Suasana Nyaman untuk Kumpul Keluarga di Saung Kita Gatot Subroto Bandung
April 01, 2026Membaca blog teman yang sering menulis review Bandung, saya jadi terinspirasi untuk menuliskan pengalaman pribadi saat makan bersama keluarga besar di Saung Kita Gatot Subroto Bandung. Restoran keluarga ini tergolong baru dan ikut memeriahkan khasanah kuliner Kota Kembang. Kunjungan kami ke sana berawal dari ajakan kakak ipar, yang tentu saja saya sambut dengan senang hati.
Apalagi momen makan bersama keluarga besar seperti ini tidak terlalu sering terjadi. Seingat saya, terakhir kali kami makan bersama di restoran keluarga adalah pada awal tahun 2024. Jadi, ketika kesempatan itu datang lagi, saya tidak ingin melewatkannya. Saya memang suka berkumpul dengan keluarga besar di restoran seperti ini karena selain bisa menikmati makanan enak, acara makan bersama juga menjadi ajang untuk bercengkerama, berbagi cerita, dan tentu saja menciptakan kenangan baru yang menyenangkan.
Kali ini saya ingin bercerita tentang tempatnya terlebih dahulu. Untuk makanannya akan saya ceritakan dalam tulisan terpisah agar ulasannya tidak terlalu panjang. Lalu, bagaimana suasana restorannya? Simak cerita saya sampai selesai, ya…
Lokasi di Tengah Kota dan Mudah Dijangkau
Saung Kita Gatot Subroto ini terletak di tengah Kota Bandung, tepatnya di Jalan Gatot Subroto No.184, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasinya berada di kawasan yang cukup strategis dan ramai, sehingga mudah diakses dari berbagai arah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Letaknya juga tidak jauh dari Trans Studio Mall, hanya berjarak kurang lebih 500 meter. Karena berada persis di pinggir jalan utama, restoran ini sangat mudah ditemukan, bahkan bagi yang baru pertama kali datang. Area sekitarnya pun sudah cukup familiar bagi warga Bandung, sehingga tidak perlu khawatir tersesat.
Saya pergi ke sana pada hari Minggu, 1 Februari 2026, dengan rombongan yang terdiri dari 9 orang dewasa dan 5 anak-anak. Bisa dibayangkan betapa ramai dan serunya rombongan kami. Tentu saja kami membutuhkan banyak meja dan itu tidak mudah didapatkan saat weekend. Apalagi di restoran yang masih baru dan hype seperti ini.
Untungnya, keluarga kakak ipar berangkat lebih dulu untuk mendapatkan tempat. Dan benar saja, sesampainya di lokasi, kami mendapat kabar bahwa restoran tersebut sedang sangat ramai. Kami pun masuk ke dalam daftar tunggu.
Kurang lebih 30 menit kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, kakak ipar memberi kabar agar kami datang karena meja sudah tersedia. Alhamdulillah, rasanya lega mendengar kabar tersebut, apalagi anak-anak sudah mulai lapar dan tidak sabar ingin segera makan. Kami pun berjalan kaki menuju lokasi karena tempatnya sangat dekat dari rumah mertua, hanya sekitar 200 meter saja.
Suasana Restoran yang Nyaman dan Membuat Betah
Begitu sampai di restoran, kesan pertama yang langsung terasa adalah tempatnya cukup besar dan terlihat ramai oleh pengunjung. Memasuki area parkir, tampak bangunan restoran berdiri megah dengan desain yang unik dan mencuri perhatian. Bagian depannya didominasi material bambu yang dibentuk menyerupai lengkungan besar, memberikan nuansa tradisional sekaligus modern. Tulisan nama restoran terpampang jelas di bagian atas, sehingga mudah dikenali bahkan dari kejauhan.
![]() |
| Tampak depan Saung Kita Gatot Subroto Bandung (Sumber: Dokumentasi pribadi) |
Bangunan ini juga terlihat luas dengan area kaca besar di sisi kanan dan kiri, membuat suasana di dalam tampak terang dan terbuka. Desain arsitekturnya terasa hangat dan ramah untuk keluarga, dengan sentuhan alami yang membuat tempat ini terlihat estetik dan cocok dijadikan spot berfoto.
Area Makan Indoor dengan Taman di Tengah Ruangan
Masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh meja resepsionis dengan inner court. besar di bagian belakangnya. Inner court tersebut terletak di tengah ruangan, berbentuk semacam taman kecil yang dikelilingi dinding kaca tinggi, sehingga cahaya alami bisa masuk dengan leluasa. Di bagian tengahnya terlihat tanaman hijau yang membuat suasana terasa lebih segar dan tidak kaku.
Di samping kanan, kiri, dan belakang inner court tersebut terdapat deretan meja makan yang tertata rapi. Meja dan kursi yang digunakan didominasi material kayu dengan desain sederhana namun kokoh. Jarak antar meja juga terlihat cukup lega, sehingga pengunjung masih memiliki ruang gerak yang nyaman, meskipun restoran sedang ramai. Area makan ini tampak mampu menampung banyak pengunjung, baik dalam kelompok kecil maupun rombongan keluarga besar seperti kami.
![]() |
| Area makan indoor (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Langit-langit ruangan juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Material bambu yang digunakan terlihat mendominasi bagian plafon, disusun dengan pola melengkung yang serasi dengan konsep bangunan dari luar. Ditambah dengan lampu-lampu gantung bernuansa hangat, suasana ruang makan terasa nyaman dan homey. Apalagi ruangan ini juga dilengkapi dengan AC, sehingga cocok untuk makan bersama keluarga dalam waktu yang cukup lama tanpa merasa gerah.
Tapi hari itu kami tidak mendapat meja di ruangan indoor ini. Sebagai gantinya, kami mendapat meja di area belakang yang tidak kalah estetik. Penasaran? Mari lanjut ke area berikutnya.
Ruang Makan Privat untuk Suasana yang Lebih Tenang
Keluar dari area indoor, saya melihat beberapa ruangan dengan pintu geser kaca yang tertutup rapat. Sepertinya ruangan ini memang didesain sebagai area makan privat. Tempat yang cocok bagi pengunjung yang membutuhkan suasana yang lebih tenang dan eksklusif, misalnya untuk mengadakan meeting dengan klien, acara keluarga, atau pertemuan khusus lainnya, baik yang bersifat santai maupun semi-formal.
![]() |
| Ruang privat dengan pintu geser (Sumber: dokumentasi pribadi) |
Saat saya datang, area privat ini terlihat terbagi menjadi tiga ruang terpisah. Namun, setelah saya melihat informasi di media sosial, ternyata sekat antar ruang tersebut bisa dilipat dan dibuka jika dibutuhkan ruangan yang lebih besar. Fitur ini tentu menjadi nilai tambah, terutama untuk acara dengan jumlah tamu yang lebih banyak.
Area Makan Semi-Outdoor yang Estetik
Di samping ruang privat tadi, terdapat area semi-outdoor yang terdiri dari dua lantai. Area ini menawarkan suasana yang asri, tenang, dan estetik dengan konsep bangunan yang didominasi material bambu, serta kolam ikan yang semakin menambah nuansa alami. Rasanya seperti oase di tengah Kota Bandung yang padat dan terasa panas di siang hari.
Di area ini, saya juga memperhatikan ada beberapa pilihan tempat duduk yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung. Ada yang berupa meja dan kursi kayu, saung lesehan, hingga floating deck di atas kolam ikan yang dilengkapi payung membran sebagai peneduh. Semua area makan terlihat tertata dengan apik dan memiliki daya tarik visual tersendiri. Tidak heran jika tempat ini juga menjadi spot favorit untuk berfoto.
Sayangnya, di hari padat seperti saat itu, pengunjung tidak leluasa memilih tempat duduk. Biasanya, pengunjung akan langsung diarahkan ke meja mana saja yang masih tersedia dan mampu menampung jumlah rombongan.
Hari itu kami mendapatkan dua saung lesehan. Cocok untuk rombongan keluarga seperti kami, terutama karena membawa anak-anak yang masih aktif bergerak. Mereka tetap bisa bermain dan bergerak dengan lebih leluasa tanpa harus berlarian ke sana kemari. Suasananya terasa lebih santai dan nyaman dibandingkan duduk di kursi biasa yang sering kali membuat anak-anak cepat bosan.
Fasilitas Penunjang yang Mendukung Kenyamanan Pengunjung
Sebuah tempat makan rasanya kurang lengkap tanpa adanya fasilitas penunjang yang memadai. Kebetulan, fasilitas penunjang di Saung Kita ini sudah tergolong cukup baik, walaupun masih ada beberapa hal yang bisa terus disempurnakan. Namun secara keseluruhan, fasilitas yang tersedia sudah mampu mendukung kenyamanan pengunjung.
Area Parkir yang Luas
Restoran ini memiliki area parkir yang lumayan luas, sehingga memudahkan pengunjung untuk memarkirkan kendaraan. Area parkirnya berada di bagian depan dan samping bangunan. Dari pengamatan saya, area tersebut tampaknya mampu menampung cukup banyak kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini tentu menjadi nilai tambah, terutama saat restoran sedang ramai pengunjung seperti yang kami alami pada hari itu.
Mushola yang Bersih dan Nyaman
Mushola di Saung Kita terletak di dekat area parkir samping, tidak jauh dari pintu samping bangunan. Bangunannya pun terbuat dari bambu, dengan dinding yang menggunakan anyaman gedek, sehingga memberikan nuansa tradisional yang kental. Antara area laki-laki dan perempuan dipisahkan dengan tirai kain. Suasana di dalamnya mengingatkan saya pada surau di kampung yang sederhana, tetapi terasa hangat dan menenangkan.
Walaupun tidak terlalu luas, tempatnya bersih dan nyaman untuk digunakan beribadah. Perlengkapan salat seperti mukena dan sarung juga tersedia, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika datang tanpa membawa perlengkapan sendiri. Sayangnya, tempat wudhunya berada di area terbuka di depan mushola dan belum dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Bagi pengunjung yang mengenakan jilbab, kondisi ini mungkin terasa kurang nyaman, terutama saat mushola sedang ramai digunakan.
Toilet dengan Dinding Bata Ekspos
Restoran ini menyediakan fasilitas toilet yang lokasinya cukup strategis karena berdekatan dengan mushola. Area toilet menggunakan dinding bata ekspos, sama seperti beberapa area lain di restoran, termasuk bagian fasad depan. Salah satu bidang dinding disusun dengan teknik tertentu yang menghasilkan efek timbul-tenggelam. Selain berfungsi sebagai sirkulasi udara, susunan tersebut juga membuat tampilan dinding terlihat lebih estetik.
Fasilitas toilet antara laki-laki dan perempuan dipisahkan dalam ruangan yang berbeda, dengan pintu utama yang saling berhadapan. Sementara itu, area wastafel dibuat menyatu di luar ruangan. Di atasnya terdapat cermin berbentuk oval yang menambah kesan rapi dan modern. Selain cermin di area wastafel, tersedia juga cermin full body di dalam toilet wanita yang bisa digunakan untuk merapikan penampilan sebelum kembali ke area makan.
Wastafel yang Unik
Wastafel di restoran ini cukup unik. Bentuknya silinder tinggi dengan material yang menurut saya mirip teraso berwarna hijau muda dengan motif bintik-bintik. Desainnya terlihat modern sekaligus kokoh, sehingga langsung menarik perhatian pengunjung. Wastafel ini tersedia di berbagai sudut restoran, termasuk di depan area toilet. Keberadaannya cukup memudahkan pengunjung yang ingin mencuci tangan, apalagi makanan Sunda identik dengan kebiasaan makan menggunakan tangan.
Ada satu pengalaman lucu saat saya ingin mencuci tangan. Awalnya, saya mengira keran di wastafel ini menggunakan sensor otomatis karena tidak terlihat adanya tuas pemutar di bagian atasnya. Saya pun mendekatkan tangan, tetapi tidak terjadi apa-apa. Akhirnya, saya batal mencuci tangan dan sempat berniat bertanya kepada pegawainya.
Belum sempat bertanya, kakak ipar saya lebih dulu memberi tahu bahwa cara menyalakan keran tersebut adalah dengan menginjak pedal yang terletak di bagian bawah samping wastafel. Sistem ini sangat cerdas dan higienis karena kita tidak perlu menyentuh apa pun dengan tangan yang kotor, mirip dengan standar sanitasi di rumah sakit atau dapur profesional. Jadi, buat kalian yang mampir ke sini, jangan sampai bingung dan melambaikan tangan di depan keran seperti saya, ya! Cukup injak pedalnya, dan air akan mengalir dengan lancar.
Permen Kapas Gratis
Di dekat ruang privat terdapat mesin pembuat permen kapas yang bisa dinikmati secara gratis dengan cara memberikan ulasan di Google Maps. Tidak harus memberikan ulasan bintang lima, kok. Namun pada hari itu, si sulung dan si bungsu tidak terlalu tertarik, sehingga akhirnya hanya keponakan-keponakan saya yang mengambilnya.
Menurut saya, fasilitas seperti ini cukup menarik, terutama bagi pengunjung yang datang bersama anak-anak. Selain menjadi hiburan kecil sambil menunggu makanan datang atau setelah selesai makan, permen kapas juga dapat membuat suasana kunjungan terasa lebih menyenangkan bagi mereka.
Penutup: Tempat Makan Keluarga yang Nyaman dan Layak Dicoba
Dilihat dari lokasinya yang strategis, suasana yang santai, serta berbagai fasilitas pendukung yang tersedia, Saung Kita memang cocok untuk berbagai acara. Pengunjung bisa menikmati waktu makan sambil berbincang dengan nyaman. Konsep bangunannya yang unik dengan sentuhan tradisional juga membuat pengalaman berkumpul terasa lebih menyenangkan.
Jika suatu saat kami merencanakan makan bersama keluarga lagi, kemungkinan besar restoran ini akan kembali masuk dalam daftar pilihan. Kemudahan akses dan kenyamanan yang ditawarkan menjadi nilai tambah yang membuat kami tidak ragu untuk merekomendasikannya kepada orang lain.
Bandung, 1 April 2026
Pukul 14.46 WIB





0 komentar