Keliling Dunia dalam Sehari di The Great Asia Africa
February 18, 2020
Bandung selalu mendapat hati dari para wisatawan. Semakin banyaknya tempat wisata baru, khususnya di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, menjadi magnet yang tak bisa dielakkan. Terutama bagi warga Jawa Barat, Banten, Jakarta dan sekitarnya. Hampir setiap akhir pekan jalanan menuju lembang padat dengan kendaraan berplat dalam dan luar kota.
![]() |
| The Great Asia Africa |
Salah satu wahana wisata terbaru di Lembang adalah The Great Asia Africa. Tempat ini baru beroperasi pada bulan Desember 2019 namun sudah begitu "hits" di media sosial. Lokasinya tepat berada di seberang Farmhouse Susu Lembang dan sepertinya juga satu manajemen, karena ketika berada di The Great Asia Afrika, saya menemukan beberapa petugas berseragam Farmhouse Susu Lembang.
Kamis, 23 Januari 2020 adalah tanggal yang kami tentukan untuk berkunjung kesana. Kami berencana berangkat dengan 6 orang personil, saya, suami, Yoshi, mama, papa dan keponakan. Sehari sebelum keberangkatan, tiba-tiba Yoshi batuk pilek. Sakitnya ini membuat kami sempat ragu untuk berangkat. Ditambah cuaca yang mendung sejak pagi hari membuat saya berpikir ulang untuk pergi. Namun suami dan papa meyakinkan untuk pergi. Keponakan yang sudah berangkat sekolah pun kami jemput di jam istirahat. Sekitar pukul 10.00 WIB kami pun berangkat ke lokasi dengan mengendarai taxi online.
Jarak dari rumah ke The Great Asia Africa sekitar 20 km dan perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 1 jam. Kami sampai berbarengan dengan rombongan wisatawan yang berjumlah puluhan orang. Kami pun minggir sejenak sebelum membeli tiket karena pintu masuk masih sangat ramai. Begitu kerumunan mulai berkurang, kami pun menuju loket pembelian tiket. Tiket masuk area wisata ini sebesar Rp. 50.000,00/orang (Harga sewaktu-waktu bisa berubah), tidak dibedakan antara pengunjung dewasa dan anak-anak. Untuk anak-anak wajib membayar tiket jika sudah berusia di atas 3 tahun. Tiket tersebut bisa ditukar dengan sosis, bandrek atau snow ice. Sebagian besar wisata di Lembang memang seperti itu. Tiket masuk bisa ditukar dengan makanan atau minuman.
![]() |
| Area Parkir dan Mushola |
Begitu melewati pintu masuk, disebelah kanan terdapat bangunan mushola dan area parkir. Lalu kami melewati jalanan berhiaskan lampion berwarna merah, sebelum akhirnya disambut pusat informasi dan gerai penukaran tiket. Disamping gerai tersebut terdapat toko souvenir. Di seberang toko souvenir, ada Chocolate Factory yang bangunannya cukup unik untuk dijadikan tempat berfoto.
![]() |
| Lampion Merah |
![]() |
| Area kedatangan. Dari kiri ke kanan : Pusat informasi, gerai penukaran tiket, toko souvernir |
![]() |
| Area kedatangan (Chocolate Factory) |
Di gerai penukaran tiket kami menukarkan tiket dengan 4 gelas bandrek dan 2 tusuk sosis. Lalu beristirahat sejenak menghilangkan rasa mual akibat melewati jalan yang berkelok-kelok. Ternyata tiket tidak hanya bisa ditukar di area pintu masuk, namun juga di area restoran bagian dalam yang dekat dengan lift.
![]() |
| Chocolate Factory |
![]() |
| Sosis dan bandrek |
Memasuki area wisata, mata langsung dimanjakan oleh pemandangan perbukitan hijau yang begitu indah. The Great Asia Africa ini memang dibangun di wilayah perbukitan dan sebagian besar wisatanya terletak di dasar lembah. Untuk menuju ke bawah, pengunjung bisa memilih menaiki lift atau berjalan melewati ramp/jembatan berliku. Tertulis di sana bahwa lift di prioritaskan untuk ibu hamil, orangtua dan pengunjung yang tidak mampu berjalan ke bawah. Sebetulnya mama papa bisa saja naik lift, namun hari itu kami memilih untuk berjalan kaki menyusuri jalanan yang berliku.
![]() |
| Lift / Gondola |
Untungnya hari itu cuaca mendung sedari pagi, sehingga meskipun kami berkunjung di tengah hari tidak terganggu oleh sengatan matahari. Mungkin jika cuaca terik, akan cukup menguras tenaga dan cepat lelah. Apalagi dengan rute yang lumayan panjang dan medan yang naik turun. Bagi pengunjung yang membawa balita namun tidak membawa stroller, disini disediakan persewaan stroller.
![]() |
| Jalanan panjang berliku yang kami tempuh dengan riang gembira |
Wisata ke Berbagai Negara
The Great Asia Africa ini mengusung tema yang unik. Begitu memasuki area wisata, pengunjung diajak untuk menikmati suasana berbagai negara Asia dan Afrika dalam satu lokasi. Tidak hanya bangunan, kita juga bisa belajar tentang kebudayaan serta menikmati aneka kuliner khas masing-masing negara. Kenapa dipilih tema negara-negara Asia dan Afrika? Sepertinya hal ini berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika yang digelar di Kota Bandung di masa lalu.
Negara pertama yang kami kunjungi adalah Korea Selatan. Disini kita dibuat seolah memasuki rumah tradisional Korea Selatan atau yang biasa disebut dengan Hanok. Pengunjung bisa menyewa pakaian tradisional korea, juga bisa belajar membuat kimchi, namun ketika saya berkunjung, sepertinya ada yang sedang melakukan syuting di area dapur sehingga saya cepat-cepat keluar. Di pintu keluar terdapat gerai yang menjual makanan khas Korea.
![]() |
| Pintu masuk Korea Selatan |
![]() |
| Suasana di Korea Selatan |
![]() |
| Area dapur |
![]() |
| Gerai Makanan Korea |
Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke bawah sambil berfoto di sepanjang jalan. Perjalanan turun yang begitu panjang itu tidak terasa melelahkan karena perhatian kami terus dialihkan pada pemandangan indah dan spot-spot foto instagramable yang tiada habisnya. Bahkan saya dan suami sempat tertinggal jauh dari rombongan karena asyik berfoto-foto. Sampai akhirnya terdengar teriakan nyaring dari Yoshi yang memanggil mamanya. Saya pun langsung berlari ke bawah menyusul mereka.
![]() |
| Titik-titik foto menarik sepanjang perjalanan turun |
Setelah Korea Selatan, kami memasuki wilayah timur tengah, dengan bangunan istana bak negeri 1001 malam dalam kisah Aladin. Namun sayangnya ketika kami datang wilayah ini masih dalam tahap pembangunan sehingga kami belum bisa bebas berfoto-foto. Kami melewatkan wilayah ini dan lanjut ke tujuan berikutnya.
![]() |
| Timur Tengah dalam tahap pembangunan |
Selepas dari Timur Tengah, Pink City yang megah menyambut kami di dasar lembah. Miniatur Kota Jaipur di India dihadirkan disana dengan apik. Musik India yang terus diperdengarkan menambah kental suasana India wilayah ini. Apalagi ditambah wanita-wanita berbaju tradisional india yang asik berfoto-foto di taman bunga. Tinggal menari saja maka lengkap sudah seperti di film-film Bollywood. Pakaian tradisional itu memang disewakan. Jadi pengunjung bisa berfoto cantik dalam balutan busana India. Selain bisa menyewa pakaian, berbagai stand makanan khas india juga ada disana. Pengunjung tinggal memilih karena banyak sekali pilihan yang ditawarkan.
![]() |
| Gerbang Pink City |
![]() |
| Suasana Kota Jaipur |
Dari Pink City ini pengunjung bisa melanjutkan ke Jepang, Afrika atau Indonesia. Kami terlebih dahulu berkunjung ke Jepang karena tertarik dengan miniatur 10.000 Torii (gerbang) seperti yang ada di Kuil Fushimi Inari. Setelah melewati gerbang kami memasuki area taman indah khas jepang dimana berdiri miniatur kuil bernuansa merah putih di sana. Kuil-kuil di jepang memang sebagian besar mengadopsi warna merah pada bangunannya. Setelah kuil tersebut bangunan-bangunan khas Jepang dan kolam-kolam ikan semakin banyak dijumpai. Ada kolam ikan besar yang di atasnya bergantungan Koinobori aneka warna.
Nampaknya Jepang ini adalah wilayah terluas dibanding yang lainnya. Banyak aktifitas yang dapat dilakukan disini, seperti menyewa pakaian adat jepang, memberi makan ikan, face painting dan lain sebagainya. Ada bagian di wilayah ini yang didesain seperti toko-toko tradisional. Disana banyak dijual aneka souvenir dan makanan khas jepang.
![]() |
| Miniatur 1000 gerbang |
![]() |
| Miniatur kuil dan taman Jepang nan cantik |
![]() |
| Kolam ikan khas Jepang |
Nampaknya Jepang ini adalah wilayah terluas dibanding yang lainnya. Banyak aktifitas yang dapat dilakukan disini, seperti menyewa pakaian adat jepang, memberi makan ikan, face painting dan lain sebagainya. Ada bagian di wilayah ini yang didesain seperti toko-toko tradisional. Disana banyak dijual aneka souvenir dan makanan khas jepang.
![]() |
| Toko-toko makanan dan souvenir Jepang |
Keluar dari Jepang kami masuk ke area makan yang terletak di tepi sungai. Disana ada bangunan besar bernama Panggung Nusantara yang mengusung bentuk rumah adat Sumatera Barat dengan atap-atapnya yang naik dan runcing di ujung. Di depan Panggung Nusantara terdapat meja-meja bulat dengan payung dan kursi di sekelilingnya. Di samping Panggung Nusantara terdapat restoran dengan tempat duduk lesehan di tepi sungai. Juga kedai kopi khas Turki bernama Tahze Kahve. Kami melewatkan area ini karena masih merasa kenyang setelah membuka perbekalan cemilan kami di wilayah Jepang tadi. Masuk ke The Great Asia Africa memang tidak ada pemeriksaan tas, sepertinya juga tidak ada tulisan dilarang membawa makanan dan minuman dari luar sehingga kami santai saja mengeluarkan perbekalan kami.
![]() |
| Panggung Nusantara dan area makan sekitarnya |
Rute selanjutnya adalah mini zoo / animal park. Bagian ini adalah bagian favorit Yoshi dan sepupunya. Disana mereka bisa melihat beberapa koleksi hewan seperti hamster, keong, kura-kura mini, ayam, kelinci, marmut, domba, burung hantu, Iguana dan aneka burung-burung kecil. Disini pengunjung bisa memberi makan hewan atau berfoto dengan iguana besar dan burung hantu. Ada juga mainan anak berupa kuda-kudaan kayu yang jadi favorit Yoshi dan sepupunya. Di dekat pintu keluar terdapat wastafel lengkap dengan sabun cuci tangan. Pengunjung yang memegang dan memberi makan hewan bisa mencuci tangannya disana, tapi jangan kaget dengan sensasi dingin air khas pegunungan.
![]() |
| Animal Park |
![]() |
| Beberapa hewan yang ada disana |
Dari mini zoo, pengunjung juga bisa berjalan-jalan ke kebun bunga yang luas. Sayang medannya cukup menanjak di lereng bukit, sehingga kami melewatkan rute ini dan lanjut ke Afrika. Wilayah Afrika ini bangunannya lebih sedikit dibandingkan yang lainnya. Kami hanya berjalan melewatinya sampai akhirnya berjumpa dengan mushola dan memutuskan sholat disana. Penataan Mushola di dalam ini agak sedikit kurang bagus. Mungkin yang bagus yang di luar dekat area parkir, tapi saya tidak masuk kesana karena sudah sholat di dalam.
![]() |
| Toko souvenir Afrika |
![]() |
| Gerai makanan Afrika |
![]() |
| Mushola di wilayah Afrika |
Tujuan terakhir kami adalah mencari jalan menuju taman hortensia yang luas, yang terlihat indah ketika kami berada di Jaipur's Pink City. Akhirnya kami menemukan jalan menuju kesana dan kami pun beristirahat sambil menikmati hamparan kebun bunga yang luas dan sejuk di mata. Di area ini pengunjung bisa naik mobil terbuka, yg disebut ontang anting, untuk berkeliling kebun bunga. Terdapat juga Restoran dengan bangunan tradisional Indonesia yang berjajar menambah keindahan susana.
![]() |
| Taman bunga hortensia dan ontang anting (mobil terbuka) untuk berkeliling |
Perjalanan kami berakhir di sana dan kami memutuskan untuk kembali ke atas. Sejujurnya saya ingin menaiki lift atau gondola, namun karena antrian cukup panjang, akhirnya kami kembali menyusuri jalanan berliku. Untung saja di setiap belokan terdapat kursi untuk beristirahat. Jadi kami bisa beristirahat terlebih dahulu jika merasa lelah. Kami berada di dalam area The Great Asia Afrika ini selama kurang lebih 3 jam. Itu pun sepertinya masih ada beberapa tempat yang terlewatkan. Lelah namun bahagia. Begitulah yang saya rasakan sepulang dari sana.
*****
*****
THE GREAT ASIA AFRICA
Jalan Raya Lembang No. 71
Gudangkahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Jawa Barat 40391
Telp 0811-2166-000






























25 komentar
Saya sudah 2x ke sana dengan agenda menemani teman dan keluarga..belum bosan sih karena karena belum explore semuanya...
ReplyDeleteSeru ya... Luas banget areanya
DeleteTahun lalu, kami plesir sekeluarga ke Bandung, tapiii malah ngga main ke Lembang sama sekali huhuhu.
ReplyDeleteKami malah jalan2 di areal kotanya aja, sekitaran Braga... trus GerLong, gitu gitu aja siik.
Nah akhir tahun ini, rencana mau ke BDG lagi, semogaaaaa ada rezeki bisa explore Lembang :)
Langsung terfokus pada spot Chocolate Factory
ReplyDeletePasti anak anak senang kalau diajak ke sini
Banyak mengenal ikon dunia meski memang tidak akan sama rasanya jika ke negaranya langsung
Worth it lah buat perkenalan
Aaahh ni lengkap dan gede banget yaaaa. Cuma emang ada beberapa spot, masih dalam tahap pembangunan ya. Mungkin ntar abis lebaran kali ya, baru beres, hehehe.
ReplyDeleteSaya pribadi paling senengggg mampir ke lembang mbak. Dinginnya candu, hihihi. Tapi waktu itu gak kesini (entah udah ada apa blm ya), maennya malah ke farmhouse aja. Dan menurutku udah kurang rekomen sih, entah kenapa vibesnya beda.
Ini satu grup sama farmhouse juga, jadi penasaran kira-kira kayak gimana hihihi. Ntar ah kalo ke Bandung, mau melipir kesana lagi.
Kayanya yang dibangun udah jadi sekarang, Mas. Ini ke sana tahun 2020, tepat sebelum pandemi 😁
DeleteIni definisi seharian menikmati hidup sambil mengenal dunia. Kebayang jauhnya jalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Kalau aku juga mikir waktu mulai menjelajah baiknya jalan kaki tapi nanti kembalinya naik lift. Tapi ternyata mungkin banyak yang mikir gitu ya jadi penuh dan antri.
ReplyDeleteBersyukurnya banyak tempat rehat jadi bisa sesekali berhenti. Lama tidak ke Bandung. Terakhir awal Jan 25 itupun hanya semalam. Sepertinya makin banyak berubah ya. Semoga nanti sempat main kesana.
Saya belum pernah ke The Great Asia Africa, baru ke Farm House yang tepat ada di seberangnya. Ternyata keduanya masih satu manajemen, ya. Pantas saja lokasinya berseberangan tepat.
ReplyDeleteSaya pikir awalnya di The Great Asia Africa ini hanya miniatur dari tiap negara aja, ternyata ada mini zoo nya juga, ya. Anak-anak bakal suka banget kalau sudah ketemu hewan-hewan lucu di kebun binatang mini kaya gini
Saya pas ke Lembang nggak sempat mampir ke sini mbak. Waktunya tidak nutut..🥲
ReplyDeletePas ke Lembang mainnya ke taman begonia waktu itu sama ke boscha, yang pas ke sana malah tutup, gara² renovasi atau apalah itu. 🥲
Seru kalau mampir ke The Great Asia Africa ini, apalagi ngajak bocil² sekalian mengelilingi asia afrika tanpa perlu beli tiket pesawat.. 😝
Aku kayaknya udh lamaaaa banget ke Lembang. Farmhouse nya pernah datangin, tp belum ada the great Asia Africa ini.
ReplyDeleteLuas jugaaaa ya mba. Dari foto mah, kliatan menarik memang. Apalagi dibuat per negara KAA. Aku sukaaa kalau harus banyak jalan di dalam, itung2 sekalian olahraga 😄.
Trus kalau tiap negara juga ada makanan khas nya, udh pasti aku beli sih 😄. Penasaran aja kayak apa.
Tapi iya nih, kebayang aja kalau sedang panas, lemes juga jalan dengan kontur jalan naik turun hahahah
Manteeep teh keliling dunia dalam waktu 3 jam hehehe...seruu ih melihat budaya berbagai negara, melihat rumah² khas berbagai negara di Asia dan Afrika. Saya kenapa enggak pernah mampir kesitu yaa kalau pas lewatin jalan ini. Malah ke Garmhouse nya yang pernah. Nest kalau lewat lagi keknya mau mampir deh.
ReplyDeleteItu tiket kalau kata saya sih termasuk wajar lah segitu harganya soalnya ada dikasih minuman dan sosis. Lumayan buat ganjel perut.
Wah, mantep ini tempat wisatanya ya mbak
ReplyDeleteJadi inget Jatim Park 2 yang luas seperti ini
Memang klo ke tempat wisata seperti ini, kudu siap stamina ya
Karena bakal menempuh perjalanan yang panjang
Jalan kaki sepanjang jalan
Haha
dari foto-fotonya The Great Asia Africa ini sangat luas, lengkap dan menyenangkan ya, Mbak. Cocok untuk liburan keluarga. kebetulan saya sudah pernah ke Farm house. Dan ini skemanya mirip ya, karena mungkin masih satu grup. Bagitu masuk dan tukar tiket, dapat minuman juga. Ada kelinci juga. anak-anak bisa membeli wortel dan memberi makan kelinci. Suasananya juga sangat bagus sekali. Pasti saat libur lebaran ini akan jadi tujuan.
ReplyDeleteBandung memang inovatif ya, selalu ada yang baru di sana, tempat wisatanya, kulinernya. Ke Great Asia Afrika bisa dibilang uji coba sebelum ke lokasi-lokasi sesungguhnya. Jalan-jalan ke Asia Afrika versi murah. Jadi bisa destinasi nih kalau liburan keluarga ke Bandung. Thank's sharing postingannya.
ReplyDeleteBakalan betah seharian full disana ya rasanya 🤩🤩🤩 sama HTM yang dikeluarkan pun cukup sesuai. Aku sih naksir berat sama The Great Asia Africa. Beneran berasa diajakin jelajah ke banyak negara dalam satu hari.
ReplyDeleteManakah jualan makanan dari setiap Negara juga. Liburan sambil nambah wawasan dan kulineran juga. Bahkan ada Jaipur, Jepang, Korea Selatan 🤩🤩🤩
View-nya pun is the best pisan.
Pas disorot dari atas cakep banget itu pemandangan bukit yang yang hijau.
ReplyDeleteCocok banget sih memang The Great Asia Africa ini jadi lokasi wisata yang memberikan kesan ciamik mengunjungi ke berbagai negara. Apalagi gak ribet dengan mengurus bisa atau harus bikin paspor ya kak hehe
Gedee jugaa ya mbaak The Great Asia Afrika ini? Tadinya aku mau nanya, panas gak mbak? soalnya ada yang bilang di sana panas. Tapi lalu terjawab begitu baca lebih lanjut. Alhamdulillah jalannya di cuaca yang masing mendung begini ya, jadi siang-siang pun masih terhitung adem.
ReplyDeleteTadi penasaran, di bagian Korea berarti gak ada penyewaan baju ya? Baru di bagian Jepang yang banyak aktivitasnya itu?
Terus, agak bingung kenapa ada mini zoo juga, haha. Soalnya konsepnya keliling dunia. Tapi kan deket Afrika yaa, hehe. Lumayan juga ya sampai 3 jam di sini. Kalau jalannya lebih santai lagi bisa lebih lama donk yaa :D
Ada mbak. Dibagian Korea ada persewaan pakaian juga waktu itu. Kalau sekarang kurang tahu ya. Sudah 6 tahun yang lalu hahaha...
DeleteKalau mini zoo kayanya pelengkap aja 🤭
Lembang memang nggak pernah gagal bikin rindu, ya. The Great Asia Africa ini paket lengkap banget—bisa "keliling dunia" tanpa harus urus paspor. Saya salut sama semangat keluarga Kakak yang tetap berangkat meski cuaca mendung dan si kecil lagi kurang fit. Foto-fotonya juga juara, bikin atmosfer tiap negaranya terasa banget sampai sini. Jadi pengen nyobain sensasi minum bandrek di tengah hawa sejuk Lembang juga, nih!
ReplyDeleteAku penasaran gimana penampakan the great asia africa ini sekarang soalnya ini postingan tahun 2020. Semoga makin cakep ya mbak tempatnya dan makin nambah wahananya
ReplyDeleteAku tuh sering pisan lewat sini. Tapi dari awal buka belum pernah ke sini juga. Hahahha. Tapi kayanya sampai sekarang masih juga rame karena turis yang minat ke situ banyak ya Kak.
ReplyDeleteSering lewat sini tapi belum sempat masuk ke dalamnya. Dari luar udah keliatan berbagai bangunan khas dunia baik di Asia maupun di Afrika. Sepertinya sampai sekarang banyak juga pengunjungnya yang tertarik mengunjungi The Great Asia Afrika.
ReplyDeleteMbak Asri, ini sudah 6 tahun yang lalu ya, mungkin sekarang sudah ada tambahan wahana baru ya
ReplyDeleteWisata yang lagi hits ya saat ini, konsep yang sama juga diusung tempat wisata lain. Setidaknya menambah wawasan gambaran di negara asalnya seperti apa
Tempat wisatanya seru banget, bisa keliling dunia dalam sehari beneran sih ini hehe.
ReplyDeleteSebenarnya udah lama juga mendengar The Great Asia Afrika ini tapi belum berkesempatan ke sana noh mbak.
Menurutku destinasi wisata kyk gini menarik buat wisata keluarga, intuk pemgenalan ke anak2 mengenai negara2 di dunia dan ikon2nya ya.
Btw kyknya yang Jepang itu bukan hanya sebagai wilayah terluas melainkan keknya yang mirip2 wisata aslinya yaa dari bangunan dan ornamennya. Keknya kakau berfoto di sana ngaku di Jepang beneran, lain bakal percaya hahaha.
Sayang belum bisa naik gondola ya mbak, ngantre yaa, padahal bukan hari libur kan ya.
Berarti kudu balik lagi ke sana tu mbak hehe
Wah ini yang diceritakan mamaku main ke tempat wisata Asia Afrika sampai kukira mereka ke Museum AA di Bandung hihi... luas banget yaa dan pemandangan alamnya indah... anakku pikniknya ke Dcastello yang di Lembang juga..
ReplyDelete