Makan Enak Bersama Keluarga di Saung Kita Gatot Subroto Bandung

Thursday, April 16, 2026


Pada tulisan sebelumnya, saya sudah bercerita tentang Saung Kita Gatot Subroto Bandung yang terasa nyaman untuk makan bersama keluarga. Mulai dari lokasi yang strategis, pilihan tempat duduk yang beragam, hingga fasilitas pendukung yang cukup lengkap, semuanya membuat pengalaman makan siang terasa lebih nikmat.

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman tentang makanan yang kami pesan saat makan siang bersama keluarga besar.

Baca juga: Suasana Nyaman untuk Kumpul Keluarga di Saung Kita Gatot Subroto Bandung

Seperti kebanyakan restoran keluarga dengan konsep masakan Sunda, pilihan menunya cukup banyak dan variatif. Ada aneka olahan ikan, ayam, bebek, cumi, udang, kerang, sapi, sayuran, camilan dan beberapa jenis makanan lainnya. Pilihan minumannya pun beragam, mulai dari jus, aneka es, kopi dan lain sebagainya.

Selain itu, makanan juga bisa dipesan dalam paket maupun porsi. Paket biasanya terdiri dari nasi dan lauk untuk satu orang, sedangkan menu porsi hanya berisi lauk dalam ukuran yang lebih besar dan cocok untuk dimakan bersama. Tersedia juga paket keluarga yang menawarkan porsi untuk empat hingga enam orang. Namun, paket keluarga ini hanya berlaku untuk makan di tempat atau dine-in.

Rombongan kami siang itu dapat dua saung
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Karena kami datang berombongan (Sembilan orang dewasa dan lima anak-anak), tentu lebih praktis jika memilih paket yang sudah berisi beberapa jenis lauk sekaligus. Selain memudahkan dalam memesan, paket seperti ini biasanya juga lebih hemat dibandingkan memesan satu per satu menu dalam jumlah banyak. 

Akhirnya, kami memutuskan untuk memesan beberapa paket keluarga dan menambahkan beberapa lauk tambahan sebagai pelengkap.


Menu yang Kami Pesan di Saung Kita Gatot Subroto

Hari itu, kami memesan satu paket nasi liwet 4 orang dan dua paket keluarga 4 orang. Karena jumlah anggota keluarga cukup banyak dan selera makan setiap orang berbeda, kami juga menambahkan beberapa menu tambahan atau menu satuan. Lauk tambahan yang kami pesan antara lain gurame bakar kecap, cumi goreng tepung, udang goreng kremes. Untuk minumannya, selain yang sudah termasuk dalam paket, kami hanya menambahkan air mineral.

Paket Nasi Liwet 4 Orang

Paket nasi liwet 4 orang
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Paket yang satu ini berisi satu bakul nasi liwet untuk empat orang, satu ekor ayam panggang yang bisa diminta dipotong menjadi empat atau enam bagian, telur asin empat potong, tempe goreng empat potong, tahu goreng empat potong, peyek udang empat buah, perkedel kentang empat buah, kentang mustofa, sambal, lalapan, serta es teh tawar empat gelas.

Paket Keluarga 4 Orang

Paket keluarga 4 orang
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Paket keluarga yang ini terdiri dari empat porsi nasi putih yang dibungkus daun per porsi, ayam cobek mertua empat potong, gurame asam manis satu ekor, teri pete balado satu porsi, cah kangkung seafood satu porsi, sambal, lalapan, dua gelas es jeruk, serta dua gelas es teh tawar.

Gurame Bakar Kecap

Gurame bakar kecap adalah permintaan Papa. Untuk menu ini tidak tersedia dalam pilihan paket. Hanya bisa dibeli dalam bentuk porsi, yaitu satu ekor utuh. Setiap porsinya sudah dilengkapi lalapan dan sambal juga. Sayang sekali saya lupa mengambil fotonya.

Cumi Goreng Tepung dan Udang Goreng Kremes

Cumi goreng tepung dan udang goreng kremes
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Cumi goreng tepung dan udang goreng kremes ini kami pesan sebagai tambahan lauk untuk anak-anak karena khawatir menu paket yang dipesan memiliki rasa yang terlalu pedas atau tidak sesuai dengan selera mereka. Menu ini pun sudah dilengkapi sambal dan lalapan.


Porsi Besar dengan Sentuhan Tradisional

Penyajian makanan di Saung Kita Gatot Subroto menurut saya cukup baik. Paket nasi liwet dan paket keluarga dihidangkan dalam tampah besar, sehingga nuansa tradisionalnya terasa semakin kuat. Sementara itu, lauk tambahan disajikan dalam piring putih lebar dengan alas daun pisang.

Penambahan alas daun ini menurut saya merupakan salah satu upaya mereka untuk tetap menghadirkan kesan tradisional dalam setiap detail penyajian.

Dari segi porsi, makanan yang disajikan di restoran ini tergolong cukup banyak. Untuk paket keluarga saja, rasanya jumlah lauk yang disediakan bisa dimakan lebih dari empat orang karena pilihan lauknya beragam, apalagi jika datang bersama anak-anak.

Sisa makanan yang kami minta dibungkus
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Makanan yang kami pesan pun ternyata tidak habis meskipun sudah dimakan 13 orang (Si bungsu tidak ikut makan karena tertidur saat makanan datang). Nasi, sayuran dan beberapa jenis lauk masih tersisa dalam jumlah yang cukup banyak. Karena itu, kami pun meminta sisa makanan tersebut untuk dibungkus dan dibawa pulang.

Free refill teh tawar dan es batu
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Oh ya, di sana juga disediakan free refill teh tawar dan es batu. Jadi, ketika minuman sudah habis, pengunjung bisa mengisi ulang tanpa dikenakan biaya tambahan. Fasilitas ini tentu sangat membantu. Karena apa? Masakan Sunda identik dengan sambal. Saat terasa pedas, tentu butuh banyak minum.


Bagaimana Rasa Makanan di Saung Kita Gatot Subroto?

Secara umum, rasa makanan yang kami pesan cukup memuaskan. Bumbu yang digunakan terasa pas di lidah, tidak terlalu kuat, tetapi juga tidak hambar. Untuk restoran keluarga dengan jumlah pengunjung yang cukup ramai, kualitas rasa seperti itu tergolong baik.

Nasi liwet menjadi primadona siang itu. Rasa gurihnya pas. Bahkan anak-anak yang awalnya kami pikir akan lebih suka nasi putih, ternyata justru memilih nasi liwet. Hal ini membuat kami sedikit menyesal karena hanya memesan satu paket nasi liwet. Seharusnya nasi liwetnya saja yang kami pesan dua paket.

Ayam panggang dalam paket nasi liwet rasanya nikmat. Dagingnya terasa empuk. Bumbu yang meresap membuat ayam terasa gurih dan cocok dipadukan dengan sambal dan lalapan. Lauk lainnya juga enak. Hanya tempenya saja yang menurut saya kurang asin, dan kentang mustofanya terasa agak terlalu pedas.

Untuk paket keluarga, ayam cobek mertuanya juga enak. Tekstur dagingnya empuk dan bumbunya terasa meresap hingga ke dalam. Gurame asam manisnya pun sesuai dengan selera saya. 

Cah kangkung seafood juga tidak mengecewakan. Tingkat kematangannya pas, meskipun bagi saya rasanya sedikit pedas. Saya hanya tidak mencoba teri pete balado, jadi tidak tahu bagaimana rasanya.

Kalau untuk lauk tambahan, saya hanya mencicipi sedikit-sedikit. Gurame bakarnya enak. Bumbu kecapnya terasa manis gurih dan cukup meresap ke dalam daging ikan. Meski begitu, bagi saya, gurame asam manis masih terasa lebih enak. 

Cumi goreng tepung dan udang goreng kremes juga salah satu favorit anak-anak. Teksturnya tidak alot, menandakan bahwa waktu memasaknya pas. Bagian luar terasa renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut.


Berapa Harga Makanan yang Kami Bayarkan?

Dari segi harga, menurut saya tarif yang ditawarkan di restoran ini masih tergolong wajar untuk ukuran restoran keluarga di Kota Bandung. Apalagi rasa makanannya enak, porsinya besar, dan tempatnya nyaman.

Berikut rincian harga makanan dan minuman yang kami pesan hari itu:

  • Paket Nasi Liwet 4 Orang: Rp360.500 
  • Paket Keluarga 4 Orang: Rp324.000
  • Gurame Bakar Kecap: Rp82.000
  • Cumi Goreng Tepung: Rp82.000
  • Udang Goreng Kremes: Rp82.000
  • Air mineral 600 ml: Rp10.000

Harga tersebut tentu dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan restoran.

Oh ya, teh tawar yang termasuk dalam paket bisa diganti menjadi teh manis dengan tambahan harga. Saya lupa berapa biaya pastinya. Kira-kira sekitar dua ribu hingga empat ribu rupiah per gelas.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa harga-harga yang tercantum dalam menu belum termasuk pajak, sehingga total pembayaran di akhir akan sedikit lebih tinggi dari harga yang tertera. Hal ini cukup umum di restoran, namun tetap penting untuk diketahui agar tidak kaget saat melihat jumlah tagihan. 

Saya sendiri kurang tahu berapa total harga yang dikeluarkan untuk hari itu karena kami ditraktir oleh kakak ipar. Dia hanya sempat bercerita bahwa pajaknya sekian persen, tetapi saya juga lupa tepatnya berapa persen, hahahaha…


Penutup: Sepadan Antara Rasa, Porsi, Suasana dan Harga

Secara keseluruhan, pengalaman makan di Saung Kita Gatot Subroto Bandung cukup memuaskan, baik dari segi rasa, porsi, suasana dan harga. Apalagi selama di sana, pelayanan dari staf restoran juga menyenangkan. Mereka terlihat ramah dan responsif ketika dipanggil. Meskipun ramai, kami tidak menunggu terlalu lama sampai makanan datang. Hanya sedikit lebih lama saat minta membungkus makanan di akhir. Entah kenapa prosesnya terasa sedikit lebih lama. Tapi secara keseluruhan masih oke.

Menu yang tersedia cukup beragam, sehingga mudah menyesuaikan dengan selera anggota keluarga yang berbeda-beda. Rasa makanan yang disajikan juga enak dan cocok di lidah. Tidak ada menu yang terasa mengecewakan, meskipun ada beberapa catatan kecil seperti tempe yang kurang asin atau kentang mustofa yang terlalu pedas. Namun, hal tersebut tidak terlalu memengaruhi pengalaman makan secara keseluruhan.

Porsi makanan yang cukup besar menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi pengunjung yang datang bersama keluarga atau rombongan. Dengan memilih paket keluarga, proses memesan menjadi lebih praktis dan jumlah makanan yang didapat pun cukup mengenyangkan untuk dinikmati bersama.

Dari segi harga, tarif yang ditawarkan masih sepadan dengan kualitas makanan, porsi, serta suasana yang didapatkan. Jika dihitung secara keseluruhan, biaya makan untuk rombongan besar seperti kami pastilah cukup besar. Namun, jika dilihat dari apa yang didapatkan, harga tersebut masih terasa masuk akal.

Bagi keluarga yang ingin makan bersama dalam suasana santai dengan pilihan menu yang beragam, restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Pengalaman makan bersama keluarga seperti ini selalu menyenangkan untuk diceritakan. Tidak heran jika banyak blogger, termasuk beberapa blogger Surabaya, juga rutin menulis artikel kuliner di blog mereka. Tujuannya bukan sekadar untuk mengabadikan momen, tetapi juga untuk berbagi pengalaman sekaligus menjadi referensi bagi pembaca.


Bandung, 16 April 2026

Pukul 04.12 WIB


You Might Also Like

30 komentar

  1. Harga masih OK reasonable lah yaa.
    Dengan ambience yg ciamik.
    Nuansa tradisional berpadu dgn service pelayan yg sat set.
    pls rasa masakan enaakk.
    maauuu juga ke sana

    ReplyDelete
  2. Menurut daku dengan penyajian makanan pakai daun pisang seperti itu malah jadi menimbulkan aroma nikmat. Makan tuh makin berselera. Apalagi menu di paketannya ini yang daku suka wkwkwk.
    Kalau urusan tempe yang kurang asin maupun kentang mustofa yang terlalu pedas, bagi daku sama terbilang aman, karena mungkin racikannya memang seperti itu biar ballance dengan menu yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bisa jadi ya. Kalau dimakan bareng-bareng jadi kerasa balance gitu.

      Delete
  3. Wah, pantesan ampe dipisah jadi 2 tulisan. Ternyata yang datengnya bukan maen-maen. 14 orang euy, banyak betoool.
    Ah, sungguh ngiler liat nasi liwet dan cumi tepungnya. Meni mantap ini mah buat dijadiin sajian makan keluarga besar, hihihi. Manalah free refill es batu sama es teh pula ya. Makin-makin ga mau berenti dah makannya ini mah, hehe.

    Untuk harganya menurutku masih make sense si. Apalagi ini kan tempatnya gede, desainnya estetik, dan menunya pun banyak. Jadi untuk makan ber 14 orang, menurutku worth it banget mbak. Makasih reviewnya ya.

    Jalan pelan menyusuri braga
    Mobil mundur melindas bola
    Sehabis makan bareng keluarga
    Enaknya tidur di ubin mushola

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya mas. Awalnya mau jadi satu tulisan aja. Tapi kok panjang banget. Akhirnya aku jadiin dua tulisan deh.

      Iya nasi liwetnya enak. Harganya juga masuk akal lha...

      Delete
  4. Baca tulisan ini pas jam 14.30 kebetulan belum makan lagi, cuaca kebetulan lagi hot - hotnya, kebayang pengen makan sesuatu yang cocok untuk swasana seperti ini, kebetulan banget yang di sajikannya nasi liwet auto dinyanyikan musik keroncongan dalam perut...
    Saya mah cukup sih sama ikan nila bakar juga... aduuuhh saya cari makan dulu lah, nanti lagi komennya.....

    ReplyDelete
  5. Duh jadi pengen makan liwetan juga deh mbak :D
    menunya bener2 Indonesia, khususnya Sunda banget yaa di sana :D
    Wah sayang guraminya nggak kefoto, penasaran penampilan penyajiannya nih hehe. Aku juga suka banget sama gurami yang dibumbuin kecap gitu.
    Enak yaa kalau disediakan menu paketan itu, jadi kalau bawa keluarga lebih memudahkan buat milih menu, plus biasanya kalau menu paketan harganya lebih miring dari pembelian ala carte.

    Kalau boleh mbenerin, sebenarnya kalau pedas yang kita butuhkan bukan banyak minum, tapi dikasi makan manis atau yogurt hehe :D
    Cuma emang kadang aku sendiri manfaatin pedes tu buat nambah cairan, karena kadang jujur males minum huhu. Tapi kalau kepedesen langsung deh minum banyak juga. Terakhir kalau gak kuat minum sebangsa yakult atau teh manis kalau di rumah wkwk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yogurt atau susu emang cepet ngilangin pedes sih. Tapi kebanyakan orang-orang nggak minum itu di restoran sunda 😄

      Guremanya cuma kefoto yang sisaan mau dibawa pulang 😅

      Delete
  6. Nasi liwetnya gurihnya kerasa mungkin ya mbak jadi anak-anak lebih memilih nasi liwet daripada nasi putih. Duh aku jadi pengen makan juga nih. DUh lihat foto-fotonya auto lapar nih padahal belum jam makan siang. Banyak menu yang kusuka ... hmm yummy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Anak-anak suka karena gurih kayanya ya. Makin lahap mereka makan.

      Delete
  7. Bentar, Saung Kita Gatot Subroto ini lokasinya di mana? Gatsu Bandung? sebelah manaaa?? Hwaaa amaze nih kalau masih ada resto makan yang konsepnya kayak gini di tengah-tengah gempuran kafe sepanjang Gatsu.

    Tapi seperti biasanya, kalau mudik nggak pernah mampir ke yang begini karenaa.. masakannya sama ama di rumah hahaha.. jadi ortuku ngga pernah mau diajak ke tempat kayak gini padahal kan cocoknya kalau bawa keluarga dan orang tua yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gatsunya deket gumuruh situ mbak. Sederetan lha. Antara Maleer IV sama V tapi seberangnya.

      Padahal gpp ih masakannya sama, kan suasananya beda hehehe... Ayo rayu2 😁

      Atau kalau enggak ya sama suami dan anak-anak aja

      Delete
  8. duh saung kita jdi primdona di Bandung, menang dirasa, dan fasilitas makanya penuh terus , dtng bersama keluarga besar kalau pesen satu2 makan waktu , dan tentunya beda cost.
    punya menu pilihan paket keluarga jadi nilai plus, buat saung kita ya teh jadi ,lebih efisienn tentunya , porsinya banyak kan bsa di bawa pulang ya hehe

    ReplyDelete
  9. Lihat Nasi Liwet jadi ingat belum makan, hehe
    Lihat ikannya menggoda
    Ditambah Cumi goreng, sudah kebayang banget itu kriuknya
    Sambalnya juga mantap dah ya
    Maknyuss dengan harga yang masih ramah

    ReplyDelete
  10. Ini sih, sudah mantul sekali, Mbak Asri. Tempat makan di saung, dengan menu makanan yang enak semua. Dan menurut saya dengan memesan menu paketan, justru lebih hemat dan praktis ya, Mbak, Terus yang makanan tak habis, bisa dibungkus bawa pulang. Pastinya tidak kalah penting kumpul keluarga dan kebersamaannya ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul pak. Kebersamaannya yang paling penting. Pesan menu paket memang lebih praktis.

      Delete
  11. Makan bareng keluarga besar 14 orang memang paling pas pakai sistem paket tampah begitu, nuansa Sundanya makin dapet dan pastinya lebih ekonomis.
    Saya jadi penasaran sama Nasi Liwetnya, apalagi sampai jadi rebutan anak-anak, pasti gurihnya juara! Fasilitas free refill teh tawar juga penyelamat banget kalau sudah ketemu sambal.
    Yang paling penting sih tempatnya nyaman dan emang lega untuk yang dateng ramean yah

    ReplyDelete
  12. Salah satu alasan kenapa saya suka banget cari resto dengan konsep saung tiap jalan² (meski cuma bertiga) adalah saung tuh nyaman. Huehehe..

    Makanannya tuk konsep ala ala rumah eyang gitu. Ada bakaran ayam atau ikan, nasinya ada lalapan, atau tumisan sama sambel.

    Dulu pas ke Bandung, juga cari rumah makan Saung² gitu dan cukup banyak di temukan konsep² gitu di Bandung, Lembang atau Bogor. Mana makanannya juga sedep².. 🥹🥹

    ReplyDelete
  13. Paling senang kalau ada tempat makan yang tempatnya proper kemudian menunya komplit dan bisa menampung banyak orang karena terkadang kita suka bingung mau makan di mana akibat pilihannya kurang banyak, tempatnya kurang bersih ataupun kurang bisa menampung banyak orang titik dan saya lihat paket liburannya itu tampak sedap dan bisa dimakan bersama-sama pastinya jadi menu istimewa bersama gurame bakar kecap dan juga cumi goreng tepungnya, jadi lapar deh

    ReplyDelete
  14. Kabita pisaan saya melihat nasi liwetnya mbaak, kek enaak bangeet itu dan emang enaak yaaa...rekomended niih kalau nanti saya ke Bandung cobain makan disitu. Meskipun kayanya jauuh yaa dari Gerlong ke Gatsu..tapi penasaran deh kalau belum dicobain hehe.

    ReplyDelete
  15. Harganya mayan di atas rata2 ya. Tp berhubung ini di Kota Bandung, yang notabene desa wisata terkenal dan terlebih lagi suasananya itu loh yang bikin mahal. Kalo aku sih, biasanya menu paket tuh rata2 paling mahal Rp 50rb kalo dihitung per org. Dan biasanya pula, harga paket tuh malah jatuhnya seharusnya lbh murah sih.

    Tp kembali lagi, restoran ini menjual suasana yg beda dgn resto lain. Dia memasukkan komponen itu dlm harga menu masakannya. Toh kak Asri dan semua keluarga senang. Meski ga habis, tapi msh bisa dibawa pulang sisanya. Alhamdulillah, ga ada yg terbuang sia2.

    ReplyDelete
  16. Aku langsung naksir dan ngiler lihat foto paket Nasi liwet 4 orang 🤩🤩🤩 banyangin ayam panggang nya, lalapannya, nasi liwetnya, apalagi pake alas daun, jadi makin aromatik dan serasa beneran tradisional.

    Tempatnya juga nyaman sekali ya. Dan tambahan lauk gurame, cumi, tambah ciamik. Rata-rata PPN 10% dan biasanya ada biaya service 5% jadi kisaran total di 15% PPN dan service.

    Rekomen sekali sih ya. Aku pengen deh icip makanan di Saung Kita Gatot Subroto.

    ReplyDelete
  17. Aku pun kalau makan ramean bareng keluarga di resto Sunda gini lebih milih untuk pesan yang menu paketan mba. Harga biasanya lebih hemat dan porsinya juga pas, ya. Kalau misalnya kurang baru tambah menu lagi untuk makan tengah juga. :)

    Kalau aku lihat penyajian makanannya juga apik ya. Dijadikan dalam satu wadah besar gitu. Ngiler banget deh lihat ayam bakar, ikan bakarnya juga... :D

    ReplyDelete
  18. Mantep yaa.. menu sunda makan lesehan, free refiil teh tawar dan es.
    Suka banget makan pake bakul.. apalagi nasi liwet.. Uwwuu, hangat dan nikmaatt..
    Temennya gurame ayam cumi dan udang.

    Aku cencuu milih cumiii..
    ilopcumii...

    Menariknya ada menu paketan inii.. bener siyh.. memudahkan banget buat bocils..
    Uda mau makan sambil ngumpul dan gak dikasih waktu layaknya di resto AYCE, ini bikin nyamaan pissaan..

    ReplyDelete
  19. Tempatnya kelihatan ramah anak dan luas ya, Mbak. Pas banget buat jadi destinasi family gathering. Setuju banget, makan enak itu emang harus didukung sama suasana yang nyaman juga.

    ReplyDelete