Klasifikasi Bus Berdasarkan Tujuannya


Bepergian lewat jalur darat adalah cara termudah dan termurah untuk melakukan perjalanan, baik jarak dekat maupun jarak jauh. Salah satu transportasi yang menjadi favorit adalah bus. Saya sendiri sering menggunakan moda transportasi satu ini. Baik untuk perjalanan di dalam kota, antar kota, bahkan antar provinsi. Berikut klasifikasi bus menurut tujuannya berdasarkan pengamatan saya pribadi.


Baca juga : Naik Kereta bersama Balita


Bus Kota / City Bus / Transit Bus

Bus Kota adalah bus yang mengantarkan penumpang dari satu wilayah ke wilayah lain dalam satu kota. Bus ini umumnya berhenti di halte-halte yang tersebar di berbagai wilayah. Bus Kota yang pernah saya naiki selama ini adalah Trans Jogja di Yogyakarta, Trans Sarbagita di Kabupaten Badung-Bali, dan Trans Batam di Kota Batam. Bus di Singapura mungkin juga bisa dimasukkan ke dalam City Bus ini, karena jarak dan waktu tempuhnya tidak terlalu jauh.


Kiri ke kanan: Trans Jogja, Trans Batam,
Trans Sarbagita (Bali)
Sumber: Google

Bus kota saat ini sudah jauh lebih rapi. Kursi yang empuk serta pendingin ruangan membuat penumpang semakin nyaman. Namun kekurangan bus kota di Indonesia adalah jadwal kedatangan yang masih belum pasti. Bus kota yang menjadi favorit saya tentu saja adalah yang saya naiki di Singapura, karena dari segi ketepatan waktu mereka bisa diandalkan. Untuk di Indonesia, dan yang pernah saya coba, Trans Jogja masih menjadi juara, walaupun saya mencobanya sudah sekitar 10 tahun yang lalu (atau lebih?).


Baca juga : Naik Ferry ke Singapura Asik Juga


Bus antar Kota dalam Provinsi

Bus antar kota biasanya digunakan untuk bepergian dari satu kota ke kota lainnya. Kita bisa menaiki bus ini dari terminal yang ada di tiap kota. Berbeda dengan bus kota, biasanya penumpang tidak boleh turun sebelum sampai ke kota tujuan, namun terkadang ada juga yang bisa turun di kota lain sebelum kota tujuan. Dulu saya sering menggunakan layanan bus ini jika hendak bepergian ke Kota lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Lamongan, Blitar, Pasuruan, Mojokerto dan lain sebagainya.


Ada dua jenis bus antar kota yang saya tahu. Bus Ekonomi yang tanpa pendingin ruangan serta Bus Patas (Cepat dan Terbatas) yang dilengkapi dengan pendingin ruangan. Bus ekonomi ini tarifnya relatif murah jika dibandingkan Patas. Waktu saya masih sering naik, perbandingannya bisa 1:3, cukup signifikan bagi mahasiswa berkantong tipis. Karena itu, jika bepergian bersama teman-teman, kami lebih memilih menggunakan bus ekonomi. Selain hemat juga lebih seru karena bisa menikmati penampilan para musisi jalanan. Bus ekonomi yang paling saya ingat adalah bus bergambar panda yang bernama "Restu".

Kiri ke kanan: Bus ekonomi "Restu", Bus Patas
(Sumber: Google)

Bus ekonomi memang lebih bebas jika dibandingkan Bus Patas. Bus Patas hanya membatasi penumpang sebanyak jumlah kursi yang tersedia, sedangkan bus ekonomi bebas menaikkan penumpang berapapun, bahkan sampai berjubel di lorong antar kursi. Jika Bus Patas hanya menaik-turunkan penumpang di tempat khusus, bus ekonomi bebas menaikkan penumpang dimana saja. Tidak hanya penumpang, pedagang, pengamen, bahkan penyair pun bebas naik turun. Karena itu kita harus berhati-hati dengan barang bawaan, biasanya copet pun ikut berkeliaran. Apalagi di bus yang penuh sesak hingga penumpang harus berdiri di lorong tempat duduk. Pastikan untuk memegang erat-erat tas di depan dada.


Bus antar Kota antar Provinsi

Bus antar kota antar provinsi ini hampir sama dengan bus antar kota biasanya, namun sebagian besar beroperasi di malam hari, atau biasa disebut bus malam, terutama untuk bus kelas eksekutif. Selain itu, bus antar provinsi biasanya juga dilengkapi toilet di dalamnya. Untuk jenis bus ini, saya hanya pernah menaiki tujuan Malang-Denpasar dan Malang-Yogyakarta. Untuk tujuan Malang-Denpasar ada dua "nama" yang paling saya ingat karena pelayanannya yang baik, yaitu Simpatik dan Gunung Harta.

Kiri ke kanan: Bus Simpatik, Bus Gunung Harta
(Sumber: Google)


Sebagian besar bus antar provinsi manyediakan snack dan air minum bagi penumpang. Untuk perjalan lebih dari 8 jam, biasanya penumpang mendapatkan tambahan jatah makan malam, seperti pada bus malam yang biasa saya naiki jika bepergian ke Bali. Bus akan berhenti di sebuah rumah makan, lalu penumpang bisa turun untuk istirahat, salat, dan makan. Makanan yang disajikan biasanya dalam bentuk prasmanan.


Bus Pariwisata

Bus pariwisata ini biasanya disewakan untuk tujuan wisata. Bus ini boleh disewa kemana saja, sepaket dengan pengemudinya. Untuk bus jenis ini saya sudah sering menaiki. Sekarang ini fasilitas yang semakin lengkap. Tidak hanya pendingin ruangan, bahkan banyak yang dilengkapi alat karaoke dan wifi di dalamnya.


Bus Tour dalam Kota

Saat ini mulai bermunculan kota yang menyediakan bus yang melayani tour di dalam kota. Seperti Bandros (Bandung Tour on Bus) yang ada di Kota Bandung. Wisatawan bisa menaiki bus ini untuk menikmati dan mengunjungi tempat-tempat terkenal dan bersejarah di Kota tersebut. Biasanya disediakan pemandu wisata yang akan memandu kita selama perjalanan. Selain Bandung, Surabaya, Solo, Malang, Semarang, Jakarta dan beberapa kota lainnya juga dikabarkan memiliki bus jenis ini.

Kami dan Bandros

Begitulah pengalaman saya sebagai penumpang bus. Bagaimana pengalaman kalian?


*****

Tulisan ini sebagai lanjutan kolaborasi saya bersama sesama #emakpejalan yaitu Ainun Jafar. Pengalaman berjalan-jalannya yang sudah mendunia dan konsistensi menulisnya membuat saya kagum, karena itu saya terima dengan senang hati ajakan kolaborasinya. Tema yang kita angkat minggu ini adalah Bus. Tema apa yang akan kami angkat berikutnya? Tunggu minggu depan ya!



Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Menginap di Hotel Berbintang (Keraton Jimbaran Resort and Spa)

Berburu Seafood sampai ke Ujung Pulau

Naik Ferry ke Singapura Asik Juga...