Perjalanan 4 Hari 3 Malam di Pulau Bintan

August 25, 2021


Pulau Bintan adalah salah satu  pulau di Provinsi Kepulauan Riau yang posisinya bersebelahan dengan Pulau Batam. Pulau ini terkenal dengan resort-resort mewah dan pantai-pantai yang indah. Hal ini menjadikan Pulau Bintan menjadi salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama wisatawan asing dari negeri tetangga, Singapura.


Destinasi wisata ini sudah saya incar sejak kepindahan kami ke Kota Batam di tahun 2018. Untungnya, saya sudah sempat berlibur ke sana sebelum meninggalkan Batam dan hijrah ke ibukota. Jadi rasa penasaran itu sudah berhasil saya lepaskan.


Perjalanan Menuju Bintan dari Batam


Kami berangkat menuju Pulau Bintan via laut dari Pelabuhan Telaga Punggur. Untuk sampai ke Pelabuhan Punggur, kami mengendarai motor dari rumah di Tiban. Perjalanan dari Tiban menuju punggur sekitar 30 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km.


Pelabuhan Telaga Punggur terbagi menjadi dua pintu, yaitu pelabuhan kapal ferry dan pelabuhan kapal roro. Yang disebut ferry disini adalah kapal cepat (speedboat) yang hanya mengangkut penumpang, sedangkan roro adalah kapal besar yang mengangkut manusia sekaligus kendaraan. 


Kedua kapal tersebut sama-sama menuju Pulau Bintan namun menuju pelabuhan yang berbeda. Kapal ferry menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjung Pinang sedangkan kapal roro menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Untuk menuju Pelabuhan Tanjung Uban ini sebetulnya tidak hanya bisa ditempuh dengan kapal roro. Ada juga fastboat yang bisa menjadi pilihan.


Sesampainya di area pelabuhan, kami segera masuk ke pelabuhan ferry dan memarkir motor. Area parkirnya beratap sehingga tidak perlu khawatir kehujanan. Di sini penumpang juga bisa menitipkan kendaraan untuk menginap. Biaya penitipan motor selama 4 hari 3 malam saat itu Rp 45.000,00, sedangkan untuk tarif mobil saya lupa informasinya.


Pemandangan dari dalam kapal ferry

Setelah membeli tiket seharga 67.500/orang (Yoshi masih gratis), kami segera masuk ke dalam kapal. Tak berapa lama kapal kami pun berangkat menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura yang berjarak tempuh kurang lebih satu jam. Tergantung besar kecilnya gelombang. 


Kapal ferry yang kami naiki tersebut berangkat setiap 30 menit dari pelabuhan, sehingga kita bisa datang kapan saja dan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kapal. Kapal pertama berangkat pukul 07.00 WIB sedangkan kapal terakhir berangkat pada pukul 17.00 WIB.


Tempat Wisata di Pulau Bintan


Begitu sampai di Pelabuhan Sri Bintan Pura kami segera turun dari kapal dan menuju area parkir. Kami telah menyewa sebuah mobil yang akan menemani perjalanan kami selama 4 hari 3 malam di pulau yang eksotis ini. Jadi kemana saja kami selama waktu liburan tersebut? Berikut saya rincikan tempat yang kami kunjungi. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi rencana perjalanan bagi kalian yang hendak berkunjung ke Pulau Bintan.


Pelabuhan Sri Bintan Pura

Hari Pertama 

(Pulau Penyengat, Restoran Sei Ladi, The Anmon Resort, dan Crystal Lagoon)


Tujuan pertama kami setelah keluar dari Pelabuhan Sri Bintan Pura adalah Pulau Penyengat. Pulau ini terletak tidak jauh dari pelabuhan. Hanya perlu mengendarai mobil sekitar 10-15 menit kalian akan sampai di pelabuhan tempat penyebrangan ke pulau penyengat.


Pulau Penyengat

Perjalanan kami berkeliling di Pulau Penyengat tidak terlalu lama karena hari sudah siang dan perut mulai terasa lapar. Karena itu kami segera kembali ke pelabuhan Pulau Penyengat dan memutuskan untuk mencari tempat makan siang terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lagoi.


Dari Pulau Penyengat kami menuju rumah makan bernama Restoran Sei Ladi. Menu yang disajikan rata-rata adalah hidangan seafood. Kami makan dengan ditemani pemandangan hijaunya bakau di pinggir pantai sehingga makanan yang enak itu terasa semakin nikmat. Apalagi harga makanan tersebut tidak terlalu mahal. Perut kenyang hati pun senang.


Restoran Sei Ladi

Setelah puas makan, istirahat dan salat, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Lagoi yang ternyata memakan waktu hampir satu jam. Kami menuju Lagoi karena untuk hari pertama ini kami menginap di sebuah hotel yang berada di kawasan tersebut. Hotel itu bernama The Anmon Resort. Sebuah hotel yang saat itu sedang ramai diperbincangkan di media sosial karena konsepnya yang unik.


The Anmon Resort

Sesampainya di hotel kami beristirahat sejenak, lalu beranjak ke Crystal Lagoon, kolam renang terbesar di Asia Tenggara yang bisa diakses langsung dari tempat kami menginap. Kami pun berenang sepuasnya hingga matahari terbenam di ufuk barat.


Senja di Crystal lagoon

Lelah berenang, kami kembali ke kamar untuk mandi dan salat magrib. Setelah itu kami keluar lagi untuk membeli makanan di luar hotel. Makanan tersebut kami bungkus dan dimakan di teras kamar yang terasa eksotis di malam hari. Setelah makan malam kami mengobrol sejenak sebelum akhirnya masuk kamar dan beristirahat hingga pagi tiba.


Hari Kedua

(The Anmon, Crystal Lagoon, Taman Pemancingan Poyotomo, Gurun Pasir Busung, dan Bintan Beach Resort)


Pagi di hari kedua ini saya habiskan dengan berjalan-jalan di kawasan hotel. Karena anak saya masih tidur, saya berkeliling sendirian. Itulah salah satu hal yang saya sukai ketika menginap di hotel. Berjalan-jalan pagi seorang diri sambil menikmati udara segar.


Crystal Lagoon

Puas berjalan-jalan saya kembali ke kamar dan membangunkan Yoshi karena kemarin dia bilang ingin berenang lagi. Sekitar pukul 7 pagi kami kembali ke kamar untuk sarapan pagi. Usai sarapan Yoshi dan papanya kembali menuju kolam renang sedangkan saya lebih memilih bersantai di kamar sambil merapikan barang bawaan karena pukul 11.00 WIB kami sudah harus check out dari kamar hotel.


Selepas meninggalkan The Anmon Resort kami menuju tempat membeli makanan semalam. Kali ini kami membungkus makan siang yang kemudian kami nikmati di kawasan Lagoi Bay. Pantai di sini bisa diakses gratis oleh para pengunjung dan kami pun memutuskan makan siang di tepi pantai. Sayang sekali siang itu pantai Lagoi sedang surut.


Lagoi Bay

Taman Pemancingan Poyotomo adalah destinasi tujuan kami berikutnya. Untuk masuk ke sana pengunjung dikenakan tarif Rp10.000,00/orang. Di sini, selain memancing pengunjung juga bisa menginap dengan konsep camping. Berbeda dengan di The Anmon Resort, pengunjung benar-benar tidur di dalam tenda lipat yang disewakan. Sayangnya, karena tidak berniat untuk memancing, kami hanya singgah sejenak di tempat ini.

Taman Pemancingan Poyotomo

Tempat yang kami kunjungi selanjunya adalah Gurun Pasir Bintan. Wisata ini dikenal juga dengan nama Gurun Pasir Busung karena lokasinya yang terletak di Jalan Busung. “Gurun” ini sesungguhnya hanya sebuah area bekas penambangan. Namun orang-orang memberikan nama "gurun" karena tampilannya sekilas memang mirip gurun pasir mini.


Gurun Pasir Busung

Apalagi di sana juga ada “danau” yang berair biru cerah saat hari terang. Rasanya semakin mirip dengan nuansa oase di tengah gurun tandus. Gurun dan danau biru ini sangat cantik jika dijadikan latar foto.

Danau Biru Busung

Puas berfoto, kami menikmati kelapa muda di warung-warung yang berjualan di sekitar area parkir. Kami sekalian salat asar di musola yang ada di dekat warung-warung itu. Sekitar pukul 5 sore kami pun beranjak pergi dan melanjutkan perjalanan. Kami menuju Bintan Beach Resort yang terletak di kota Tanjung Pinang. Disanalah kami menginap untuk dua malam terakhir.

Bintan Beach Resort

Hari Ketiga

(Pantai Trikora 3, Rumah Makan Pizza Casa Italia, New Marjoly Beach Resort, dan The Manabu)


Hari ketiga dimulai dengan sarapan pagi di hotel. Kemudian sekitar pukul 08.00 WIB kami segera berangkat menuju Pantai Trikora 3 yang berada wilayah Kijang. Niatnya agar tidak terlalu panas saat sampai di pantai. Namun karena hari ini itu matahari bersinar cerah, cuaca sudah sedikit panas saat kami sampai di sana. Untungnya banyak pohon di tepian pantai itu, sehingga masih cukup nyaman untuk bermain air dan pasir.

Pantai Trikora 3

Usai salat zuhur kami beranjak dari pantai. Kami belum ada tujuan pasti hendak kemana. Karena perut terasa lapar, akhirnya kami mencari tempat makan. Saya teringat akan cerita seorang teman tentang pizza enak di wilayah ini. Saya pun mencarinya di google dan menemukan lokasi pizza yang dimaksud. Tempat pizza itu bernama Pizza Casa Italia. Pizzanya enak dan siapa sangka tempat makan ini memiliki pantai pribadi. Luar biasa!


Pizza Casa Italia

Belum puas berkuliner, kami kembali mengunjungi salah satu hotel di wilayah tersebut yang bernama New Marjoly Beach Resort. Meski hanya menikmati restoran tepi pantainya, setidaknya sudah cukup mengobati rasa penasaran saya akan hotel yang satu ini. Sebelumnya kami memang berencana menginap di sini. Namun karena sesuatu dan lain hal, kami memutuskan untuk pindah ke Bintan Beach Resort.


New Marjoly Beach Resort


Sekitar pukul 16.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan terakhir kami hari itu, The Manabu. The Manabu adalah salah satu restoran di Tanjung Pinang yang terkenal akan keindahan matahari terbenamnya. Karena itu kami datang ke sana tepat saat senja memerah di cakrawala.


Senja di The Manabu

Makan malam di restoran ini terasa begitu nikmat. Selain pemandangan yang indah, makanannya juga enak. Apalagi ditemani dengan live music yang mengalun merdu. Malam itu kami kembali ke hotel dengan perut kenyang dan perasaan bahagia.


Hari Keempat

(Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Masjid Raya Nur Ilahi, The Oishi Cafe)


Hari terakhir kami habiskan dengan berenang di kolam renang hotel sambil menunggu pesanan oleh-oleh khas Tanjung Pinang yang cukup terkenal, yaitu otak-otak. Setelah oleh-oleh tersebut datang, kami pun check out dari hotel dan menuju Vihara Ksitigarbha Bodhisattva.


Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Vihara ini dikenal juga dengan nama vihara 1000 patung. Untuk masuk ke lokasi vihara kami harus membayar tiket sebesar Rp10.000,00. Di dalam area vihara, kami hanya berkeliling dan berfoto-foto. Setelah puas mengabadikan memori, kami pun melanjutkan perjalanan.


Lokasi yang kami kunjungi berikutnya adalah Pulau Dompak. Pulau Dompak adalah pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Di sana terdapat kantor Gubernur, kantor DPRD, juga beberapa kantor dinas provinsi lainnya. Selain itu ada juga Masjid Nur Ilahi yang juga menjadi icon wisata religi di Kota Tanjungpinang. Kesanalah tujuan kami siang itu.


Masjid Nur Ilahi

Masjid ini terletak di dataran tinggi sehingga kita bisa menikmati pemandangan laut yang indah dari area masjid. Di sana kami melakukan salat duhur lalu kemudian kembali ke Kota Tanjungpinang. Dalam perjalanan pulang, sekali lagi kami melewati jembatan yang menghubungkan Pulau Dompak dengan daratan utama Kota Tanjungpinang.


Sebelum menuju pelabuhan, terlebih dahulu kami makan siang di sebuah rumah makan all you can eat yang bernama The Oishi Cafe. Kami memesan paket all you can eat BBQ yang bisa dinikmati dalam waktu maksimal 2 jam. Makanan di sini menurut kami cukup enak. Cocok di lidah dan murah. Selain menu yang kami pesan, rumah makan ini juga menjual aneka masakan Korea dan Jepang dalam porsi satuan.


Area Luar Oishi Cafe

Puas makan daging hingga kenyang, kami pun melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Sri Bintan Pura. Sebelum membeli tiket ferry untuk kembali ke Pulau Batam, kami lebih dulu mengembalikan mobil yang kami sewa. Petualangan kami di Pulau Bintan berakhir sampai di sini.

Sampai di Pelabuhan Punggur, Batam





You Might Also Like

4 komentar

  1. wah seru sekali perjalanannya mbak, foto fotonya cakep
    baca tulisan ini aq berasa ikutan jalan jalan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.. Makasih..

      Aku pas nulis juga berasa jalan-jalan lagi gt 😆

      Delete
  2. Mbak asri cantik bangeeett pantai di Bintan. Tempat yang Mbak sebut itu termasuk resort2 mevvah kah? Kalo ramah kantong boleh lah hotel2nya jadi referensi misal liburan ke sana. Haha. Semoga ada kesempatan main ke Bintan. Aamiin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin.. Semoga bisa main kesana ya

      Bagus pantainya. Bersih

      Kl yg The Anmon Resort ratenya di atas sejuta semalam (Kl lg promo kadang 900an)

      Kl yg Bintan Beach Resort kmrn murah sih pas nginap. 300rb an gt semalam

      Delete