuk ibu hamil, orangtua dan pengunjung yang tidak mampu berjalan ke bawah. Sebetulnya mama papa bisa saja naik lift, namun hari itu kami memilih untuk berjalan kaki menyusuri jalanan yang berliku. 


Lift / Gondola

Untungnya hari itu cuaca mendung sedari pagi, sehingga meskipun kami berkunjung di tengah hari tidak terganggu oleh sengatan matahari. Mungkin jika cuaca terik, akan cukup menguras tenaga dan cepat lelah. Apalagi dengan rute yang lumayan panjang dan medan yang naik turun. Bagi pengunjung yang membawa balita namun tidak membawa stroller, disini disediakan persewaan stroller.


Jalanan panjang berliku yang kami tempuh dengan riang gembira

Wisata ke Berbagai Negara

The Great Asia Africa ini mengusung tema yang unik. Begitu memasuki area wisata, pengunjung diajak untuk menikmati suasana berbagai negara Asia dan Afrika dalam satu lokasi. Tidak hanya bangunan, kita juga bisa belajar tentang kebudayaan serta menikmati aneka kuliner khas masing-masing negara. Kenapa dipilih tema negara-negara Asia dan Afrika? Sepertinya hal ini berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika yang digelar di Kota Bandung di masa lalu.

Negara pertama yang kami kunjungi adalah Korea Selatan. Disini kita dibuat seolah memasuki rumah tradisional Korea Selatan atau yang biasa disebut dengan Hanok. Pengunjung bisa menyewa pakaian tradisional korea, juga bisa belajar membuat kimchi, namun ketika saya berkunjung, sepertinya ada yang sedang melakukan syuting di area dapur sehingga saya cepat-cepat keluar. Di pintu keluar terdapat gerai yang menjual makanan khas Korea.


Pintu masuk Korea Selatan

Suasana di Korea Selatan

Area dapur

Gerai Makanan Korea

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke bawah sambil berfoto di sepanjang jalan. Perjalanan turun yang begitu panjang itu tidak terasa melelahkan karena perhatian kami terus dialihkan pada pemandangan indah dan spot-spot foto instagramable yang tiada habisnya. Bahkan saya dan suami sempat tertinggal jauh dari rombongan karena asyik berfoto-foto. Sampai akhirnya terdengar teriakan nyaring dari Yoshi yang memanggil mamanya. Saya pun langsung berlari ke bawah menyusul mereka.


Titik-titik foto menarik sepanjang perjalanan turun

Setelah Korea Selatan, kami memasuki wilayah timur tengah, dengan bangunan istana bak negeri 1001 malam dalam kisah Aladin. Namun sayangnya ketika kami datang wilayah ini masih dalam tahap pembangunan sehingga kami belum bisa bebas berfoto-foto. Kami melewatkan wilayah ini dan lanjut ke tujuan berikutnya.

Timur Tengah dalam tahap pembangunan

Selepas dari Timur Tengah, Pink City yang megah menyambut kami di dasar lembah. Miniatur Kota Jaipur di India dihadirkan disana dengan apik. Musik India yang terus diperdengarkan menambah kental suasana India wilayah ini. Apalagi ditambah wanita-wanita berbaju tradisional india yang asik berfoto-foto di taman bunga. Tinggal menari saja maka lengkap sudah seperti di film-film Bollywood. Pakaian tradisional itu memang disewakan. Jadi pengunjung bisa berfoto cantik dalam balutan busana India. Selain bisa menyewa pakaian, berbagai stand makanan khas india juga ada disana. Pengunjung tinggal memilih karena banyak sekali pilihan yang ditawarkan.


Gerbang Pink City

Suasana Kota Jaipur

Dari Pink City ini pengunjung bisa melanjutkan ke Jepang, Afrika atau Indonesia. Kami terlebih dahulu berkunjung ke Jepang karena tertarik dengan miniatur 10.000 Torii (gerbang) seperti yang ada di Kuil Fushimi Inari. Setelah melewati gerbang kami memasuki area taman indah khas jepang dimana berdiri miniatur kuil bernuansa merah putih di sana. Kuil-kuil di jepang memang sebagian besar mengadopsi warna merah pada bangunannya. Setelah kuil tersebut bangunan-bangunan khas Jepang dan kolam-kolam ikan semakin banyak dijumpai. Ada kolam ikan besar yang di atasnya bergantungan Koinobori aneka warna.


Miniatur 1000 gerbang


Miniatur kuil dan taman Jepang nan cantik

Kolam ikan khas Jepang

Nampaknya Jepang ini adalah wilayah terluas dibanding yang lainnya. Banyak aktifitas yang dapat dilakukan disini, seperti menyewa pakaian adat jepang, memberi makan ikan, face painting dan lain sebagainya. Ada bagian di wilayah ini yang didesain seperti toko-toko tradisional. Disana banyak dijual aneka souvenir dan makanan khas jepang.

Toko-toko makanan dan souvenir Jepang

Keluar dari Jepang kami masuk ke area makan yang terletak di tepi sungai. Disana ada bangunan besar bernama Panggung Nusantara yang mengusung bentuk rumah adat Sumatera Barat dengan atap-atapnya yang naik dan runcing di ujung. Di depan Panggung Nusantara terdapat meja-meja bulat dengan payung dan kursi di sekelilingnya. Di samping Panggung Nusantara terdapat restoran dengan tempat duduk lesehan di tepi sungai. Juga kedai kopi khas Turki bernama Tahze Kahve. Kami melewatkan area ini karena masih merasa kenyang setelah membuka perbekalan cemilan kami di wilayah Jepang tadi. Masuk ke The Great Asia Africa memang tidak ada pemeriksaan tas, sepertinya juga tidak ada tulisan dilarang membawa makanan dan minuman dari luar sehingga kami santai saja mengeluarkan perbekalan kami.


Panggung Nusantara dan area makan sekitarnya

Rute selanjutnya adalah mini zoo / animal park. Bagian ini adalah bagian favorit Yoshi dan sepupunya. Disana mereka bisa melihat beberapa koleksi hewan seperti hamster, keong, kura-kura mini, ayam, kelinci, marmut, domba, burung hantu, Iguana dan aneka burung-burung kecil. Disini pengunjung bisa memberi makan hewan atau berfoto dengan iguana besar dan burung hantu. Ada juga mainan anak berupa kuda-kudaan kayu yang jadi favorit Yoshi dan sepupunya. Di dekat pintu keluar terdapat wastafel lengkap dengan sabun cuci tangan. Pengunjung yang memegang dan memberi makan hewan bisa mencuci tangannya disana, tapi jangan kaget dengan sensasi dingin air khas pegunungan.


Animal Park

Beberapa hewan yang ada disana

Dari mini zoo, pengunjung juga bisa berjalan-jalan ke kebun bunga yang luas. Sayang medannya cukup menanjak di lereng bukit, sehingga kami melewatkan rute ini dan lanjut ke Afrika. Wilayah Afrika ini bangunannya lebih sedikit dibandingkan yang lainnya. Kami hanya berjalan melewatinya sampai akhirnya berjumpa dengan mushola dan memutuskan sholat disana. Penataan Mushola di dalam ini agak sedikit kurang bagus. Mungkin yang bagus yang di luar dekat area parkir, tapi saya tidak masuk kesana karena sudah sholat di dalam. 


Toko souvenir Afrika


Gerai makanan Afrika

Mushola di wilayah Afrika

Tujuan terakhir kami adalah mencari jalan menuju taman hortensia yang luas, yang terlihat indah ketika kami berada di Jaipur's Pink City. Akhirnya kami menemukan jalan menuju kesana dan kami pun beristirahat sambil menikmati hamparan kebun bunga yang luas dan sejuk di mata. Di area ini pengunjung bisa naik mobil terbuka, yg disebut ontang anting, untuk berkeliling kebun bunga. Terdapat juga Restoran dengan bangunan tradisional Indonesia yang berjajar menambah keindahan susana.

Taman bunga hortensia dan ontang anting (mobil terbuka) untuk berkeliling

Perjalanan kami berakhir di sana dan kami memutuskan untuk kembali ke atas. Sejujurnya saya ingin menaiki lift atau gondola, namun karena antrian cukup panjang, akhirnya kami kembali menyusuri jalanan berliku. Untung saja di setiap belokan terdapat kursi untuk beristirahat. Jadi kami bisa beristirahat terlebih dahulu jika merasa lelah. Kami berada di dalam area The Great Asia Afrika ini selama kurang lebih 3 jam. Itu pun sepertinya masih ada beberapa tempat yang terlewatkan. Lelah namun bahagia. Begitulah yang saya rasakan sepulang dari sana.

*****
THE GREAT ASIA AFRICA
Jalan Raya Lembang No. 71
Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Jawa Barat 40391

Telp 0811-2166-000

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Menginap di Hotel Berbintang (Keraton Jimbaran Resort and Spa)

Berburu Seafood sampai ke Ujung Pulau