Menikmati Makanan Khas Anambas di RM. Mie Tarempa Tiban

October 31, 2020

Setelah pindah ke Batam, saya mulai mengenal makanan-makanan baru yang sebelumnya belum pernah saya makan. Salah satunya adalah mie tarempa. Mie ini adalah makanan khas kabupaten Anambas. Secara tampilan, mie tarempa mirip dengan mie Aceh, bumbunya sarat dengan rempah-rempah, namun mie yang digunakan lebih tebal dan kenyal. Ciri khas lainnya adalah daging ikan yang dicampurkan dalam mie. Menurut indera pengecap saya, daging yang digunakan mirip daging ikan tongkol.

Tampak Depan Rumah Makan

Baca juga : Berburu Seafood Sampai ke Ujung Pulau


Mie tarempa ini banyak dijual di Kota Batam. Salah satu tempat yang menjadi favorit saya adalah RM. Mie Tarempa (Tiban) yang terletak di Komplek Ruko Tiban Center Blok L No. 5, 6 & 7. Rumah makan dengan konsep semi terbuka ini sederhana namun bersih dan nyaman. Apalagi disediakan wifi gratis dari pukul satu siang hingga malam hari. Tapi anehnya rumah makan ini lebih rame di jam sarapan daripada saat jam makan siang atau makan malam. Bahkan saat weekend.

Menu RM. Mei Tarempa

Ada banyak pilihan menu yang bisa dipilih di sini. Sebagian besar makanannya adalah makanan khas Anambas. Favorit saya adalah mie tarempa, nasi goreng, gado-gado, nasi dagang dan luti gendang. Makanan yang saya sebutkan, meski beberapa namanya mirip dengan makanan di daerah lain, namun isi dan rasanya memiliki keunikan tersendiri. Selain makanan berat tersedia juga jajanan dan minuman-minuman untuk menemani hidangan utama. Satu porsi makanan di sini seringkali terasa kurang mengenyangkan sehingga tak jarang saya menambah jajanan-jajanan itu.

Aneka jajanan

Mie Tarempa

Dari kiri : Mie Kering, Mie Lembab, Mei Kering
Mie tarempa yang dijual disini memiliki tiga pilihan penyajian. Mie kering, lembab atau basah. Ketiganya memiliki sensasi yang berbeda ketika di makan. Menurut saya, yang paling kuat terasa bumbunya adalah mie kering, namun saya sendiri lebih senang mie lembab dengan sedikit kuah.

Acar Cabe Hijau
Mie ini biasanya disajikan dengan potongan cabai hijau kecil yang diolah seperti acar. "Sambal" semacam ini memang baru saya temukan disini. Menurut suami saya "sambal" itu yang membuat rasa mie semakin nikmat. Ada tambahan rasa asam pedas dari "sambal" tersebut. Saya sendiri belum pernah mencoba karena tidak kuat makan pedas.


Nasi Goreng Tarempa

Nasi Goreng Tarempa

Nasi goreng di sini juga mempunyai rasa yang berbeda dari nasi goreng pada umumnya. Mungkin karena ditambahkan bakso ikan ke dalamnya, juga dilengkapi dengan taburan daun seledri. Dua bahan yang tidak pernah saya temui pada nasi goreng yang pernah saya makan sebelumnya. Awal makan ini terasa tidak biasa di lidah, namun lama-kelamaan saya semakin suka. Apalagi anak saya, setiap makan di sini dia pasti memesan nasi goreng dan jus alpukat.


Gado-gado Tarempa

Gado-gado Tarempa

Jangan berharap menemukan banyak sayuran dan lontong seperti pada gado-gado lainnya. Gado-gado di sini hanya berisikan mie kuning, tahu goreng, kentang rebus, telur rebus dan irisan timun. Lalu disiram dengan bumbu kacang dan ditambahkan kerupuk udang. Tidak lupa dilengkapi dengan sambal. Sambalnya ini mirip dengan sambal terasi tapi baunya lebih menyengat.


Baca juga : Menikmati Masakan Sunda di Sindang Reret Bandung


Nasi Dagang

Nasi Dagang
Nasi dagang adalah salah satu makanan khas melayu. Nasi ini rasanya mirip nasi uduk. Disajikan dalam porsi kecil yang dibungkus daun pisang dan dilengkapi dengan lauk ikan tongkol yang berbumbu khas dan potongan telur. Bumbu ikannya memiliki perpaduan, manis, asin, pedas yang pas. Dari segi porsi dan penyajian, nasi dagang ini mirip nasi kucing di Yogya atau nasi jinggo di Bali. Untuk menu ini hanya bisa dinikmati di pagi hari.


Luti Gendang

Luti Gendang

Luti gendang. Namanya saja terdengar unik, ya? Luti gendang di sini adalah sejenis roti goreng yang diisi dengan abon ikan tongkol. Rasanya manis, gurih dan pedas bercampur menjadi satu. Awal makan luti saya juga merasa aneh. Namun semakin sering memakannya, rasanya semakin enak. Bahkan sekarang saya bisa menghabiskan lima biji luti gendang sekali duduk.


Rumah makan ini memiliki beberapa cabang selain yang ada di Tiban. Bagi kalian yang berkunjung ke Kota Batam, tempat yang satu ini bisa kalian masukkan dalam daftar yang wajib dikunjungi. Dijamin lidah kalian akan dimanja dengan sempurna. Apalagi harga makanannya juga cukup terjangkau. Perut dan kantong bisa dipastikan aman. Bagaimana? Tertarik mencoba?

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wihh kangen jalan2 plus wiskul nih. Semoga bisa main k batam tempat mba asri. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga kita jumpa di sini ya kapan2. Atau kalau gak ya di Bandung hehehe

      Kangen banget jalan2 dan wiskul jg

      Delete