Review Drama Can This Love Be Translated?
March 01, 2026Bulan lalu, saya baru saja menamatkan sebuah drama Korea berjudul Can This Love Be Translated? hanya dalam waktu tiga hari. Ya, benar, 12 episode dalam tiga hari. Berarti, sehari saya menonton kurang lebih 4 episode. Hahahaha…
Sudah lama saya tidak maraton nonton seperti ini karena belum ada drama yang benar-benar bikin saya penasaran untuk cepat menyelesaikan. Setelah akhirnya bertemu lagi dengan drama yang menarik, rasanya senang sekali dan saya pun tergoda untuk menuliskan review-nya. Kebetulan, saya juga sudah jarang menulis review drama Korea. Dulu, saya cukup rajin menulis review drakor, terutama di website Drakor Class.
Jadi, seperti apa gambaran drama yang dibintangi Kim Seon-ho dan Go Youn-jung dari kacamata saya? Yuk, baca sampai akhir.
Profil Drama Can This Love Be Translated?
Judul: Can This Love Be Translated?
Genre: Romantis, Komedi, Drama
Sutradara: Yoo Young-eun
Penulis Naskah: Hong Jung-eun & Hong Mi-ran
Jaringan Penyiar: Netflix
Episode: 12
Tanggal Tayang: 16 Januari 2026
Pemeran Utama:
Kim Seon-ho sebagai Joo Ho-jin, penerjemah multibahasa
Go Youn-jung sebagai Cha Mu-hee, aktris populer
Sota Fukushi sebagai Hiro Kurosawa, aktor dari Jepang
Lokasi Syuting: Korea Selatan, Jepang, Kanada, Italia
Sinopsis Singkat Drama Can This Love Be Translated?
Can This Love Be Translated? bercerita tentang Joo Ho-jin, seorang penerjemah bahasa yang menguasai berbagai bahasa seperti Inggris, Jepang, dan Italia. Suatu hari, secara tidak sengaja, dia bertemu dengan Cha Mu-hee—aktris muda yang saat itu belum begitu dikenal—di sebuah kedai ramen kecil di Jepang. Sebuah insiden di kedai itu membuat mereka akhirnya saling mengenal.
Namun, setelah pertemuan itu, mereka hilang kontak. Mu-hee mengalami kecelakaan saat syuting sebuah film horor dan tidak sadarkan diri selama enam bulan. Setelah sadar, dia sudah menjadi aktris yang viral karena filmnya booming sampai ke mancanegara. Orang-orang pun mengenalnya sebagai Do Ra Mi, karakternya dalam film horor tersebut.
Sayangnya, kebahagiaan Mu-hee tidak berlangsung lama. Di alam bawah sadarnya, dia mulai dihantui oleh sosok Do Ra Mi. Hal itu membuatnya bingung sekaligus ketakutan. Awalnya dia mengira dirinya berhalusinasi, namun pada akhirnya, sosok Do Ra Mi mulai berbicara padanya dan menyuarakan pikiran-pikiran Mu-hee yang tidak bisa dia sampaikan kepada dunia luar.
Saat itulah dia bertemu kembali dengan Ho-jin, yang kali ini menjadi penerjemahnya dalam sebuah sesi wawancara. Pertemuan itu ternyata bukan yang terakhir. Mereka kembali dipertemukan dalam proyek reality show yang membawa mereka ke Kanada dan Italia. Dalam proyek itu, turut terlibat seorang aktor Jepang bernama Hiro Kurosawa, juga cinta pertama Ho-jin yang menjadi sutradara pengganti.
Sejak pertemuan pertama mereka di Jepang, Mu-hee tampak menyimpan perasaan lebih terhadap Ho-jin. Seiring waktu dan berbagai pertemuan berikutnya, dia semakin yakin dengan perasaannya, bahkan berani mengungkapkannya secara langsung. Sayangnya, Ho-jin mengaku tidak memiliki perasaan yang sama. Padahal tanpa dia sadari, benih-benih perasaan itu juga mulai tumbuh di hatinya.
Keduanya sama-sama kesulitan mengungkapkan isi hati dengan jujur dan gamblang, sehingga banyak kesalahpahaman yang terjadi. Lalu, apakah hubungan mereka akan berhasil? Tonton sendiri, ya.
Kesan dari Drama Can This Love Be Translated?
Awal menonton drama ini, saya langsung jatuh cinta pada kedua pemeran utamanya yang berparas rupawan. Chemistry antara Kim Seon-ho dan Go Youn-jung menjadi salah satu daya tarik yang sulit diabaikan. Apalagi dengan latar tempat-tempat wisata indah di Jepang. Rasanya sulit untuk tidak penasaran dan segera melanjutkan ke episode berikutnya.
Visual drama ini memang patut diacungi jempol, mulai dari jalanan Jepang yang hangat, aurora di Kanada yang dramatis, hingga kota-kota di Italia yang romantis. Sinematografinya benar-benar memanjakan mata. Jadi, meskipun di pertengahan cerita saya sempat merasa sedikit bosan dengan tarik-ulur hubungan Ho-jin dan Mu-hee, saya tetap betah menonton karena pemandangan alamnya yang super fantastis.
Pada awal episode, saya mengira ini hanyalah drama komedi romantis biasa. Ternyata, ceritanya berkembang jauh di luar ekspektasi saya. Dimulai dengan munculnya sosok Do Ra Mi yang perlahan-lahan menghantui Mu-hee. Saya tidak menyangka akan ada isu kesehatan mental yang diangkat dalam drama ini. Sayangnya, menurut saya, penyebab utama gangguan mental yang dialami Mu-hee kurang dieksplorasi secara mendalam. Akibatnya, kesan dramatis dan emosionalnya terasa kurang kuat.
Terlepas dari kekurangannya, saya tetap menyukai drama ini, terutama perkembangan karakternya, baik karakter utama maupun pendukung. Satu yang paling berkesan bagi saya adalah manajer Mu-hee yang diperankan oleh Choi Woo-sung. Menurut saya, dia adalah karakter paling “waras” di drama ini. Hahaha…
Pelajaran dari Drama Can This Love Be Translated?
Seperti yang sudah saya singgung di atas, inti permasalahan dalam drama ini adalah komunikasi dan kesehatan mental. Kedua tokohnya sama-sama membawa luka dari masa lalu yang membuat mereka kesulitan menjalani hubungan saat dewasa.
Ho-jin cenderung memendam perasaan, sedangkan Mu-hee lebih ekspresif, tetapi tetap sulit mengungkapkan apa yang sebenarnya ia inginkan. Akibatnya, ketika Ho-jin ingin mendekat, Mu-hee justru menjauh. Mu-hee pun merasa kesal karena terus merasa cintanya kepada Ho-jin tidak pernah benar-benar terbalas. Tarik ulur yang melelahkan dan seolah tak ada habisnya. Dari sini saya belajar bahwa ketulusan tidak akan tampak jika disampaikan dengan cara yang keliru.
“How many different languages do you think exist in the world?”
“As many as there are people in this world.”
“Everyone speaks their own language.”
“That’s why we fail to understand each other, hear things the wrong way, and end up hurting one another.”
Penggalan dialog di atas sangat mengena bagi saya. Banyak pasangan yang pada awalnya masih berusaha saling memahami bahasa cinta masing-masing. Namun, ada kalanya seseorang tidak mengerti kenapa pasangannya bersikap demikian. Di sinilah ujian itu muncul. Ada yang memilih untuk mengutarakan, ada pula yang memilih memendam. Ada yang setelah mendengar menjadi paham dan mencoba memahami, tetapi tidak sedikit yang justru merasa tersakiti, merasa disalahkan, bahkan memilih pergi untuk selamanya.
Beruntung, saat menghadapi situasi itu, Ho-jin memiliki seseorang yang bisa memberinya nasihat dan ia mau mendengarkannya. Mu-hee pun memiliki Do Ra-mi yang sukses menjadi penerjemah hatinya.
“It must be frustrating not being able to understand her. But are you really going to give up just because you don’t? I see… you’re an interpreter. When the language is unfamiliar, the right thing to do isn’t to walk away, but to learn it. Pay attention to the order of her words, the exclamation points, the question marks — all the things that differ from the way you speak. Look for the deeper meaning, and translate it.”
Manusia tidak ada yang sempurna. Sebagian besar membawa masalah dan trauma masing-masing yang berdampak pada cara mereka menjalin hubungan. Saya rasa tidak ada manusia yang kompatibel seratus persen. Di sinilah kompromi dan saling memahami menjadi penting. Tanpa itu, hubungan sulit untuk bertahan lama. Selain itu, keinginan dan usaha untuk menjadi lebih baik juga memegang peran besar. Menurutku, minta diterima apa adanya oleh orang lain atas sesuatu yang bisa diperbaiki menjadi lebih baik itu tidak bijak.
Komunikasi, empati, validasi dan dukungan sangat penting dalam sebuah hubungan. Untungnya, Ho-jin mampu memberikan itu kepada Mu-hee. Mu-hee pun berusaha menjadi lebih baik dengan cara berusaha mengatasi traumanya agar gangguan mentalnya bisa disembuhkan.
Hubungan Ho-jin dan Mu-hee menyadarkan saya bahwa untuk mendapatkan cinta yang matang butuh proses. Kebahagiaan bukan sekedar didapatkan, melainkan perlu dibangun bersama.
Penutup
Can This Love Be Translated? layak jadi tontonan menarik bagi kalian yang suka drama romantis dengan nuansa emotional healing, visual yang indah, dan chemistry aktor yang kuat. Meskipun ritmenya kadang terasa slow burn, drama ini bisa menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari komedi romantis pada umumnya.
Drama ini memperlihatkan bahwa menerjemahkan bahasa cinta adalah proses dua arah yang akan gagal jika hanya satu pihak yang berusaha. Cinta tidak cukup hanya dirasakan. Ia perlu dipelajari, dibicarakan, dan disesuaikan agar tidak terus menjadi sumber kesalahpahaman.
Pada akhirnya, Can This Love Be Translated? menempatkan cinta sebagai sesuatu yang terus bergerak dan berubah seiring usaha dua orang yang terlibat di dalamnya. Bukan untuk disederhanakan atau diseragamkan, melainkan untuk dipahami melalui kesediaan saling mendengar dan menyesuaikan diri.
Gimana? Jadi tertarik menonton drama ini? Atau, buat kalian yang sudah menonton, yuk ngobrol di kolom komentar.
Oh ya, kalau kamu ingin membaca lebih banyak review drama dan film lainnya, kamu bisa mampir ke Blog Tulisandin. Di sana, kamu bisa menemukan berbagai rekomendasi serta ulasan menarik lainnya.


0 komentar