5 Makanan Khas Kalimantan Selatan yang Membuat Saya Penasaran

Friday, April 10, 2026


Seminggu setelah Lebaran kemarin, suami saya bertandang ke Kalimantan untuk menemani Mama dan Papa mertua yang ingin pulang kampung. Total perjalanan mereka cukup panjang, yaitu 5 hari 4 malam di Sampit dan 4 hari 3 malam di Banjarmasin. Lumayan lama untuk melepas rindu dengan keluarga besar, sekaligus jalan-jalan menikmati suasana kampung halaman.

Selama di sana, suami saya sering mengirim foto dan cerita tentang kegiatan mereka. Mulai dari suasana rumah keluarga, jalan-jalan ke pasar, hingga mencicipi berbagai makanan khas daerah. Dari cerita-cerita itulah, saya jadi semakin penasaran dengan kuliner khas Kalimantan, khususnya Banjarmasin.

Baca juga: Impian Menjelajah Kalimantan, Lebih dari Sekadar Liburan

Ngomong-ngomong soal Banjarmasin, saya jadi teringat seorang teman di grup blogwalking. Beliau adalah seorang ibu bekerja sekaligus blogger Banjarmasin. Di salah satu tulisan dalam blognya, ia pernah membagikan rekomendasi tempat kuliner yang menjual makanan khas kotanya. Tulisannya cukup membekas dan menginspirasi saya.

Nah, dalam tulisan ini, saya ingin menuliskan kuliner apa saja yang ingin saya coba jika suatu hari nanti bisa berkunjung ke Kalimantan. Daftar ini saya susun berdasarkan artikel dari teman blogger tersebut dan juga pengalaman suami saya selama berada di sana.

Apa saja makanan itu? Ini dia daftarnya.


Soto Banjar

Soto Banjar adalah salah satu makanan khas Kalimantan Selatan yang paling terkenal. Bahkan, bisa dibilang hidangan ini merupakan ikon kuliner daerah tersebut. Dari tampilannya saja, soto ini sudah terlihat berbeda dengan soto dari daerah lain.

Soto Banjar
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Kuahnya bening dengan aroma rempah yang cukup kuat. Biasanya berisi suwiran ayam, perkedel kentang, telur rebus, lalu dimakan dengan ketupat atau lontong. 

Yang membuatnya khas adalah penggunaan rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan kapulaga, sehingga rasanya lebih harum dan sedikit berbeda dari soto pada umumnya.

Saya sering makan soto Banjar buatan mertua, tapi sebagai pecinta kuliner, tentu saja belum afdol kalau belum mencoba langsung di daerah asalnya. Kalau suatu hari saya berkunjung ke Kalimantan Selatan, Soto Banjar jelas akan menjadi menu pertama yang ingin saya coba.


Ketupat Kandangan

Nama makanan ini terdengar unik sekaligus membuat penasaran. Hidangan ini berasal dari daerah Kandangan di Kalimantan Selatan, tetapi populer juga di kota-kota sekitarnya.

Menurut cerita suami, ketupat Kandangan biasanya disajikan dengan ikan haruan atau ikan gabus yang dimasak dalam kuah santan kental berwarna kekuningan. Kuahnya gurih dan sedikit berminyak, tetapi justru di situlah nikmatannya. 

Ketupat Kandangan
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Kalau dari foto yang dikirim suami, saya melihat tampilannya mirip kuah kari atau opor. Namun, dari yang saya baca, sepertinya rempah yang digunakan lebih beragam.

Ketupat Kandangan bisa dimakan saat sarapan atau waktu makan lainnya. Porsinya pun cukup mengenyangkan. Saya pribadi cukup penasaran dengan rasa ikan haruan, apalagi dimasak dengan santan, karena di daerah saya jarang menemukan menu berbahan dasar ikan tersebut. Sepertinya pengalaman makan ketupat Kandangan ini akan menjadi sesuatu yang baru dan menarik.


Nasi kuning Lauk Masak Habang

Nasi Kuning memang bukan makanan yang asing bagi masyarakat Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki versi nasi kuningnya sendiri. Di Kalimantan Selatan, nasi kuning biasanya disajikan dengan lauk masak habang (merah) berbumbu cabe merah kering dan gula merah. Selain itu, nasinya juga menggunakan nasi pera, berbeda dengan nasi kuning yang biasa dibuat di Jawa.

Nasi kuning lauk masak habang
(Foto buatan AI)

Salah satu lauk nasi kuning yang ingin saya coba adalah ikan haruan. Ikan haruan sendiri dikenal memiliki tekstur daging yang padat dan rasa yang gurih. Kombinasi nasi kuning yang gurih dengan lauk ikan haruan masak habang membuat hidangan sederhana ini terasa istimewa.

Sebetulnya saya juga sudah beberapa kali makan nasi kuning lauk masak habang ini di rumah mertua. Namun, biasanya yang digunakan adalah ayam, telur atau daging sapi. Belum pernah menggunakan ikan haruan. So, penasaran dong ingin makan yang lauk ikan di kotanya langsung.


Mie Bancir

Namanya lucu, ya. Awas, huruf “r”-nya jangan sampai hilang, hahaha…

Mie yang satu ini sudah lama diceritakan oleh suami, bahkan sejak sebelum kami menikah. Namun, selama ini dia lupa apa namanya. Dia hanya menyebutnya sebagai mie merah. Mie ini berkesan sekali buat dia karena rasanya yang enak. Nah, saat kunjungan terakhirnya minggu lalu, akhirnya dia makan mie ini lagi dan barulah tahu kalau namanya mie bancir.

Mie bancir biasanya berwarna merah dan disajikan dengan kuah yang tidak banyak atau biasa disebut nyemek. Teksturnya tidak terlalu kering seperti mie goreng, tetapi juga tidak terlalu berkuah seperti mie rebus.

Mie Bancir
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Dalam sepiring mie Bancir biasanya berisi mie, suwiran ayam, telur, dan kuah kental kemerahan. Beberapa tempat juga menambahkan taburan bawang goreng dan irisan daun seledri sebagai pelengkap. 

Menurut cerita suami saya, mie bancir cukup populer sebagai menu makan malam. Banyak warung yang menjual makanan ini hingga larut malam. Cocok sekali untuk menghangatkan badan, terutama saat cuaca sedang hujan.

Yang paling membuat saya penasaran adalah mienya yang berwarna merah. Jarang ada mie dengan warna seperti itu, kan? Selain itu, testimoni suami yang mengatakan mie ini enak tentu membuat saya semakin ingin mencobanya.


Pisang Gapit

Setelah membahas makanan berat, tentu rasanya kurang lengkap tanpa membicarakan makanan penutup. Salah satu camilan khas Kalimantan yang cukup terkenal adalah Pisang Gapit.

Sesuai dengan namanya, pisang ini dimasak dengan cara dijepit atau digapit, kemudian dipanggang hingga matang. Setelah itu, pisang disiram saus kinca manis berbahan gula merah, santan, dan daun pandan. Hidangan ini cocok dinikmati sebagai camilan sore atau malam hari.

Pisang gapit
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Pada kunjungan terakhirnya kemarin, suami membeli pisang gapit di sebuah tempat makan yang berada di tepi sungai. River view gitu ceritanya. Harganya juga relatif terjangkau, makanya sering dibilang pisang gapit adalah jajanan favorit orang sana.

Saya sendiri termasuk pecinta olahan pisang, jadi begitu melihat foto pisang gapit yang diunggah suami, camilan ini langsung masuk ke dalam daftar makanan yang ingin saya coba.


Penutup: Semoga Suatu Hari Bisa Mencicipinya Langsung

Indonesia memang kaya akan ragam kuliner, dan Kalimantan adalah salah satu daerah yang memiliki banyak makanan khas menarik untuk dicoba. Soto Banjar yang hangat, Ketupat Kandangan yang gurih, hingga Pisang Gapit yang manis, semuanya terasa menggoda untuk dicicipi.

Perjalanan suami saya ke Kalimantan memang hanya beberapa hari, tetapi cukup membuat saya semakin penasaran dengan suasana dan kuliner di sana. Semoga suatu hari nanti saya juga bisa ikut berkunjung dan merasakan langsung pengalaman tersebut. Untuk sementara, biarlah daftar makanan ini akan menjadi wishlist pribadi.

Kalau teman-teman pernah berkunjung ke Kalimantan, khususnya Kalimantan Selatan, makanan apa yang paling berkesan menurut kalian? Saya senang sekali jika ada rekomendasi tambahan. Siapa tahu, daftar wishlist kuliner ini bisa semakin panjang.


Bandung, 10 April 2026

Pukul 14.14 WIB


You Might Also Like

27 komentar

  1. Di Surabaya, mayan gampil nemuin Soto Banjar.
    Khasnya pakai perkedel.
    Trus nasi kuning ayam habang juga mayan banyak.
    yg blum nemu masakan lainnyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin karena Kalsel dekat ya ke Surabaya jadi makanannya banyak yang jual juga ya. Dulu belum ada pesawat, mertuaku kalau mudik naik kereta dulu dari Bandung, terus naik kapal dari Surabaya.

      Delete
  2. Hehehe soal suami mudik sendiri tu, suamiku nglakuin juga tapi lebaran tahun lalu, ke Kalimantan juga. Soalnya ortuku lebaran ke Jakarta (coret), ke rumah kami, trus suamiku jadi kangen emaknya, akhirnya mudik sendiri pas Ramadan, baru sebelum lebaran balik kumpul ma keluarga kecilnya =))
    Mayan banget ke Kalimantan tiketnya. Berangkatnya mungkin murah, tapi baliknya bikin nanges haha.
    Soal makanan jujurly aku tu mumet kalau makan nasi sana karena cenderung pera, kalau di Jawa kan pulen yaa. Tapi kalau pakai lontong/ ketupat aku masih suka :D
    Kalau untuk semua makanan di atas keknya udah pernah makan semua kecuali yang mie bancir.
    Soto banjar malah kenalnya duluan dari tetanggaku dulu yang org Banjar suka kasi2 soto banjar :D
    Pernah beli naskun di sana, kuah abangnya banjir hihihi, kurang cocok buat aku yang gak suka terlalu banjir bumbu buat nasi. Akhirnya paling kalau dibeliin pesen supaya bumbunya gk usah banyak2 :D
    Tapi lagi2 aku kurang cocok sama nasinya yang cenderung pera T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener, tiketnya lumayan banget. Apalagi kalau dikali 4 ya mbak hahaha...

      Aku nasi pera masih gpp sih, tapi kalau bumbu merahnya terlalu banyak juga nggak begitu suka.

      Delete
  3. Dari semua yang sudah disebut, tak ada satupun yang pernah saya coba, hahahaha.
    Dan jujur, jika ada kesempatan, saya pun ingin mencobanya satu per satu sih mbak. Sebab, kok rasanya tiap menu ini punya ciri khas unik yang bikin kita jadi penasaran ya?
    Misal kayak Mie Bancir itu, yang warna merahnya bikin penasaran. Pedes apa gimana ya?
    Ketupat kandangan apakah harus pakai ikan gabus, atau bisa pakai ayam mbak?
    Dan tak kalah lainnya, pisang gapittttt.. ini kok keliatannya manis segerr betul ya. Haduh...

    Mobil blangwir pergi ke arah selatan
    Mengamankan anak yang sedang terbelenggu
    Andaikan takdir membawa ke kalimantan
    Akan kulahap semua menu ini tanpa ragu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu hari bisa jalan-jalan ke sana ya mas. Biar pertanyaannya terjawab. Karena aku pun nggak tahu jawabannya wkwkwkwk...

      Delete
  4. Masya Allah melepas kangen dengan keluarga memang butuh waktu yg enggak sebentar y , 5 hari
    plus 4 hari itu gak kerasa sehat2 ibu bapa di kalimantan ya teh
    Makanan Indonesia itu memang beragam ya teh khas kalimantan selatan ya, soto banjar , mie bancir , pisang gampit , kupat kandan jujur aku memang blum pernah coba
    Namun aku jadi tahu beberapa kuliner khas kalimantan

    ReplyDelete
  5. Ketupat kandangan hampir mirip opor ya emang, Kak. Mie bancir, namanya unik. Terkesan agak gimana gitu.

    Tapi pas tinggal di Kaltim, aku pernah jugs sih nyobain Soto Banjar. Bikinan mbak yang tugasnya masak di perumahan staff kebun sawit. Enak deh.

    ReplyDelete
  6. Soto Banjar cukup terkenal, cuma sayang jarang banget disni orang jual masakan dari daerah kalimatan, hampir ga ada yang buka tempat makan khas daerah sana jadi yaa cuma bisa menikmati dan membayangkan dari tulisan tetep aja bikin penasaran rasanyaa.
    apalagi ketupat kandangan, kalo disini mungkin sejenis opor yaa...tapi pake Ikan bahan utamanya... ah jadi laperrrrrr

    ReplyDelete
  7. Dari makanan khas kalimantan Selatan di atas, saya baru coba Soto Banjar, Mbak. Itu pun belinya di Jakarta. Kalau nasi kuning hampir mirip dengan nasi kuning lainnya ya. hanya lauknya saja berbeda. Nah, saya justru penasaran dengan Mie Bancir yang pakai R ya Mbak hahaha. Warna merahnya sungguh menggugah selera. Nah, kalau pisang gapit itu saya sering lihat di televisi. Dan Pisang Gapit ini mirip pisang Epe khas Makassar yang setelah dibakar dipipihkan atau digepengkan juga lalu disantap pakai saus gula merah.

    ReplyDelete
  8. Mbak Asri semoga nanti bisa ke Banjarmasin yaa biar bisa menikmati sendiri kuliner khas banjar dan kopdar sama blogger banjarmasin. Sayang nih kayaknya suaminya nggak bawain kue bingka khas banjar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawa mbaaaak... Udah nitip dari sebelum berangkat. Wajib bawa hahaha...

      Dulu mertua tiap habis mudik selalu bawa kue bingka itu. Aku suka. Jadi tiap ada yang ke sana pasti nitip beliin.

      Cuma yang terakhir kemarin agak sedikit kemanisan buat aku. Bukan beli di tempat biasa katanya sih.

      Delete
  9. Saya penasaran banget sama mie Bancir, kuah merah dan nyemeknya menggugah selera banget nih, huhuh sayang di Bandung nggak ada hehe

    ReplyDelete
  10. Aamin semoga bisa mencicipi semua kuliner Kalimantan di atas langsung di lokasinya. Saya sudah coba semua di Banjarmasin kecuali Mie Bancir. Emang enak semuanya. Saran kalau ke Kalimantan coba kuliner ikan sungai. Ikannya enak seperti Patin Sungai, Lais, Belida, Baung apalagi dipanggang. Sedap nian must try

    ReplyDelete
  11. Jadi mie bancir itu memang mie nya yang berwarna merah ya? Kirain daku kuahnya yang merah jadilah itu mie menyerap si warna merahnya.
    Deuh jadi penasaran itu rasanya kek apa, bakalan menghangatkan badan sepertinya kalau disantap pas musim hujan atau cuaca lagi dingin

    ReplyDelete
  12. Wah semua menu makanannya itu juga belum pernah makan sih. Sering denger Soto Banjar dan tahu resepnya. Cuman kalo belum pernah masak, apalagi cicipinnya ya sama aja dong.

    Kyknya semua menu itu juga wajib coba ya kak pas di Kalimantan. Apalagi Mie Bancir (jangan ketinggalan R nya wkwk).
    Btw di sana juga ada Kandangan ya kak? Di sebelah desaku juga ada Kandangan nih. Baru tahu loh aku.

    ReplyDelete
  13. Jadi ikut membayangkan aroma kayu manis dari Soto Banjar-nya. Sebagai sesama penikmat kuliner, saya setuju kalau belum afdol kalau belum "sungkem" langsung ke daerah asalnya.
    Apalagi Mie Bancir yang "nyemek" itu, visualnya memang menggoda banget buat dicoba sore-sore. Penasaran juga sama tekstur ikan haruan di Ketupat Kandangan, pasti beda ya sensasinya dibanding ikan air tawar di Jawa. Semoga wishlist ini segera terwujud ya, supaya bisa jajan langsung sambil menikmati river view di Banjarmasin!

    ReplyDelete
  14. Aku sih belum pernah ke Banjarmasin, tp beberapa kuliner di atas kayak nasi kuning dan soto Banjar pernah coba di resto Banjar di solo.

    Di antara kota2 di Kalimantan, kuliner yg aku penasaran Bangetttt itu kuliner pontianak sih. Cuma bukan berarti ga tertarik Ama kota lain. Kalau urusan makan mah, pasti mau2 aja 🤣🤣.

    Pengen deh cobain kuliner Banjarmasin lainnya mba. Itu yg mie bancir, ternyata mie nya yg merah yaa. Kirain td kuah. JD penasaran kenapa merah

    ReplyDelete
  15. Auto nostalgia aku tuh baca tulisan ini. Dulu pas masih kerja di salah satu kantor yang punya cabang di Banjarmasin, aku pernah nugas kesana dan nyicip langsung soto Banjar beuh emang the best jempolan. Hingga saat ini, salah satu makanan favorit ku setelah nasi Padang.

    Nah kalau untuk ketupat Kandangan, jujur belum pernah icip langsung di sana. Lainnya, udah emang oke oke banget sih rasanya. Bener ya, bersyukur sekali tinggal di Indonesia yang punya makanan khas beragam, kaya akan rasa, rempah, unik, menarik. Ngiler banget deh lihat pisang gapit, jam segini enak makan itu pisang pas selagi hangat.

    ReplyDelete
  16. Pisang Gapit itu mirip sama Pisang Epe' khas Makassar hanya saja yang Gapit kuahnya terlalu encer dan puyeh
    Kalau aslinya Pisang Epe' hanya gula merah saja dicairkan dan ditambah daun pandan supaya harus, belakangan ditambah durian biar tambah nikmat
    Selain Gapit, mostly sudah coba semua meski dulu tinggal di Palangkaraya

    ReplyDelete
  17. Saya belum pernah berkunjung ke Kalsel mbak, tapi tahu beberapa kulinernya dari saudara, yang belum tahu mie gancir itu. Unik ya mienya. Bangga dengan Indonesia dengan ragam kulinernya dan kalau dicaritahu lebih jauh lagi biasanya ada filosofi di balik hidangan tersebut

    ReplyDelete
  18. Batam sama Kalimantan itu jauh kah?
    Hihihi.. maap geografi aku ga baguuss.. ka Acii..

    Makanan Kalimantan itu rasanya seperti apa tuuh.. ga kebayang yaa..
    kalo Sumatra pan banyak restonya yaa... kalo Kalimantan, asa jarang yaah..

    Paliiing penasaran Mie Bancir.
    Warnanya sungguh menggodaaa.. dan kuahaan.. pasti hangaatt dan cocok dimakan pas ujan ujaan...

    Jadi inget ka Dodon yaa.. kalo ngomongin Kalimantan tuu..

    ReplyDelete
  19. Jujuuur, semuanya belum pernah juga kumakan. Hehehe. Kayaknya di Gresik tuh gak ada juga yang jualan-jualan makanan khas Kalimantan. Tapi gak tau juga misal aku yang kudet.

    Sebagai pencinta dessert, pisang gaping menggoda banget untuk diriku. Kayaknya kok lezat banget gitu ya Allah. Apa yang yang mirip-mirip kalau di Jawa? Keknya gak ada.

    ReplyDelete
  20. Ketupat kandangan bagi saya yang paling mencuri perhatian. Namanya unik banget. Pengen tahu asal mula namanya.
    Saya cari-cari di Google, ikan haruan itu ternyata nama lain ikan gabus, cuma dari sebutan daerah Kalimantan. Mie Bancir ini tampilannya kek seblak dah. Pasti pedas ya ini Mba?

    ReplyDelete
  21. Ternyata banyak juga kuliner khas Kalimantan Selatan yang unik dan bikin penasaran
    Yang sudah dikenal secara umum sih Soto Banjar

    ReplyDelete
  22. Malam-malam liat rekomendasi masakann jadi laper seketika. Semoga next time kalau ke Kalimantan bisa mampir, pengen nyicip nasi kuningnya🥰

    ReplyDelete
  23. Selama kmrn tinggal di banjarmasin ada dua makanan yg selalu aku tolak klo diajakin..mie bancir dan ketupat kandangan...hehehe gak tau kenapa taķut nya nanti aku gak suka mbaa..pdahal mah sbnrnya juga biasa aja yaa mgkn..soalnya sblm nya pernah denger cerita yg aneh2 gt jd nya kalo ditawarin dua menu itu aku sellau gak mau🫣

    ReplyDelete