Percobaan Membuat Komposter Polybag

February 27, 2021

Sabtu, 20 Februari 2021 yang lalu, di wag Kampung Komunitas Ibu Profesional Batam diadakan diskusi whatsapp (Diswap) dengan topik "Buat Pupuk Itu Mudah". Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati "Hari Peduli Sampah Nasional" pada tanggal 21 Februari.


Peringatan ini bertujuan mengenang tragedi yang terjadi di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005 silam. Tragedi ini terjadi karena curah hujan tinggi serta ledakan gas metana pada tumpukan sampah yang menyebabkan terjadi longsor. Tragedi menyebabkan lebih dari 100 jiwa meninggal dunia dan dua kampung hilang.


Ternyata di Indonesia membuang sampah pada tempatnya saja tidak cukup. Sampah-sampah kita itu hanya berpindah dari rumah menuju TPA. Entah sampai kapan TPA-TPA itu bisa menampung sampah yang kita hasilkan setiap harinya. Karena itu, setiap rumah harus melakukan usaha untuk mengurangi sampah keluar dari tempat tinggal mereka sebagai solusinya.


Dalam diskusi minggu lalu, kami membahas bagaimana mengolah sisa sampah organik rumah tangga, salah satunya dengan cara membuat komposter. Ada berbagai macam jenis komposter yang bisa dibuat. Dari yang paling sederhana hingga cukup rumit.


Salah satu materi dari diswap

Rumit? Sebetulnya tidak juga, sih. Hanya saja alat dan bahan yang dibutuhkan mungkin tidak semudah komposter sederhana. Untuk jenis-jenisnya yang beraneka ragam, mungkin akan saya bahas di lain kesempatan.


Bahan materi diswap lainnya

Pada tulisan kali ini, saya hanya akan membahas tentang komposter yang saya coba buat. Sebetulnya saya ingin membuat komposter pot, mengingat ada 5 buah pot kosong yang belum saya gunakan. Sayangnya saat saya periksa, pot-pot tersebut tidak berlubang. Komposter pot membutuhkan lubang udara di bagian bawahnya. Untuk apa? Lubang itu dibutuhkan sebagai sirkulasi udara.


Karena sudah ingin sekali mempraktekkan ilmu yang saya dapat, saya pun memanfaatkan media lain yang ada di rumah, yaitu polybag. Kebetulan banyak sisa polybag yang saya gunakan sebelum membeli pot. Saya takut jika ditunda-tunda nanti semangatnya menguap dan tidak kunjung membuatnya seperti yang sudah-sudah. 😁


Pertama, saya meletakkan daun-daun kering di bagian dasar polybag, lalu saya menutupnya dengan tanah. Setelah itu saya masukkan sampah organik yang telah saya kumpulkan dan menutupnya dengan tanah kembali. Sampah organik yang saya masukkan hanya sisa-sisa dari sayur atau buah segar, untuk tulang, sisa daging, dan sisa makanan saya belum mencobanya. Terakhir saya menyiramnya dengan air sisa mencuci beras.


Tahapan membuat komposter yang sempat saya dokumentasikan:
1. Memasukkan sampah organik
2. Menimbun dengan tanah
3. Menutup dengan daun kering

Tahapan memasukkan sampah organik, menutup dengan tanah dan menyiram dengan air beras ini saya lakukan hingga polybag penuh. Lalu setelah penuh, saya tambahkan lagi daun-daun kering di atasnya. Kebetulan hari ini komposter pertama saya baru penuh. Besok kita beralih ke komposter berikutnya.


Untuk komposter pot ini ada yang mencontohkan bagian atasnya ditutup dengan plastik/kresek. Ada juga yang dibiarkan terbuka dan disimpan di tempat yang teduh (tidak terkena hujan). Nah, saat ini yang saya coba praktikkan adalah yang menggunakan sistem terbuka.


Awalnya saya tidak tahu apakah polybag bisa digunakan untuk membuat kompos. Saya tetap mengikuti tahapan-tahapan yang dijelaskan selama diswap. Hanya saja medianya saya ganti dengan polybag. Ternyata setelah saya mencari informasi lebih lanjut, ada juga orang-orang yang membuat komposter dengan menggunakan polybag dan sampah-sampah organik itu benar-benar bisa terurai menjadi kompos.


Apakah komposter saya akan berhasil? Kita tunggu kira-kira satu bulan lagi. Semoga saja percobaan saya sukses. Jika gagal, mari coba lagi dengan cara lainnya karena sepertinya tahapan yang saya lakukan tidak benar-benar sesuai dengan teori.


Sampah kita adalah tanggung jawab kita. Mari kita olah sampah mulai dari rumah!


Doakan saya tetap konsisten, ya! 😁


Batam, 27 Februari 2021

19.20 WIB

You Might Also Like

4 komentar

  1. Rapi dan runut tutorial compostingnya. Bisa langsung dipraktikkan.

    ReplyDelete
  2. Rajinnya Asri. Salut bacanya. Sebenarnya aku pun pengen bisa buat komposter sendiri kaya gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pun akhirnya praktek setelah sekian lama terus ditunda-tunda, Teh :D

      Delete