Klasifikasi Bus Berdasarkan Tujuannya
June 07, 2020![]() |
Bepergian lewat jalur darat adalah cara termudah dan termurah untuk melakukan perjalanan, baik jarak dekat maupun jarak jauh. Salah satu transportasi yang menjadi favorit adalah bus. Saya sendiri sering menggunakan moda transportasi satu ini. Baik untuk perjalanan di dalam kota, antar kota, bahkan antar provinsi. Berikut klasifikasi bus menurut tujuannya berdasarkan pengamatan saya pribadi.
Baca juga : Naik Kereta bersama Balita
Bus Kota / City Bus / Transit Bus
Bus Kota adalah bus yang mengantarkan penumpang dari satu wilayah ke wilayah lain dalam satu kota. Bus ini umumnya berhenti di halte-halte yang tersebar di berbagai wilayah. Bus Kota yang pernah saya naiki selama ini adalah Trans Jogja di Yogyakarta, Trans Sarbagita di Kabupaten Badung-Bali, dan Trans Batam di Kota Batam. Bus di Singapura mungkin juga bisa dimasukkan ke dalam City Bus ini, karena jarak dan waktu tempuhnya tidak terlalu jauh.
![]() |
| Kiri ke kanan: Trans Jogja, Trans Batam, Trans Sarbagita (Bali) Sumber: Google |
Bus kota saat ini sudah jauh lebih rapi. Kursi yang empuk serta pendingin ruangan membuat penumpang semakin nyaman. Namun kekurangan bus kota di Indonesia adalah jadwal kedatangan yang masih belum pasti. Bus kota yang menjadi favorit saya tentu saja adalah yang saya naiki di Singapura, karena dari segi ketepatan waktu mereka bisa diandalkan. Untuk di Indonesia, dan yang pernah saya coba, Trans Jogja masih menjadi juara, walaupun saya mencobanya sudah sekitar 10 tahun yang lalu (atau lebih?).
Baca juga : Naik Ferry ke Singapura Asik Juga
Bus antar Kota dalam Provinsi
Bus antar kota biasanya digunakan untuk bepergian dari satu kota ke kota lainnya. Kita bisa menaiki bus ini dari terminal yang ada di tiap kota. Berbeda dengan bus kota, biasanya penumpang tidak boleh turun sebelum sampai ke kota tujuan, namun terkadang ada juga yang bisa turun di kota lain sebelum kota tujuan. Dulu saya sering menggunakan layanan bus ini jika hendak bepergian ke Kota lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Lamongan, Blitar, Pasuruan, Mojokerto dan lain sebagainya.
Ada dua jenis bus antar kota yang saya tahu. Bus Ekonomi yang tanpa pendingin ruangan serta Bus Patas (Cepat dan Terbatas) yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Bus ekonomi ini tarifnya relatif murah jika dibandingkan Patas. Waktu saya masih sering naik, perbandingannya bisa 1:3, cukup signifikan bagi mahasiswa berkantong tipis. Karena itu, jika bepergian bersama teman-teman, kami lebih memilih menggunakan bus ekonomi. Selain hemat juga lebih seru karena bisa menikmati penampilan para musisi jalanan. Bus ekonomi yang paling saya ingat adalah bus bergambar panda yang bernama "Restu".
![]() |
| Kiri ke kanan: Bus ekonomi "Restu", Bus Patas (Sumber: Google) |
Bus ekonomi memang lebih bebas jika dibandingkan Bus Patas. Bus Patas hanya membatasi penumpang sebanyak jumlah kursi yang tersedia, sedangkan bus ekonomi bebas menaikkan penumpang berapapun, bahkan sampai berjubel di lorong antar kursi. Jika Bus Patas hanya menaik-turunkan penumpang di tempat khusus, bus ekonomi bebas menaikkan penumpang dimana saja. Tidak hanya penumpang, pedagang, pengamen, bahkan penyair pun bebas naik turun. Karena itu kita harus berhati-hati dengan barang bawaan, biasanya copet pun ikut berkeliaran. Apalagi di bus yang penuh sesak hingga penumpang harus berdiri di lorong tempat duduk. Pastikan untuk memegang erat-erat tas di depan dada.
Bus antar Kota antar Provinsi
Bus antar kota antar provinsi ini hampir sama dengan bus antar kota biasanya, namun sebagian besar beroperasi di malam hari, atau biasa disebut bus malam, terutama untuk bus kelas eksekutif. Selain itu, bus antar provinsi biasanya juga dilengkapi toilet di dalamnya. Untuk jenis bus ini, saya hanya pernah menaiki tujuan Malang-Denpasar dan Malang-Yogyakarta. Untuk tujuan Malang-Denpasar ada dua "nama" yang paling saya ingat karena pelayanannya yang baik, yaitu Simpatik dan Gunung Harta.
![]() |
| Kiri ke kanan: Bus Simpatik, Bus Gunung Harta (Sumber: Google) |
Sebagian besar bus antar provinsi manyediakan snack dan air minum bagi penumpang. Untuk perjalan lebih dari 8 jam, biasanya penumpang mendapatkan tambahan jatah makan malam, seperti pada bus malam yang biasa saya naiki jika bepergian ke Bali. Bus akan berhenti di sebuah rumah makan, lalu penumpang bisa turun untuk istirahat, salat, dan makan. Makanan yang disajikan biasanya dalam bentuk prasmanan.
Bus Pariwisata
Bus pariwisata ini biasanya disewakan untuk tujuan wisata. Bus ini boleh disewa kemana saja, sepaket dengan pengemudinya. Untuk bus jenis ini saya sudah sering menaiki. Sekarang ini fasilitas yang semakin lengkap. Tidak hanya pendingin ruangan, bahkan banyak yang dilengkapi alat karaoke dan wifi di dalamnya.
Bus Tour dalam Kota
Saat ini mulai bermunculan kota yang menyediakan bus yang melayani tour di dalam kota. Seperti Bandros (Bandung Tour on Bus) yang ada di Kota Bandung. Wisatawan bisa menaiki bus ini untuk menikmati dan mengunjungi tempat-tempat terkenal dan bersejarah di Kota tersebut. Biasanya disediakan pemandu wisata yang akan memandu kita selama perjalanan. Selain Bandung, Surabaya, Solo, Malang, Semarang, Jakarta dan beberapa kota lainnya juga dikabarkan memiliki bus jenis ini.
![]() |
| Kami dan Bandros |
Begitulah pengalaman saya sebagai penumpang bus. Bagaimana pengalaman kalian?
*****
Tulisan ini sebagai lanjutan kolaborasi saya bersama sesama #emakpejalan yaitu Ainun Jafar. Pengalaman berjalan-jalannya yang sudah mendunia dan konsistensi menulisnya membuat saya kagum, karena itu saya terima dengan senang hati ajakan kolaborasinya. Tema yang kita angkat minggu ini adalah Bus. Tema apa yang akan kami angkat berikutnya? Tunggu minggu depan ya!





17 komentar
Jadi merasa lebih dekat dengan bus, selama ini aku jarang naik bus karena punya asam lambung. Jadi bus menjadi transportasi yang paling kuhindari Mba, makanya klasifikasinya, kategorinya aku tak tahu menahu. Mungkin satu-satunya bus yang kunaiki dalam 1 tahun terakhir (selain kemaren menjajal transjakarta 2-3 kali) ya bus wisata atap terbuka, hehe.
ReplyDeleteUdah bertahun² aku nggak naik Bus mbak... Baru naik bus tuh dua hari kemarin pas nganter kegiatan sekolah anakku. Sekolahnya tuh ngadain outing naik Macito (Bus City Tour Malang), rasanya nano² berasa kayak sekolah lagi. Wkwkwk..
ReplyDeleteDan kemarin lanjut di ajak suami naik Transjatim meski cuma dari rumah ke terminal terdekat aja. 🤣
Jadi senang aku, ngelihat banyak bus yang makin beragam sekarang, Dan busnya pun bersih dengan sopir yang amanah. Semoga kedepannya armada² tetap bersih dan sopir² bus ini pun semakin baik. Jadi nggak ada alasan transport umum dipandang sebelah mata lagi. 🥰
Hampir semuanya udah aku coba, Alhamdulillah. Yang paling sering tentunya Bus AKAP, alias antar kota antar provinsi ya. Karena yha namanya perantau, seringkali daku tuh dulu pulang pergi Kuningan - Jakarta. Kalo dulu, sekali jalan tuh bisa ngabisin waktu 6-8 jam. Tapi sekarang semenjak ada tol cipali, palingan abis waktunya ya kisaran 3-5 jam aja.
ReplyDeleteYang aku belum cobain itu Bus Tour dalam kota sih ya. Kalo di Jakarta udah pernah, tapi kalo Bus Kemuning yang keliling Kuningan, itu jujur aku sampe sekarang masih penasarannnnn euy. Pengen cobain.
Kemarin jalan-jalan keliling Jakarta pakai Tranjakarta, bus andalan Jakarta yang termasuk city bus. Selain nyaman, ongkosnya juga murah, udah gitu cara bayarnya juga sudah efisien banget dengan taping, bisa menggunakan berbagai kartu seperti e-money, flazz, atau kartu dari pemerintah Jakarta, Jaklingko
ReplyDeleteAku penasaran Pengan coba naik bus antar Provinsi sih 😍 kayaknya bakalan jadi perjalanan panjang yang seru banget. Soalnya selama ini keseringan sih naik bus dalam Kota atau sesekali bus antar Kota.
ReplyDeletePenasaran juga di rute tertentu apakah tol nya macet atau gimana kondisi terkini di sekitaran tol dan rute yang dilalui bus.
Bandros, belum kesampaian saya naikin pas ke Bandung. Udah sempet antri tapi ngetemnya lama banget karena hari biasa huhuhu.
Aku jadi ingat pertama kali ke Jakarta, naik bus antar kota Provinsi. Jarak jauh dengan kecepatan yang luar biasa. Apalagi ada sopir pengganti, jadi 24 jam terus bergerak.
ReplyDeleteNah untuk Bus tour dalam kota,
seperti Bandros (Bandung Tour on Bus) aku belum pernah, sebenarnya pengen banget, tapi waktunya ga pas terus. Begitu juga yang ada di Jakarta, bolak balik liat, tapi belum juga bosa nyobain. Semoga 2026 bisa kesampaian.
Saat ini semakin banyak kota yang mengoptimalkan kendaraan umumnya untuk berwisata dan peminatnya cukup banyak ya. DAri beberapa artikel yang saya baca terkait bis wisata ini, peminatnya cukup banyak juga. Bagus sih tujuannya agar penumpangnya bisa mengenal kota tersebut dalam jangka waktu yang singkat
ReplyDeleteya Allah aku baru tahu patas itu cepat dan terbatas hehe, antar provinsi sih teh yang aku belum pernah ehh Jakarta juga provinsi ya tapi da Bandung Jakarta maah deket yaa ccuma 4 jam mungkin fasilitas alhamdulillah nyaa di ac dan wc kali ya , btw jadi kngen bandros nih
ReplyDeleteaku jaraaanggg bgt ke luar kota.
ReplyDeletetapi klo ke Malang (tujuan yg terdekat dari Sby) aku prefer naik bus. karena 24 jam adaaa.
ga kyk KA yg jadwalnya terbatas bgt ya kan
Banyak aneka bus yang tersedia di berbagai tempat ya, karena menjadi jembatan penghubung masyarakat sebagai alat transportasi. Pastinya Tiap-tiap bus disesuaikan dengan kondisinya sesuai kebutuhan
ReplyDeleteSaya itu awalnya tidak suka naik bus Mbak. Karena saya mabukan. Tapi lama-lama sudah terbiasa. Makanya saya sudah coba semua bus. Selain Transjakarta, sya sudah pernah coba bus kota di Yogya,solo dan Makassar. Kalau saya ga kuat naik bus ekonomi karena panas dan kadang bau bensin. Jadi saya naik patas saja. Kalau buas antar provinsi memang banyak jalan yang sore. Jadi dalam perjalanan itu malam dan bisa tidur. Tapi karena saya justru di perjalanan tidak bisa tidur maka saya pilih yang jalan pagi hehehe.
ReplyDeleteJadi ingat dulu naik bus AKAP tujuan Dps-Kediri. Saat masih kuliah, bus udh jadi pilihan termurah utk bs mudik. Tapi aku lupa dulu nama POnya apa. Kyk Harapan Jaya gitu deh. Jadi dulu beli sandal gunung yg terkenal seantero pendaki itu. Pertama kali beli sandal bermerek yang harganya ya ga murah menurutku. Krn biasanya kalo lebaran ya cmn pake sandal ga sampe 50ribu.
ReplyDeleteTapi kali ini beli yg agak mahalan biar awet sekalian buat self reward. Naasnya, sandal itu aku taruh di rak atas penumpang itu loh. Kan suka ada rak buat naruh bawaan. Pas turun, aku lupa ambil. Ingatnya pas udh di rumah. Pas mau balik buat ambil lagi, jaraknya lumayan. Ada kali 30km an ke PO-nya. Saat itu belum ada layanan CS yg gampang buat dihubungi kalo ada barang hilang. Ponsel aja dulu aku blm pny. Jadi hrs ngerelakan deh sandal gunung baru itu. Hiks.
Eh jadi ingat mau ajak anak tur naik bis nih
ReplyDeleteSemoga dapat tiket
Naik bus itu memang sedikit repot tapi lebih cepat sampai
Tergantung juga sama traffic di jalan
Pastinya kalau dari Surabaya mau ke Malang, enak naik bus, haha
Kalau saya mba penasaran tuh pengen nak bis yang kita bisa tidur di dalamnya, beneran tidur ada kasurnya gitu. Apa sih nama bis nya yaaa wkwkwk..lupaa.. nhaman banget itu sepertinya naik bis tapi bisa tidur.
ReplyDeleteDulu zaman mahasiswa tiap hari saya naik bis Damri Dipati ukur jatinangor...bisnya masih bis jadul...kenangan tak terlupakan deh.
pastinya aku punya pengalaman berkesan dengan bus, bus udah akrab dengan aku dari bayi mungkin. Kalau mudik ke surabaya, kalau gak naik kereta, ya pilihannya naik bus.
ReplyDeleteWaktu TK, karena sekolahku jauh, sama bapakku naiknya bis kota yang mini itu, kayak Damri.
terus kuliah juga di luar kota, jadi cukup sering naik bis antar kota juga
terus waktu SD waktu di jakarta juga naik bis tingkat, ini memorable banget buatku, tahun 90an Jakarta gak sepadet sekarang
Dulu jaman kuliah aku sering banget bepergian ke luar kota di pulau Jawa naik bus kota seru dan asyik apalgi bareng teman teman seperti piknik di mobil besar hehehe
ReplyDeleteBus adalah salah satu alat transportasi yang banyak menjadi pilihan ya mbak
ReplyDeleteSekarang itu di beberapa kota banyak bus wisata
Di Surabaya misalnya, ada SSCT Bus