Gili Trawangan Trip (Part 1)

Sore-sore begini tidak ada pekerjaan di kantor. Sambil menunggu jam pulang kerja,  saya ingin mengisi blog sambil makan pisang goreng hangat. Secara blog ini sudah jamuran lama tidak dikunjungi dan dibersihkan. 😁

Sedikit berbagi cerita tentang perjalanan ke Gili Trawangan hari Jumat hingga Minggu yang lalu. Perjalanan yang sedikit nekat ini berawal dari ajakan seorang teman kuliah dulu. Kenapa saya bilang nekat? Karena hari jumat kemarin bertepatan dengan Imlek. Tahu sendiri kan kalau imlek selalu identik dengan ujan deres dan angin kencang? Tapi karena udah sama-sama ingin berangkat, akhirnya dengan tekad bulat kami berangkat dengan 4 orang personil. Seharusnya 6 orang yang ikut, tapi dua teman lainnya tidak diberi izin oleh orang tuanya karena bertepatan sama imlek ini.

Setelah browsing, telepon, whatsapp dan sms sana sini, akhirnya kami memutuskan berangkat naik fastboat SemayaOne, karena ini fastboat paling murah yang kami dapatkan. Perjalanan pulang-pergi hanya Rp 500.000. Sudah termasuk antar jemput ke rumah rumah saya di Nusa Dua. Sebetulnya ini juga hasil tawar menawar, awalnya kami diberi harga 300/orang sekali jalan. Untuk link fast boatnya bisa diliat di sini www.semayacruise.com .

Kenapa kami memutuskan naik fastboat? Karena waktu tempuhnya lebih cepat daripada naik Ferry dan anti ribet. Tinggal tunggu dijemput di rumah dan nanti pulangnya juga langsung antar ke rumah lagi. Simpel.

Tanggal 31 Januari 2014 akhirnya kami berangkat ke Gili Trawangan. Pukul 6.30 WITA kami sudah dijemputnya karena Nusa Dua rute yang paling jauh. Setelah keliling-keliling memjemput penumpang lain di Kuta dan Sanur, akhirnya kami sampai di Pelabuhan Padang Bay sekitar pukul 8.30 WITA. Setibanya disana kami melunasi kekurangan pembayaran dan diberi tiket untuk naik fastboat.
Pelabuhan Padang Bay
Ini dia penampakan tiket fast boatnya
Pukul 9.15 WITA fastboat mulai meluncur. Perjalanan yang benar-benar mendebarkan. 30 menit pertama kapal masih stabil. Begitu sampai di tengah lautan ombak semakin besar. Kapal oleng sana sini. Wuiiihhhh... rasanya jantung benar-benar dag dig dug tidak karuan. Hanya bisa komat kamit membaca doa karena sepanjang mata memandang yang terlihat hanya air. Saya berpikir kalau sampai terjadi sesuatu siapa yang akan menolong kami?

Sekitar 2 jam setelah keberangkatan akhirnya mulai terlihat daratan dan saya merasa cukup lega karenanya. Rasanya sedikit lebih aman. Akhirnya fastboat mendarat di pelabuhan bangsal, lalu mengantar dan menjemput penumpang ke Gili Air, dan paling akhir berhenti di Gili Trawangan. Kami sampai di sana sekitar pukul 11.30 WITA. Masih ada waktu bagi teman-teman pria untuk sholat jumat.

Welcome to Gili Trawangan!!!!!

Akhirnya menginjakkan kaki di Gili Trawangan

Saat para pria salat jumat, saya dan teman satu lagi berkeliling mencari penginapan. Akhirnya dapat juga penginapan yang cocok. Namanya Lumbung Cottage 1. Kamarnya bersih dan ada taman, bale-bale serta kolam renang di depan kamar. Jadi bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan. Maunya sih yang depan kamar langsung keliatan pantai, tapi mahal. Nanti saja kalau bulan madu. 😁

Ada taman, bale-bale dan kolam renang di depan kamar

Tampak luar cottage tempat menginap

Setelah beres-beres kamar dan barang-barang, kami lanjut mencari makan siang dan jalan-jalan. Penginapan sudah menyediakan jasa persewaan sepeda. Cukup membayar Rp 35.000 untuk sewa sepeda 24 jam.

Dalam perjalanan mencari makan, rintik hujan mulai turun. Akhirnya kami makan di sebuah restoran pinggir pantai. Harganya lumayan mahal sih. Tapi sebanding lha dengan suasananya.

Makan siang di restoran pinggir pantai

Menu makan siang
Setelah kenyang dan hujan reda kami melanjutkan acara jalan-jalan keliling pulau sambil bersepeda. Walaupun mendung dan gerimis-gerimis kecil tapi kami tetep semangat karena pantainya indah dan udaranya yang sejuk. Karena ternyata saya tidak bisa lagi naik sepeda, saya pun di bonceng.  




Jalan - jalan santai sore

Foto dalam blog ini diambil oleh : Asri, Andra, Eryn dan Rodhi

Comments

Popular posts from this blog

Pengalaman Pertama Menginap di Hotel Berbintang (Keraton Jimbaran Resort and Spa)

Berburu Seafood sampai ke Ujung Pulau