Batu Secret Zoo - Kebun Binatang Modern di Kota Batu



sumber :
https://jtp.id/batusecretzoo/zones/107/entrance-secret-zoo
Batu Secret Zoo adalah sebuah kebun binatang modern yang menjadi salah satu wisata andalan Kota Batu. Tempat wisata yang berlokasi di Jalan Oro-oro Ombo No. 9 ini adalah bagian dari Jatim Park 2, bersanding dengan Hotel Pohon Inn dan Museum Satwa. Tempat wisata ini sudah beroperasi selama 9 tahun, sejak diresmikan tahun 2010 lalu.

Mudik lebaran tahun ini saya membuat rencana untuk berkunjung kesana. Jauh hari saya sudah bercerita kepada Yoshi, bahwa kami akan melihat binatang-binatang jika berkunjung ke rumah Uti. Kebetulan saat ini dia sedang menyukai tema binatang, jadi saya memutuskan ini saat terbaik untuk memperkenalkan hewan-hewan tersebut secara langsung.

Akhirnya tanggal 29 Mei 2019, saya, suami dan Yoshi pergi ke Batu Secret Zoo. Sebetulnya saya masih lelah, karena hari sebelumnya kami baru mendarat di Surabaya sekitar pukul 16.30 WIB, dan baru sampai di Batu sekitar pukul 20.30 WIB, namun karena jadwal hari-hari berikutnya cukup padat, kami memutuskan untuk pergi hari tersebut. Lagipula lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah, hanya sekitar 15 menit berkendara dengan motor.

Sesampainya di lokasi, kami segera menuju loket untuk melihat harga tiket dan paket yang ditawarkan. Ada beberapa paket yang ditawarkan, tapi saya lupa apa saja, yang saya ingat hanya paket Batu Secret Zoo + Museum Satwa serta Batu Secret Zoo + Museum Satwa + Eco Green Park. Batu secret Zoo, seperti yang telah saya sebutkan diatas adalah sebuah kebun binatang modern, dimana didalamnya ditampilkan hewan-hewan yang masih hidup. Lain halnya dengan Museum Satwa, di dalamnya ditampilkan hewan-hewan mati yang telah diawetkan (bisa juga patung atau boneka), yang ditata menjadi semacam diorama. Untuk Eco Green Park sendiri lebih cenderung seperti taman burung, di dalamnya ditampilkan aneka burung dan unggas. Semua tempat itu menarik untuk dikunjungi.

Ini bukan kunjungan pertama saya, sehingga saya sudah bisa memprediksi seberapa jauh rute yang harus kami tempuh dan berapa lama waktu yang kami butuhkan. Untuk Secret Zoo saja, jika ingin menikmati semua area dan wahana, setidaknya membutuhkan waktu 4-5 jam, lalu dilanjut museum satwa yang membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam, jika ditambah lagi dengan Eco Green Park, maka perlu tambahan waktu sekitar 2-3 jam. Jadi minimal kami memerlukan waktu 7 jam untuk menikmati ketiga tempat wisata tersebut. Namun kami tidak mungkin mengunjungi semua tempat tersebut, mengingat kami sampai sudah tengah hari. Selain itu akan terlalu melelahkan untuk Yoshi jika mengunjungi 3 tempat ini sekaligus. Akhirnya kami memutuskan membeli tiket untuk Batu Secret Zoo + Museum Satwa saja. Sebenarnya jika ada tiket untuk Secret Zoo nya saja, kami pasti membeli itu, karena kami tau tidak akan sempat masuk ke Museum Satwa. Hari itu kami melaksanakan puasa ramadhan, jadi kami harus keluar dari sana sebelum adzan magrib, yang artinya kami hanya punya waktu sekitar 4 jam saja untuk menikmati tempat wisata ini.
Peta Batu Secret Zoo
Sumber : https://jtp.id/batusecretzoo/map
Sebelum membeli tiket terjadilah sedikit drama, Yoshi tidak mau masuk. Dia ingin membeli yogurt dulu di alun-alun. Memang sebelum berangkat kami bercerita bahwa nanti sepulang dari melihat hewan kami akan membeli yogurt, tapi tampaknya dia tidak paham. Akhirnya kami tawarkan untuk membeli es krim saja dan Yoshi pun setuju. Lalu kami membeli es krim yang banyak dijual di kios-kios pelataran luar. Harganya cukup murah untuk kelas tempat wisata. Hanya Rp.10.000,00 untuk 1 cup strawberry soft ice cream. Drama pun berakhir dan kami bergegas menuju loket.
Entrance Batu Secret Zoo
Awalnya kami bingung harus membeli 2 atau 3 tiket, tidak tahu apakah Yoshi sudah harus membayar atau belum. Akhirnya saya bertanya kepada penjaga loket dan diinfokan bahwa tinggi anak diatas 185 cm sudah dikenakan 1 tiket, jadi saya membeli tiket untuk kami bertiga. Harga tiket ketika weekday sebesar Rp. 90.000,00/orang. Untuk informasi tiket lebih lengkapnya bisa dilihat disini. Jika kalian mempunyai boarding pass dari Citilink, maka kalian akan mendapatkan diskon sebesar 20%. Saya pernah membaca informasi ini pada penerbangan-penerbangan sebelumnya, namun hari itu saya lupa, padahal kami terbang Ke Surabaya menggunakan Citilink. Saya baru ingat lagi setelah membaca informasi tersebut pada saat penerbangan kembali ke Batam. Sayang sekali ya.

Setelah mendapatkan tiket kami menuju ke pintu masuk. Disitu ada petugas yang memasangkan gelang tiket ke pergelangan tangan kami dan juga melakukan pemeriksaan tas. Diberitahukan bahwa kami tidak diperkenankan membawa makanan berat ke dalam area wisata. Hanya roti, snack dan minuman yang boleh dibawa masuk. Tentu saja kami tidak membawa makanan berat. Hanya botol minum, susu dan kue untuk yoshi. Kemudian kami dipersilahkan masuk.

Di area pintu masuk ada patung seperti jerapah berleher super panjang yang berwarna hitam putih. Patung satu ini membuat saya dan Yoshi "berdebat". Saya bilang itu jerapah sedangkan Yoshi bilang itu sapi. Setelah perdebatan yang tidak penting itu kami pun melanjutkan perjalanan. Hewan pertama yang menyambut kami adalah tikus raksasa. Tikus sebesar kelinci itu mengingatkan kami pada tikus yang hidup di selokan/got, tapi tentu saja tikus yang satu ini tidak menjijikkan dan bau seperti tikus got.
Disambut oleh tikus raksasa

Monkey World

Zona pertama yang kami lalui bernama Monkey World. Zona ini dominasi oleh berbagai jenis monyet. Banyak sekali jenis yang ditampilkan, ada monyet yang sangat kecil, monyet dengan bulu warna-warni, mandrit, hingga lemur yang terkenal lewat film Madagaskar. Saking banyaknya saya tidak ingat apa saja.
Zona Dunia Monyet
Satu-satunya Monyet yg Terfoto
Di zona ini ada juga hewan-hewan lainnya seperti rusa, capybara, pygmy hippo (kuda nil), burung rangkok, bebek, babi hutan, tapir, anteater dan lain sebagainya. Saya merasa koleksi kebun binatang ini jauh lebih banyak dibanding terakhir kali saya kesini. Sayangnya hari itu saya tidak mengambil terlalu banyak foto.
Senang rusanya mendekat

Rusa Lagi
Dikandang Capybara tapi yang dilihat ikan
Menuju Reptil Garden

Reptile Garden, Nocturnal House dan Aquarium

Selanjutnya kami menuju ke zona Reptile Garden dan Nocturnal House. Disini para pengunjung bisa melihat beraneka ragam reptil, seperti ular, kadal, katak/kodok, serta kura-kura raksasa, juga hewan-hewan malam seperti kuskus, musang, kelelawar, sugar glider dan lain sebagainya. Setelah Nocturnal House, kami masuk di zona Aquarium. Sesuai dengan namanya, disini ditampilkan beraneka ragam ikan dan biota laut lainnya, seperti ubur-ubur, bintang laut, bulu babi dan lain sebagainya. Saya senang berada di zona ini karena banyak ikan warna-warni yang lucu-lucu. Zona-zona  ini terletak di bawah tanah, sehingga pencahayaannya pun sengaja dibuat remang-remang. Di Luar zona terdapat foodcourt dimana pengunjung bisa membeli makanan dan minuman.
Jalan Menuju Aquarium

Salah satu ikan lucu
Zona Aquarium
Spot foto di dekat reptil garden

Flamingo

Keluar dari zona Aquarium kami melanjutkan perjalanan kembali. Kami melihat jaguar, leopard, dan masih banyak lagi. Di Ujung zona ini ada tempat peristirahatan yang menjual makanan dan minuman lagi, yang menarik di tempat peristirahatan ini adalah sekelompok burung flamingo berwarna orange cerah sedang asik bermain di kolam. Perpaduan gemericik air dan burung cantik membuat suasana terasa damai.
Flamingo

Savannah

Setelah beristirahat sejenak, kami berjalan menuju zona Savannah. Disini pengunjung dapat melihat berbagai hewan-hewan asli Afrika. Jalur pengunjung berbentuk lorong dimana pada sisi kanan dan kirinya dibatasi kaca tebal, sehingga menghadirkan kesan seolah-olah kami berjalan diantara hewan-hewan tersebut. Koleksi hewan disini meliputi zebra, bison, antelop, impala dan mamalia-mamalia lainnya. Keluar dari lorong kami memasuki zona Pasar Afrika. Tempat ini juga merupakan area peristirahatan yang menjual makanan dan minuman.
Pemberhentian terakhir zona Savannah

Gajah Sumatera

Sebenarnya, dari masih di Reptile Garden, Yoshi sudah merengek ingin pulang, sepertinya dia lelah karena berjalan kaki dari awal, namun begitu melihat gajah, dia kembali ceria. Gajah, harimau, singa dan jerapah adalah hewan yang paling ingin dia lihat. Sayang sekali harus menempuh perjalanan jauh terlebih dahulu untuk melihat mereka. Saya lupa jika di sini bisa menyewa e-bike, karena semenjak di pintu masuk hingga Pasar Afrika tidak melihat ada yang menggunakan. Kami baru melihat orang memakainya ketika duduk-duduk di dekat lokasi gajah sumatera.

Kami duduk cukup lama di tempat gajah sumatera ini, karena Yoshi sangat senang dan belum mau beranjak pergi. Kebetulan di dekat gajah sumatera ini ada tempat untuk berfoto dengan burung. Jadi sambil menunggu Yoshi yang asik naik-naik pagar sambil lihat gajah, saya dan suami mengamati orang - orang yang berfoto. Sebenarnya saya ingin berfoto juga, tapi Yoshi menolak ketika diajak.
Yoshi Bertemu Gajah

Fantasy Land

Setelah puas melihat gajah, kami melanjutkan perjalanan kembali. Saya pikir tinggal sedikit lagi, ternyata begitu melihat peta, perjalanan masih panjang. Kami pun memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di zona Fantasy Land. Di Fantasy Land ini terdapat berbagai wahana permainan, food court, mushola, pertunjukan singa laut Willy Laroo Show, Baby Zoo, Safari Farm, River Adventure, Rumah Hantu, Waterpark dan masih banyak lagi. Hampir semua fasilitas itu bisa dinikmati oleh pengunjung secara gratis.
Wefie dulu 😁
Berjalan mengikuti pola paving
Horror House
Baby zoo adalah area yang kami kunjungi setelah sholat, Yoshi senang melihat berbagai hewan - hewan kecil disini, terutama kuda pony, karena ukurannya yang mini dibanding kuda pada umumnya. Akan tetapi yang paling menarik minat Yoshi adalah patung-patung bekicot yang ada disana. Memang dia adalah penggemar setia bekicot, keong dan hewan bercangkang lainnya.
Bersama patung bekicot
Puas menikmati baby zoo, saya berencana mencoba Safari Farm. Safari farm ini semacam kereta yang mengantar pengunjung berkeliling melihat hewan yang dilepas bebas di area yang dibuat mirip habitat aslinya, seperti di taman safari. Namun akhirnya batal karena Yoshi menangis ingin pulang ketika kami baru saja naik di atas kereta. Akhirnya kami turun kembali dan melanjutkan perjalanan.


Tiger Land and Lion

Gerimis mulai turun dan Yoshi minta digendong karena sudah tidak kuat berjalan lagi. Akhirnya sisa rute ini kami tempuh dengan berjalan sedikit cepat. Melewatkan begitu saja semua permainan yang ada. Melihat sekilas saja hewan-hewan yang kami lalui, yang saya ingat ada watussi, jerapah, beruang coklat dan badak putih. Lalu kami berhenti sejenak di Tiger Land. Disini pengunjung dapat melihat harimau dari dalam ruangan berkaca. Ada harimau sumatera, harimau putih bengali dan satu lagi yang saya lupa namanya. Setelah puas melihat harimau kami lanjut ke tempat singa. Akhirnya Yoshi berhasil melihat harimau dan singa secara langsung. Perjalanan kami berakhir sampai disini. Kami segera menuju ke pintu keluar dan bergegas menuju tempat parkir. Kami melewatkan Museum Satwa karena hari sudah sore dan kami masih harus ke alun-alun untuk membeli yogurt.
Badak Putih
Harimau Sumatera

Harimau yang lupa namanya

Singanya kurus
Lelah tapi senang sekali hari itu. Pengalaman pertama Yoshi bertemu banyak hewan secara langsung. Walaupun di akhir agak sedikit kebut-kebutan tapi kami puas. Memang Batu Secret Zoo ini masih terlalu luas untuk balita berusia 3 tahun seperti dia. Apalagi tanpa alat bantu apapun. Luas tempat wisata ini mencapai 14 ha.

Satu hal yang masih menjadi pertanyaan di kepala saya dari kunjungan terakhir ini. Di website JTP, disebutkan bahwa ada show dan feeding session yang dilakukan di berbagai area di Batu Secret Zoo, namun sepanjang kunjungan ini, tidak ada satu show pun yang saya saksikan. Entah saya terlewat, atau memang show diliburkan ketika weekday.

Dari beberapa kali kunjungan kesini, saya menyimpulkan bahwa Batu Secret Zoo ini layak dikunjungi. Berikut saya jabarkan keunggulan tempat wisata ini :
  • Koleksi hewan yang sangat variatif. Banyak sekali hewan-hewan yang baru saya lihat di tempat ini.
  • Pembagian zona yang rapi dan rute yang jelas membuat pengunjung tidak kesulitan untuk mengeksplor tempat ini.
  • Kebersihan terjaga dengan baik, tidak ada bau-bau menyengat meskipun banyak hewan di sana. Selain itu juga banyak tempat sampah yang disediakan di sepanjang rute perjalanan.
  • Banyak tempat duduk di sepanjang rute, juga food court yang tersebar di setiap zona sehingga memudahkan untuk pengunjung yang ingin beristirahat.
  • Banyak wahana permainan gratis yang bisa dinikmati pengunjung.
  • Banyak spot bagus untuk mengambil foto

Terakhir saya ingin berbagi tips yang mungkin berguna jika ingin berkunjung kesini:
  • Datang pagi sebelum tempat wisata buka. Batu Secret Zoo ini beroperasi dari pukul 10.00-18.00 WIB. Anda bisa berfoto-foto terlebih dahulu di luar area, karena di luar area pun banyak spot-spot foto yang menarik. Selanjutnya baru memasuki zoo. Jika anda datang tidak terlalu siang, anda akan bisa menikmati seluruh area dan wahana dengan lebih santai.
  • Sebaiknya jangan membeli paket Batu Secret Zoo + Museum Satwa + Eco Green park dalam satu hari, karena kemungkinan besar anda akan terburu-buru dan tidak bisa menikmati secara maksimal.
  • Membawa baju renang dan alat mandi jika ingin bermain di waterpark.
  • Sebaiknya membawa stroller atau menyewa e-bike jika datang bersama balita.
  • Memakai alas kaki yang nyaman karena akan berjalan kaki cukup lama.
  • Membawa bekal secukupnya dan bukan makanan berat

Sekian cerita perjalanan saya. Sampai jumpa di cerita berikutnya 😊

************************

BATU SECRET ZOO
Jalan Oro-Oro Ombo No. 9, Temas, Batu
Telepon : 0341-5025777

Comments

  1. Sudah 9 tahun ada dan saya belum pernah ke sini, padahal tempat2 di sekitarnya sudah semua :D

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Menginap di Hotel Berbintang (Keraton Jimbaran Resort and Spa)

Berburu Seafood sampai ke Ujung Pulau